Hoax, Teroris New Zealand Tidak Terinspirasi dari PUBG Maupun Fortnite

Fortnite tidak menginspirasi orang untuk menjadi teroris. Bahkan terorisnya sendiri yang bilang.

Kasus memilukan tentang Teroris New Zealand yang menjadi pelaku-pelaku penembakan di masjid di Christchurch, New Zealand sempat mengundang spekulasi dari keberadaan manifestonya sendiri.

Sebelum melaksanakan aksinya, salah satu pelaku sempat mengunggah sebuah manifesto di forum anonim 8ch subforum /pol/.

Hoax, Teroris New Zealand Tidak Terinspirasi dari PUBG Maupun Fortnite Sumber: 8ch[/caption]

Ia menganjurkan kepada para anggota anonim forum tersebut agar membagikan manifestonya melalui shitposting dan meme "seperti yang kalian biasanya lakukan," seperti yang diungkapkan dalam posnya di atas.

Jelas sekali tujuan dari pelaku adalah menyebarkan disinformasi dan kekacauan melalui seruan "subscribe ke Pewdiepie", yang tentu menuai kecaman bahkan dari Pewdiepie sendiri melalui cuitannya.

Dalam manifestonya yang berjudul "The Great Replacement", sang pelaku yang dikonfirmasi merupakan seorang pria berkebangsaan Australia bernama Brenton Tarrant ini jelas sekali mengundang tatapan sinis terhadap konten-kontennya yang penuh dengan meme.

Hoax, Teroris New Zealand Tidak Terinspirasi dari PUBG Maupun Fortnite Sumber: The Great Replacement, Brenton Tarrant (2019)[/caption]

"Aku telah membaca tulisan-tulisan Dylan Roof dan banyak lainnya, tapi hanya mengambil inspirasi sejati dari Knight Justiciar Breivik," demikian lelaki tersebut mengutip inspirasinya dari pembunuh massal Charleston tahun 2015 Dylan Roof, namun sejatinya terinspirasi dari seorang teroris Norwegia, Anders Behring Breivik.

Ketika sampai ke bagian yang rawan salah pemahaman, tentu dibutuhkan lebih dari sekadar bacaan secara harafiah tapi juga mengerti konteks yang dibicarakan. Maka ini dia bagian yang dimaksud:

Hoax, Teroris New Zealand Tidak Terinspirasi dari PUBG Maupun Fortnite Sumber: The Great Replacement, Brenton Tarrant (2019)[/caption]

"Apakah kamu sebelumnya diajarkan kekerasan dan ekstremisme melalui video games, musik, literatur, film?"

"Ya, Spyro the Dragon 3 mengajarkanku etno-nasionalisme. Fortnite mengajarkanku untuk menjadi seorang pembunuh dan untuk membereskan mayat musuh-musuhku. TIDAK."

Bahkan pelakunya sendiri menolak tegas bahwa tindakannya terinspirasi dari video game, dan lebih eksplisitnya lagi menolak bahwa ia diajarkan melalui Fortnite.

Apakah kamu juga hampir salah paham akan pernyataan teroris New Zealand tersebut? Bagikan pendapatmu tentang motivasi sang pelaku melalui kolom komentar di bawah.

Diedit oleh Fachrul Razi

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU