The Spirit Weaver rilis 1 April 2026 di Steam!

- The Spirit Weaver, hasil kolaborasi StarBullet Studio dan GameChanger Studio, akan rilis di Steam pada 1 April 2026 setelah menerima banyak pujian dan masukan positif dari versi demonya.
- Game ini berawal dari proyek universitas di ITB yang berkembang menjadi karya profesional, menandai sinergi nyata antara dunia akademik dan industri game Indonesia.
- GameChanger Studio bertindak sebagai penerbit pertama kali melalui proyek ini, mendukung pengembang muda serta memperkuat jembatan antara talenta kampus dan industri kreatif nasional.
The Spirit Weaver rilis 1 April 2026 di Steam! Seperti apa game yang dipersembahkan oleh StarBullet Studio dan GameChanger Studio ini? Temukan jawabannya di sini!
1. Terima banyak feedback!
StarBullet Studio dan GameChanger Studio mengumumkan bahwa The Spirit Weaver akan rilis di Steam pada 1 April 2026. Selama Steam Next Fest bulan Februari lalu, versi demo game ini juga menerima banyak masukan dari pemain. Para pemain memuji visual yang memikat dan tema yang mendalam, dengan banyak menyoroti resonansi emosionalnya, edukatif, serta fokus pada penyembuhan dan kesejahteraan mental melalui penceritaan interaktif.
“Kami ingin membuat game yang dapat dipahami oleh banyak pemain dengan berbagai pergumulan manusiawi mereka melalui karakter-karakternya,” ujar Kezia Lawrence, Game Designer di StarBullet Studio. “Kami juga ingin memperkenalkan bagaimana Tarot dapat digunakan sebagai medium refleksi diri, refleksi bersama, dan penyembuhan, meskipun melalui mekanik pembacaan kartu yang disederhanakan. Sebagai pengembang pemula, kami sangat berterima kasih atas masukan dan dukungan kalian. Kami senang mengetahui bahwa kisah game kami beresonansi dengan kalian, dan kami berharap dapat menjangkau lebih banyak lagi melalui perilisan penuh nanti.”
2. Puncak sinergi kampus dan industri

Pemain berperan sebagai Alora, seorang pembaca Tarot yang dipanggil untuk menghadapi ancaman supranatural yang kian membesar, yang dikenal sebagai The Entropy. Di sepanjang perjalanan, ia juga harus menghadapi beban emosional dari masa lalunya sendiri, termasuk rasa bersalah yang sangat besar dari masa kecilnya. Game ini berawal dari proyek universitas di Institut Teknologi Bandung (ITB), di mana tim pertama kali mengembangkan konsepnya sebagai bagian dari mata kuliah desain game.
“Momen ini merupakan puncak sinergi yang kuat antara kampus dan industri,” kata Intan R. Mutiaz, dosen Game Design di ITB. “Saya sangat bangga sebagai dosen Game Design karena kreasi mahasiswa kami tidak hanya berhenti di ruang kelas. Karya mereka telah berkembang menjadi karya nyata yang relevan berkat dukungan industri. Selamat yang sebesar-besarnya kepada para mahasiswa atas kerja keras dan dedikasi yang membawa mereka pada pencapaian ini.”
3. Dibawa GameChanger Studio

Menyadari potensi proyek tersebut, pengembang asal Indonesia, GameChanger Studio, hadir untuk mendukung tim dengan menjadi penerbit game tersebut. Dikenal melalui berbagai gim berbasis cerita seperti 1998: The Toll Keeper Story dan trilogi My Lovely, studio ini mengambil langkah pertamanya ke dunia penerbitan melalui The Spirit Weaver.
Dengan mendukung proyek universitas yang menjadi debut indie ini, GameChanger berharap dapat mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara talenta akademik dan industri game yang lebih luas, sekaligus membantu proyek-proyek menjanjikan dapat menemukan jalan ke tangan para pemain.
Apa pendapatmu terhadap The Spirit Weaver? Sampaikan di kolom komentar!


















