GOGOGO School Championship Jadi Panggung Nasional Talenta Esports SMA!

- SMAS Bunda Mulia keluar sebagai juara nasional GSC Mobile Legends: Bang Bang
- Tim dari Bali dan Banjarmasin membuktikan talenta esports tidak hanya berasal dari kota besar
- GSC dirancang sebagai langkah awal menuju ekosistem esports profesional bagi generasi muda
Kompetisi esports pelajar kini semakin mendapat tempat di Indonesia. Lewat GOGOGO School Championship (GSC), ribuan siswa dari berbagai daerah mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di panggung nasional.
Turnamen ini bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga tentang pengalaman, sportivitas, serta kebanggaan membawa nama sekolah dan daerah masing-masing.
Diselenggarakan oleh GOGOGO.id, ajang ini mempertemukan talenta muda dari seluruh penjuru negeri dalam kompetisi Mobile Legends: Bang Bang tingkat SMA/sederajat. Grand Final offline yang digelar di Jakarta menjadi puncak perjalanan panjang para peserta yang telah melewati babak kualifikasi daring sejak awal kompetisi.
1. Perjalanan Menuju Gelar Juara Nasional

Babak puncak GSC mempertemukan empat sekolah terbaik dari berbagai daerah, yakni SMAS Bunda Mulia, SMA Negeri 1 Negara Bali, SMKN 6 Jakarta, dan SMAN 8 Banjarmasin. Pertandingan berlangsung kompetitif, menampilkan strategi matang serta koordinasi tim yang solid dari setiap finalis.
SMAS Bunda Mulia akhirnya keluar sebagai juara nasional dengan catatan tak terkalahkan sejak babak awal. Selain hadiah uang tunai dan berbagai benefit menarik, kemenangan ini juga menjadi momen emosional bagi para pemain yang menjadikannya sebagai salah satu pengalaman terakhir sebelum lulus sekolah. Bagi mereka, tampil di panggung nasional bersama teman satu tim menjadi kenangan yang sulit dilupakan.
2. Membawa Nama Sekolah dan Daerah ke Tingkat Nasional
Salah satu daya tarik utama GSC adalah kesempatan bagi pelajar dari luar kota besar untuk tampil di level nasional. Tim dari Bali dan Banjarmasin menunjukkan bahwa talenta esports tidak hanya lahir dari kota metropolitan, tetapi juga dari daerah yang jarang tersorot.
Perjalanan tim SMA Negeri 1 Negara dari Jembrana menuju Jakarta menjadi bukti bahwa akses inklusif yang diusung GSC benar-benar membuka peluang luas. Para pemain mengaku belajar banyak tentang disiplin latihan, menjaga kekompakan, hingga menghadapi tekanan bertanding langsung di depan penonton. Pengalaman ini memperkuat rasa bangga terhadap sekolah sekaligus memperluas wawasan mereka di dunia esports.
3. Langkah Awal Menuju Ekosistem Esports Profesional

Lebih dari sekadar turnamen pelajar, GSC dirancang sebagai pintu masuk menuju ekosistem esports profesional. Kehadiran pelatih dan pengamat industri yang melakukan scouting sejak babak Nation Qualifier memberi peserta kesempatan belajar langsung tentang standar kompetisi tingkat tinggi.
Menurut para pelaku industri, kualitas permainan peserta sudah menunjukkan potensi besar untuk berkembang menjadi pro player di masa depan. Dengan lisensi resmi dari Pengurus Besar Esports Indonesia, GSC tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan mental, strategi, dan konsistensi latihan bagi generasi muda yang ingin serius menekuni dunia esports.


















