Inilah Para Pemenang Indonesia Game Awards 2026!

Indonesia Game Awards 2026 digelar dalam rangkaian IGDX 2026 sebagai bagian dari Bali Tech Week di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali.
1998: The Toll Keeper Story memenangkan WINGS Award dan Best Game Narrative, sementara Kejora meraih Best Game Visual dan Troublemaker 2 menang di kategori Best Game Music/Audio.
Kuloniku dari Gambir Studio menjadi pemenang Best Gameplay dan Game of the Year dalam ajang penghargaan tersebut.
Indonesia Game Awards (IGA) 2026 kembali digelar dalam rangkaian IGDX 2026, yang tahun ini menjadi bagian dari Bali Tech Week di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali.
Sebagai salah satu ajang penghargaan untuk industri game Indonesia, Indonesia Game Awards menjadi kesempatan untuk mengapresiasi karya-karya pengembang lokal dari berbagai aspek, mulai dari visual, musik, narasi, hingga gameplay.
Lantas, siapa saja pemenang Indonesia Game Awards 2026? Berikut daftar lengkapnya!
Table of Content
1. WINGS Award

1998 The Toll Keeper Story Endless (Dok. Gamechanger Studio) Salah satu hal menarik dari Indonesia Game Awards tahun ini adalah kehadiran WINGS Award, yang diperkenalkan oleh WINGS di panggung utama. Penghargaan ini memiliki kriteria tersendiri dan ditujukan untuk mengapresiasi game karya perempuan serta pengembang dari kelompok yang kurang terwakili dalam industri game berdasarkan gender.
Berikut nominasi WINGS Award 2026:
1998: The Toll Keeper Story — GameChanger Studio
K-Pop Idol Stories: Road to Debut — Wisageni Studio
The Chef's Shift — Panitia Game Dev
Blades of Mirage — Agate
Beat the Ads — Mirukulab
Pemenang: 1998: The Toll Keeper Story
2. Best Game Visual
Kategori Best Game Visual mengapresiasi identitas visual dan presentasi artistik yang ditawarkan oleh game-game Indonesia.
Berikut nominasi tahun ini:
Kejora — Berangin Creative
Verde — Antimeta Studio
Montabi — Mankibo
Kuloniku — Gambir Studio
Grim Trials — Glory Jam
Luxman — Moonlit Market
Pemenang: Kejora
3. Best Game Music/Audio

Troublemaker 2: Beyond Dream. (duniaku.com/Adhitya Daniel) Musik dan desain audio turut membentuk identitas sebuah game, baik dalam membangun atmosfer maupun mendukung pengalaman bermain.
Berikut nominasi Best Game Music/Audio:
Troublemaker 2 — Gamecom Team
Jurnalrisa: Dark Destiny — Digital Happiness
Coffee Talk Tokyo — Toge Productions
1998: The Toll Keeper Story — GameChanger Studio
Luxman — Moonlit Market
K-Pop Idol Stories: Road to Debut — Wisageni Studio
Pemenang: Troublemaker 2
4. Best Game Narrative

1998: The Toll Keeper Story. (dok. GameChanger Studio) Kategori Best Game Narrative memberikan apresiasi kepada game dengan kekuatan penceritaan yang menonjol.
Berikut nominasi tahun ini:
Kejora — Berangin Creative
Kumitantei: Old-School Slaughter — Mango Factory
Salah Sambung 3 — Rolling Glory Jam
1998: The Toll Keeper Story — GameChanger Studio
Teller's Duty — Hiscory
Coffee Talk Tokyo — Toge Productions
Pemenang: 1998: The Toll Keeper Story
5. Best Gameplay

Game indie dari Indonesia kini makin menunjukkan kualitasnya di mata dunia, salah satunya lewat KuloNiku: Bowl Up! (gamerant.com) Kategori Best Gameplay menyoroti pengalaman bermain yang ditawarkan oleh masing-masing game, termasuk bagaimana mekanik dan interaksi pemain dirancang.
Berikut nominasi Best Gameplay:
Troublemaker 2 — Gamecom Team
Grim Trials — Glory Jam
Montabi — Mankibo
Kuloniku — Gambir Studio
Luxman — Moonlit Market
Teller's Duty — Hiscory
Pemenang: Kuloniku (Gambir Studio)
6. Game of the Year

Kota KuloNiku dipenuhi oleh karakter-karakter eksentrik yang membuat dunia game terasa hidup (store.steampowered.com) Game of the Year menjadi salah satu kategori utama Indonesia Game Awards, dengan nominasi yang bersaing untuk mendapatkan pengakuan sebagai game terbaik tahun ini.
Berikut nominasi Game of the Year 2026:
Troublemaker 2 — Gamecom Team
Montabi — Mankibo
Kuloniku — Gambir Studio
Coffee Talk Tokyo — Toge Productions
1998: The Toll Keeper Story — GameChanger Studio
Pemenang: Kuloniku (Gambir Studio)
7. Komentar Redaksi Duniaku.com

Gameplay KuloNiku: Bowl Up! (duniaku.com/Adhitya Daniel) Ada hal menarik dari Indonesia Game Awards 2026 yang juga menjadi pengalaman tersendiri bagi redaksi Duniaku.com: salah satu juri dalam ajang penghargaan ini adalah penulis artikel ini, yang mewakili Duniaku.com.
Dari berbagai kategori yang diperebutkan, ada beberapa hal yang menjadi sorotan kami.
Best Game Visual: Masa Depan Visual Game Indonesia yang Menjanjikan
Menurut kami, seluruh nominasi Best Game Visual tahun ini menawarkan identitas visual yang menarik. Masing-masing memiliki karakter tersendiri, sehingga sulit untuk tidak antusias melihat arah perkembangan visual game Indonesia ke depannya.
Jika keragaman pendekatan visual seperti ini menjadi gambaran masa depan industri game Indonesia, kami akan sangat senang melihat perkembangannya.
Best Game Narrative: 1998: The Toll Keeper Story Memang Kuat
Untuk kategori narasi, 1998: The Toll Keeper Story merupakan salah satu game dengan kekuatan penceritaan yang paling menonjol di antara judul-judul yang kami soroti tahun ini.
Kekuatan narasinya juga tercermin dari keberhasilannya membawa pulang penghargaan Best Game Narrative, selain WINGS Award.
Kuloniku Bowl Up: Paket Lengkap yang Layak Mendapat Perhatian
Untuk kategori Best Gameplay dan Game of the Year, Kuloniku Bowl Up merupakan pilihan yang kami dukung. Bagi kami, game ini menawarkan paket yang sangat lengkap dibandingkan para pesaingnya.
Dari sisi cerita, dalam reviewnya penulis Duniaku.com Adhitya Daniel menyoroti bagaimana premis sederhana dalam game ini berkembang menjadi sesuatu yang semakin tidak terduga.
Cerita sederhana tentang seorang pengurus bakso biasa ini diputar balik menjadi spesial begitu monopoli, konspirasi, sampai agen rahasia terlibat. Apalagi ketika kamu sadar bahwa semua hal yang kamu lakukan sendiri, mulai dari meja pesanan sampai belakang dapur, ternyata bukan hal yang manusiawi.
Dari segi gameplay, Kuloniku Bowl Up juga menawarkan lebih dari sekadar mengambil pesanan dan memasak makanan.
Mengambil pesanan secara acak untuk dibuat di dapur mungkin biasa, namun quality of life yang dibawa oleh game ini, seperti timing kesabaran, variasi solusi dalam satu pesanan, sampai variasi cara memasak bahan makanan, terus membuat game ini asyik dimainkan mau harinya diulang berapa kali pun.
Meskipun kadang faktor acak dalam game ini membuat isi pesanannya naik darah. Apa maksudnya mi segar enggak pakai mi dan kuah?!
Sementara itu, musik dan desain audio turut mendukung pengalaman bermain yang ditawarkan.
Pilihan musik yang whimsical pun bikin game ini semakin tidak membosankan, karena masing-masing lagu menjadi motif yang oke buat mewakili loop keseharian sampai tidur, sampai detik kamu mendengar lagu santai yang sama lagi.
Efek audio ketika memasak juga menjadi indikator yang oke ketika melakukan multitasking: menggoreng ayam sambil memotong cabai sambil merebus bakso tahu putih dan mi, dengan separasi bunyi yang pas.
Satu aspek lain yang membuat Kuloniku Bowl Up begitu menarik adalah replayability-nya. Kombinasi mekanik memasak, variasi pesanan, dan tantangan yang muncul selama permainan membuatnya tetap menyenangkan untuk dimainkan berulang kali.
Bagi kami, inilah yang menjadikan Kuloniku Bowl Up lebih dari sekadar game dengan satu aspek unggulan. Cerita, gameplay, musik, dan pengalaman bermainnya saling melengkapi.
Jadi, tidak mengherankan jika Kuloniku Bowl Up menjadi pilihan kami untuk Best Gameplay dan Game of the Year.
Selamat kepada seluruh pemenang Indonesia Game Awards 2026! Dan kalau kamu belum mencoba Kuloniku Bowl Up, game ini layak masuk daftar untuk dimainkan.




















