Coffee Talk Tokyo bisa dimainkan mulai 5 Maret 2026. (Dok. Toge Productions)
Kasus ini kembali membuka diskusi mengenai perlakuan perpajakan terhadap industri game yang memiliki karakteristik berbeda dibanding sektor konvensional. Dalam pengembangan game, biaya terbesar sering kali berada pada tahap riset dan development yang memakan waktu panjang sebelum menghasilkan produk yang bisa dijual. Perbedaan interpretasi mengenai kapitalisasi dan amortisasi biaya dapat berdampak signifikan pada laporan keuangan dan kewajiban pajak perusahaan.
Di sisi lain, industri game merupakan bagian penting dari ekosistem ekonomi kreatif Indonesia yang tengah didorong untuk berkembang dan bersaing secara global. Ketidakpastian atau miskomunikasi terkait aturan pajak berpotensi memengaruhi kepercayaan pelaku usaha, terutama studio independen yang memiliki sumber daya terbatas.
Ke depan, polemik ini bisa menjadi momentum evaluasi bersama antara regulator dan pelaku industri. Dialog yang transparan, pendampingan yang jelas, serta pemahaman mendalam terhadap model bisnis industri kreatif dinilai penting agar pertumbuhan sektor ini tetap berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap regulasi perpajakan yang berlaku.
Bagaimana menurutmu?