Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

CEO Arsanesia Jelaskan Dialog Terbuka Komdigi dan Industri Game!

CEO Arsanesia Jelaskan Dialog Terbuka Komdigi dan Industri Game!
Dialog Terbuka Industri Gim (Berbagai Sumber)
Intinya Sih
  • Dialog Terbuka Komdigi dan Industri Game mempertemukan para pelaku industri dengan pihak pemerintah untuk membahas isu rating game yang tidak sesuai serta status RC pada beberapa judul di Steam.
  • Adam Ardisasmita menjelaskan bahwa ketidaksesuaian rating terjadi karena kuesioner baru Steam belum sepenuhnya sinkron dengan sistem IGRS, menyebabkan miskomunikasi dan bug teknis dalam proses klasifikasi.
  • Dalam diskusi, Adam menekankan perlunya revisi granularity pada kuesioner rating agar batasan konten seperti pornografi dan perjudian lebih jelas serta penilaian game menjadi lebih proporsional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

CEO Arsanesia Adam Ardisasmita menjelaskan aktivitas Dialog Terbuka Komdigi dan Industri Game 8 April! Penasaran dengan diskusinya? Temukan di sini!

1. Adakan Dialog Terbuka!

Adam Ardisasmita, CEO Arsanesia mengungkapkan bahwa ia bersama beberapa perwakilan Industri game seperti Presiden Asosiasi Game Indonesia Shafiq Husein, Head of Business Development Agate Vincentius Ismawan, CEO Gamecom Team Nanda, CEO Toge Productions Kris Antoni, dan Fajri Rahmadhanny dari @gamedevjakarta bertemu dengan Stafsus Komdigi Alfreno Kautsar Ramadhan, Direktur Ekosistem Digital Komdigi Sonny Hendra Sudaryana, Direktur Gim Kemenekraf Luat S.P. Sihombing, Ketua Tim Kebijakan dan Klasifikasi Gim Tita Ayuditya Surya.

Dalam acara bertajuk Dialog Terbuka Industri Gim yang diselenggarakan oleh Komdigi tersebut, mereka menyebutkan dua isu yakni rating yang tidak sesuai untuk menjadi representasi game-nya dan banyak game yang mendapat status RC yakni Refused Classification, atau ditolak klasifikasinya secara otomatis dan berstatus tidak layak distribusi di Steam yang berpotensi takedown.

2. Ketidaksesuaian hasil IGRS di Steam

Sesuai dengan pernyataan resmi dari Steam, Adam mengucapkan bahwa "Komdigi dan steam sudah tektokan komunikasi dari dua tahun lalu. Diskusinya pun cukup lancar dan aman-aman aja." Meskipun untuk Steam hal ini merupakan salah satu hal yang umum mereka tetapkan karena variasi rating game yang terlaksana secara internasional, Adam menjabarkan hasilnya menjadi tidak sesuai hadir karena:

  • Kuesioner Steam terhitung masih baru diimplementasikan sehingga game-game yang ada sebelum kuesioner tersebut secara otomatis tidak bisa langsung terkonversi ratingnya tanpa ikut mengisi self-assessment ini. Konsekuensinya, judul-judul game tersebut menerima rating RC di semua negara termasuk Indonesia.
  • Mapping kuesioner yang berlaku di IGRS dan Steam belum selesai dan masih di fase sinkronisasi, sehingga ada pertanyaan yang belum terpetakan dengan baik dan perlu penyesuaian. Dalam pengumuman Steam, mereka menyebut ini sebagai Miskomunikasi dan Bug Teknis.

3. Perlu lebih granular!

Lebih lanjut lagi, Adam membahas bahwa rating ini pernah dites di acara G2G Festival dan IGDX 2025, yang menuai hasil tidak memuaskan dan perasaan bahwa peraturan tersebut terlalu kaku, sehingga butuh poin-poin yang lebih granular dalam menjelaskan intensitas konten yang tersedia dalam game tersebut. Mengambil contoh Adam menjelaskan "Definisi pornografi itu cukup clear di undang-undang mana yang boleh dan tidak boleh. Tapi, seberapa terbuka sebuah outfit itu hingga mendapatkan rating tertentu harus dibuat lebih berjenjang."

"Yang akan direvisi adalah granularity dari kuesionernya sehingga clear batasan pornografi seperti apa yang diatur. Kalau balatro enggak kena, karena yang masuk RC itu yang pure judol," tutur Adam menjawab pertanyaan dari X tentang batas tiap kategori seperti pornografi, judol, dan pelanggaran hukum.

Apa opinimu sendiri terhadap rating IGRS oleh Komdigi untuk game lokal? Sampaikan di kolom komentar!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Game

See More