Review Star Wars Jedi Fallen Order: Akhirnya, Game Star Wars yang Oke!

Aksi Jedi dipadu dengan elemen Tomb Raider dan Dark Souls!

Review Star Wars Jedi Fallen Order: Akhirnya, Game Star Wars yang Oke!

Sejak pertama kali mendapatkan hak pengembangan game Star Wars tahun 2013, bisa dibilang EA tidak berhasil memuaskan fans Star Wars. Pun dengan kehadiran dua seri Battlefront di konsol dan PC yang banyak menyulut kontroversi.

Sejatinya, Battlefront tidak jelek, terutama Battlefont II. Yang membuat fans gerah adalah justru bagaimana EA memperlakukan game ini dengan memberikan fitur-fitur yang menyulut kontroversi seperti loot box yang memeras dompet. 

Keraguan fans akan kapabilitas EA dan studio-studio yang berada di bawah naungannya pun berlanjut saat EA mengkonfirmasikan Star Wars Jedi: Fallen Order. Meskipun datang dari Respawn Entertainment yang bisa dibilang sukses menghadirkan Apex Legends dan seri Titanfall, tetap ada kekhawatiran dalam diri fans kalau EA bakal "merusak" game ini lagi dengan kebijakan-kebijakan yang bisa menyulut kontroversi.

Star Wars Jedi: Fallen Order pun dirilis akhir November 2019 kemarin dan setelah beberapa jam bersama Cal Kestis, ekspektasi penulis (yang juga seorang fans Star Wars) akhirnya terpuaskan.

Berikut review Star Wars Jedi: Fallen Order dari Duniaku!

1. Plot dan pengembangan karakter yang oke

Review Star Wars Jedi Fallen Order: Akhirnya, Game Star Wars yang Oke!dok. EA/Respawn Entertainment

Jedi: Fallen Order sendiri mengambil latar waktu sekitar lima tahun setelah film Episode III: Revenge of the Sith. Empire mengeksekusi Order 66, memburu dan membunuh semua Jedi di seluruh penjuru galaksi. 

Aksi pengejaran Empire pun terus berlanjut di game ini. Dalam game ini, kamu akan berperan sebagai Cal Kestis, seorang Padawan Jedi yang tengah bersembunyi dari kejaran Empire. 

Cal pun bersembunyi di planet Bracca. Namun naas, keberadaannya diendus oleh Empire yang mengirimkan Second Sister untuk memburunya. Di saat terjepit, Cal pun ditolong oleh seorang mantan Jedi, Cere Junda dan membawanya ke dalam pesawat Mantis miliknya.

Cal pun akhirnya memulai petualangan untuk menyempurnakan latihan Jedi-nya, sekaligus mencoba untuk menyelamatkan Jedi Order dengan cara menemukan Jedi-jedi lain di seluruh penjuru galaksi. Dia pun dibantu oleh Cere, Greez dan satu unit droid BD-1. Bisakah dia menuntaskan misinya?

Bagi sebuah game single player, kekuatan plot dan karakter tentu menjadi poin penting untuk diperhatikan. Hal tersebut benar-benar dieksekusi dengan baik oleh Respawn. Pemain akan merasa memiliki kedekatan emosional dengan Cal, seorang padawan yang rentan dan belum bisa menyelesaikan latihannya, sembari dihantui rasa trauma dikejar-kejar pasukan Empire.

Pengembangan karakter Cal yang bagus juga pasti akan membuat kamu penasaran untuk terus memainkannya. Di awal, kamu akan menemui Cal yang rapuh dan lemah. Lama kelamaan seiring dengan mendapatkan kekuatan baru, Cal pun menjelma menjadi sosok yang tangguh.

Sedikit banyak, pengembangan karakter Cal mengingatkan penulis terhadap Lara Croft muda di versi reboot Tomb Raider. Itu adalah sebuah poin yang sangat bagus untuk game ini.

2. Lebih dari 50% untuk eksplorasi dan teka-teki

Review Star Wars Jedi Fallen Order: Akhirnya, Game Star Wars yang Oke!dok. EA/Respawn Entertainment

Apa ekspektasimu menjadi seorang Jedi? Bertarung menggunakan lightsaber? Kekuatan force untuk memindahkan atau mengangkat objek? Semuanya benar.

Akan tetapi ada satu hal yang sangat ditonjolkan di game ini, yaitu elemen eksplorasi dan puzzle-nya. Bahkan dalam sekitar 6 jam awal permainan, kamu akan lebih menghabiskan waktumu untuk mengeksplorasi dungeon, memecahkan teka-teki dan menemukan tujuan yang diminta daripada mengayunkan lightsaber untuk melawan musuh.

Level awal di Bracca akan mengajarimu dasar-dasar pergerakan di game ini. Mirip dengan Tomb Raider, Cal bisa memanjat dinding, berayun, melompat antar platform, hingga melakukan wall run. Di level awal ini juga kamu juga akan dibiasakan untuk melihat, mana tembok dan objek yang bisa dipanjat, mana yang tidak. 

Jika kamu sebelumnya terbiasa melihat objek yang "bersinar" menandakan objek tersebut bisa dipanjat, maka kamu mungkin akan cukup kebingungan di game ini. Di beberapa level awal, penulis pun juga melakukan trial and error untuk mencari jalan, mana yang bisa dipanjat dan mana yang tidak.

Tapi seiring dengan petualangan, kamu pasti akan segera terbiasa untuk melihat objek-objek yang panjatable

Kemampuanmu untuk membaca peta akan sangat diuji di game ini. Untuk peta, game ini menggunakan hologram 3 dimensi yang dipancarkan oleh BD-1. Yang membuat susah adalah, banyak lokasi yang terdiri dari beberapa tingkat. Sehingga kamu mungkin akan sangat gampang tersesat saat ingin keluar setelah menyelesaikan misi.

Saat menjelajahi sebuah tempat, kamu juga bisa menemukan berbagai pintu shortcut yang akan mempercepatmu kembali ke Mantis setelah menyelesaikan misi. Cukup membantu, sehingga kamu tidak perlu menyusuri jalan berangkat sebelumnya untuk keluar dari sebuah tempat. 

Baca Juga: Review Monkey King Hero is Back: Terlambat Rilis Satu Generasi

3. Ternyata begini rasanya mengayunkan Lightsaber

Review Star Wars Jedi Fallen Order: Akhirnya, Game Star Wars yang Oke!dok. EA/Respawn Entertainment

Sekarang mari kita berlanjut ke elemen utama dari game ini: mengayunkan lightsaber. Terdapat tiga tombol utama untuk menggunakan lightsaber (di DualShock 4): L1 untuk menangkis serangan, kotak untuk menyerang, dan segitiga untuk serangan yang lebih kuat.

Sistem pertarungannya bisa dibilang cukup mirip dengan Dark Souls. Ketepatanmu timing-mu dalam menangkis serangan akan sangat menentukan keberhasilanmu memenangkan pertarungan. Jika kamu menangkis serangan jarak dekat dengan tepat, maka akan membuka kesempatan melakukan serangan yang lebih mematikan ke musuh. 

Kamu juga bisa menangkis blaster yang ditembakkan para trooper. Jika kamu menangkisnya di saat yang tepat, maka kamu bisa memantulkan blaster tersebut sehingga membunuh tuannya sendiri. By the way, trooper di game ini jago-jago lho, baik yang cuma menggunakan senjata blaster, atau yang menggunakan senjata melee. Semua tembakan blaster-nya tepat sasaran!

Yang menarik lagi adalah gerakan slow motion saat melakukan finishing. Gerakannya sangat beragam, sekalipun kamu hanya menekan tombol kotak saja. Cukup keren saat melihat Cal membelah bagian-bagian tubuh musuh dengan gerak lambat!

Satu lagi elemen yang dibawa dari Dark Souls adalah tingkat kesulitannya. Health Cal bisa dibilang sangat sedikit sehingga bisa habis hanya dalam empat-lima kali serangan saja. Selain itu, jarak antar save point (meditate) juga cukup jauh, dan setiap kali kamu meditate, musuh-musuhmu akan kembali respawn sekaligus tentu saja, health dan jumlah stim-mu juga kembali seperti semula. 

Untungnya, BD-1 bisa menyembuhkan health-mu dengan menggunakan stim namun jumlahnya terbatas. Pastikan kamu menggunakan stim (menekan tombol D-pad atas) jika health-mu sudah tinggal sedikit.

4. Lebih sering jatuh ke jurang daripada diserang musuh

Review Star Wars Jedi Fallen Order: Akhirnya, Game Star Wars yang Oke!dok. EA/Respawn Entertainment

Entah kamu bakal mengalaminya atau tidak. Tapi selama penulis memainkan game ini, penulis merasa health Cal lebih banyak berkurang karena jatuh ke jurang daripada diserang musuh. . 

Untungnya jika kamu jatuh, kamu tidak akan langsung tewas. Jatuh hanya akan mengurangi health-mu, dan kamu tidak perlu respawn dari save point lagi. Tapi jika health-mu habis, ya tentu saja kamu harus respawn kembali ke save point.

Di beberapa tempat yang cukup gelap, penglihatanmu juga akan diuji untuk menemukan objek-objek yang bisa kamu panjat atau raih. Sebagai contoh sebuah tali menjulur untuk membantumu lompat ke platform selanjutnya akan terlihat sangat "membaur" dengan lingkungan sekitarnya dalam kegelapan.

Untung saja Cal membawa lightsaber yang multifungsi. Cukup tahan L1, maka lightsaber-mu akan berubah menjadi obor dan menerangi jalanmu di tempat yang gelap.

5. Fitur kustomisasi dan skill yang menarik

Review Star Wars Jedi Fallen Order: Akhirnya, Game Star Wars yang Oke!dok. EA/Respawn Entertainment

Game ini menyediakan beberapa fitur kustomisasi yang menurut penulis sih cukup oke. Misalnya untuk kustomisasi lightsaber, kamu bisa mengkustomisasi handle hingga warna bilah pedangnya. Yang menarik lagi, kamu juga bisa memiliki dual lightsaber ala Darth Maul yang bisa membuat gerakan bertarungmu lebih ciamik!

Sistem skill tree-nya juga cukup simpel dan mudah dipahami. Ada tiga jalur skill tree yang bisa kamu ambil, yaitu Force, Lightsaber dan Survival. Di awal permainan kamu hanya memiliki tombol kotak untuk menyerang dan R1 untuk melambatkan objek menggunakan Force. Akan tetapi lambat laun, kamu bisa mengambil skill-skill lain untuk kombo serangan lain serta penggunaan Force yang lebih beragam, misal untuk mendorong objek yang berat.

6. Antarmuka layar yang terkadang kurang jelas

Review Star Wars Jedi Fallen Order: Akhirnya, Game Star Wars yang Oke!dok. EA/Respawn Entertainment

Sebagian besar permainan akan membawamu ke kuil-kuil dan dungeon yang gelap. Namun satu hal yang disayangkan adalah beberapa elemen antarmuka di game ini terlalu kecil dan cukup sulit untuk dibaca seperti hint kegunaan satu tombol dalam kondisi tertentu.

Untuk subtitle default-nya juga cukup kecil. Tetapi untungnya, di bagian Setting kamu bisa mengubah ukurannya agar lebih mudah dibaca. 

Oiya, penulis juga menemukan beberapa glitch di permainan seperti Cal yang masih bisa berdiri tegak padahal kakinya sudah berada di atas jurang, hingga sebagian tubuh yang menembus tebing. Tetapi sampai artikel ini ditulis, penulis belum menemukan bug yang mengganggu gameplay dan pengalaman bermain sih.

7. Layak dapat 4 dari 5 bintang

Review Star Wars Jedi Fallen Order: Akhirnya, Game Star Wars yang Oke!dok. EA/Respawn Entertainment

Sebagai kesimpulan, Star Wars Jedi: Fallen Order bisa memuaskan dahaga fans Star Wars akan game yang bagus. Yah setelah banyak kekecewaan dari EA seperti Battlefront yang penuh kontroversi hingga dibatalkannya beberapa proyek Star Wars (tolong dong, seseorang lanjutkan proyek Star Wars 1313!), game ini akan banyak menyita waktumu sembari menunggu perilisan The Rise of Skywalker 20 Desember nanti. 

Namun satu hal yang mungkin menjadi minus game ini adalah penulis merasa konten eksplorasi dan puzzle-nya yang terlalu banyak dan seakan-akan menutupi esensi Jedi yang jago dalam menggunakan lightsaber dan Force. Untungnya minus tersebut bisa sedikit tertutupi dengan beberapa pertarungan yang sinematik dan keren melawan boss.

Jika harus memberikan nilai, Star Wars Jedi: Fallen Order layak menyandang nilai 4 dari 5 bintang. Sangat direkomendasikan untuk para fans Star Wars!

Seharusnya sih, game ini jadi salah satu penantang kuat Game of The Year tahun ini.

Sebagai bonus, tonton iklan Star Wars Jedi: Fallen Order yang menarik berikut ini

Baca Juga: EA Kembali ke Steam, Dimulai dengan Star Wars Jedi: Fallen Order

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU