CEO studio game lokal Agate, Shieny Aprilia, mengunggah pernyataan panjang yang menanggapi polemik tersebut. Ia mengawali dengan menyebut telah 17 tahun membangun industri game Indonesia bersama para co-founder Agate, sekaligus menyampaikan rasa hormatnya kepada Kris yang selama ini ia anggap sebagai mentor.
Namun, Shieny secara tegas menyatakan perbedaan pendapat. Ia menyoroti bahwa aturan yang diprotes bukanlah “aturan yang dibuat-buat”, melainkan mengacu pada PSAK 19 (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) yang merupakan adopsi dari International Accounting Standards IAS 38. Menurutnya, standar tersebut adalah praktik akuntansi internasional, bukan kebijakan sepihak.
Dalam pernyataannya, Shieny juga menekankan bahwa pemerintah dinilai benar dalam mengadopsi standar global demi mendorong industri lokal naik kelas. Ia berpandangan bahwa beban untuk memenuhi standar tersebut memang berada pada pelaku industri yang sudah lebih matang, agar bisa menjadi contoh dan mendorong ekosistem game nasional berkembang lebih profesional.