Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Review Stupid Never Dies, Action Roguelike Tipikal Nuansa Pop-Punk!
Stupid Never Dies (duniaku.com/Adhitya Daniel)
  • Stupid Never Dies mengisahkan Davy, mayat hidup yang menelusuri labirin untuk mengalahkan King of Monsters demi menghidupkan gadis yang dicintainya.

  • Game action roguelite ini menawarkan level prosedural, kematian sebagai bagian progresi, serta mekanisme Style dan kustomisasi perangkat yang mendorong improvisasi setiap run.

  • GPTRACK50 Inc. memusatkan pengalaman pada gameplay utama yang linear, didukung desain karakter pop-punk, musik remix, dan koleksi lore tanpa banyak distraksi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Stupid Never Dies tidak lama lagi akan hadir! Seperti apa impresi kami? Temukan jawabannya di sini!

Stupid Never Dies
3.5/5★
Davy, seorang mayat hidup jatuh cinta dengan seorang gadis yang terperangkap beku. Supaya ia dapat menghidupkan gadis itu, Davy harus terjun ke sebuah labirin berlapis-lapis untuk mengalahkan KOM, King of Monsters!
GenreAction
DevelopersGPTrack50 Inc
PublisherGPTrack50 Inc
PlatformSteam, PlayStation 5
PriceRp. 509.000

Spesifikasi Stupid Never Dies (2026)

Operating System

Windows 11

Processor

Intel corei5-8500 / AMD Ryzen 5 3500

Memory

16 GB RAM

GPU

NVIDIA GeForce GTX 1070 8 GB / RTX3050 8GB atau AMD Radeon RX 580 8 GB

DirectX

Version 12

Storage

22 GB

1. Cerita yang penting ada!

Stupid Never Dies (duniaku.com/Adhitya Daniel)

Game ini mengusung premis yang sederhana untuk memamerkan gameplay loop-nya yang paling utama. Motivasi Davy seiring jalan dengan berbagai macam interaksi bizarre warga sesama mayat hidup di sekitarnya, sampai berbagai tokoh unik yang lewatpun kerasa satu dimensi, tapi kisah yang simpel dan menyenangkan itu menjadi kendaraan yang cukup untuk membuat perjalanannya menjadi seru!

Desain tokohnya yang penuh nuansa pop punk nan funky yang memanjakan matapun juga menjadi salah satu daya tarik yang sangat jelas untuk game ini, dari Davy sampai berbagai monster yang bisa ia curi kekuatannya, berbagai macam Style sampai ke tokoh-tokoh Boss juga punya desain yang tidak kalah unik dan keren satu sama yang lain.

2. Gameplay prosedural yang menarik!

Stupid Never Dies (duniaku.com/Adhitya Daniel)

Dengan elemen roguelite yang kental, setiap run kamu akan disuguhi level secara prosedural yang setidaknya lumayan bervariasi sampai akhirnya kamu mencapai akhir dan melawan boss. Ketika mati dan mencoba lagi, gimmick Davy sebagai seorang zombi pun membaur dengan natural untuk genre action RPG yang satu ini. Mekanisme Style yang bersifat hadir secara sementara meskipun juga dapat ikut di-grind juga hadir sebagai tantangan yang oke dan memaksa pemainnya untuk berimprovisasi ketika Style jagoannya tidak bisa di-exploit berkali-kali.

Selain itu, elemen RPG di mana Davy bisa di-customize dengan perangkat yang di-drop di dungeon dan juga berikut buff yang dicicil satu persatu sampai endgame juga merupakan progresi yang tipikal, tapi juga selalu diterima dengan tangan terbuka untuk game ini baik sekadar sebagai hal yang tidak asing maupun untuk membantu agar rerun tidak berlangsung terlalu brutal. Apa lagi dalam game di mana kematianmu juga merupakan bagian dari pertumbuhannya.

3. Gak banyak gimmick!

Stupid Never Dies (duniaku.com/Adhitya Daniel)

Dengan minimnya fitur lain di luar gameplay utama, tampak GPTRACK50 Inc. mengupayakan kita untuk menyaksikan effort terbaik mereka dalam menyusun gameplay yang engaging murni dari mode utamanya. Dengan tidak banyak gimik, bagian di mana kamu kembali ke mal untuk mempersiapkan diri juga membuatmu tidak banyak menemukan area untuk dijelajahi secara luas, sehingga game berjalan secara linear sekalipun dengan random-nya penempatan level dalam game ini.

Kompilasi musik yang punya versi remix-nya dan juga galeri sosok Julia ketika masih hidup sebagai koleksi lore pun menghiasi game ini dengan rapi, sehingga tidak banyak distraksi yang akan mengganggumu dalam menamatkan game ini, sehingga tidak heran kalau game inipun terasa begitu terfokus pada kita untuk menamatkan game-nya secepat mungkin.

Apa pendapatmu sendiri terhadap Stupid Never Dies? Sampaikan di kolom komentar!

Curated For You

Editorial Team

Related Article