Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ulasan Film Spider-Man Brand New Day, Spider-Man Era MCU Terbaik?
Spider-Man: Brand New Day (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day)
  • Spider-Man: Brand New Day menempatkan Peter Parker versi Tom Holland sebagai pusat cerita, meski menghadirkan banyak karakter seperti Punisher, Hulk, MJ, Ned, Scorpion, dan The Hand.
  • Empat tahun setelah No Way Home, Peter yang hidup sebagai Spider-Man menghadapi misteri kejahatan besar sambil bergulat dengan kesendirian dan risiko mengabaikan identitas manusianya.
  • Ulasan menilai film berdurasi 145 menit ini berhasil memadukan aksi, komedi, dan drama emosional; performa Sadie Sink serta arahan Destin Daniel Cretton mendapat sorotan positif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Selama ini, Spider-Man hasil kolaborasi Marvel Studios dan Sony Pictures kerap dinilai memiliki potensi besar, namun pendekatan terhadap Peter Parker terasa kurang maksimal.

Di satu sisi, Peter terlalu lekat dengan Tony Stark dan warisannya. Di sisi lain, ia sering berada di tengah crossover raksasa, termasuk melawan Thanos hingga bertemu dua Spider-Man lain yang sudah lebih dulu dicintai penggemar.

Lalu datang Spider-Man: Brand New Day.

Setelah peristiwa No Way Home, Peter benar-benar harus menjalani hidup sendirian. Situasi itu membuka peluang bagi film ini untuk akhirnya menjadikan Spider-Man Tom Holland berdiri kokoh sebagai tokoh utama kisahnya sendiri.

Apakah film ini berhasil?

Sinopsis Spider-Man: Brand New Day

Empat tahun setelah peristiwa Spider-Man: No Way Home, Peter Parker sudah tidak ada lagi dan Spider-Man kini berada di puncak kemampuannya dalam menjaga Kota New York tetap aman. Semuanya berjalan dengan baik hingga serangkaian kejahatan yang tidak biasa menyeret Spider-Man ke dalam jaring misteri yang lebih besar dari apa pun yang pernah ia hadapi sebelumnya. Untuk menghadapi apa yang akan datang, Spider-Man tidak hanya harus berada dalam kondisi fisik dan mental terbaiknya, tetapi juga harus siap menghadapi konsekuensi dari masa lalunya!

1. Banyak karakter, tapi Spider-Man tetap jadi pusat cerita

Spider-Man berhadapan dengan Hulk. (Dok. Sony Pictures, Marvel Studio/Spider-Man: Brand New Day)

Kalau soal karakter, Spider-Man: Brand New Day masih mempertahankan ciri khas era Marvel-Sony: deretan pemainnya sangat ramai.

Trailer saja sudah menampilkan Punisher dan Hulk. Belum lagi karakter misterius yang diperankan Sadie Sink, kembalinya MJ dan Ned, hingga kemunculan Scorpion, organisasi The Hand, serta Bill Metzger (Tramell Tillman), pemimpin Damage Control.

Namun justru di sinilah kekuatan film ini.

Di tengah begitu banyak karakter, Spider-Man tidak pernah terasa tertutupi.

Sebagian karakter memang hanya hadir sebagai cameo. Namun karakter-karakter penting justru berfungsi sebagai cermin bagi Peter Parker. Mereka sama-sama bergulat dengan kesendirian, meski penyebabnya berbeda.

Semua hubungan, konflik, dan perkembangan emosinya kembali mengarah kepada Peter.

Saat film berakhir, saya mendapat kesan yang selama ini belum pernah benar-benar saya rasakan dari Spider-Man versi MCU: Tom Holland akhirnya terasa sepenuhnya menjadi tokoh utama kisahnya sendiri.

2. Apa yang terjadi ketika seorang pahlawan mencoba meninggalkan identitas manusianya?

Spider-Man (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day)

Setelah dilupakan semua orang di No Way Home, Peter tentu tidak berada dalam kondisi yang baik.

Sebagai Spider-Man, ia semakin efektif membasmi kejahatan di New York. Namun di sisi lain, ia seperti mulai meninggalkan identitas Peter Parker.

Ia semakin jarang melepas topengnya dan hidup hampir sepenuhnya sebagai Spider-Man.

Film ini kemudian mengajukan pertanyaan sederhana: Apakah itu sehat?

Jawabannya tentu tidak.

Salah satu pesan paling kuat dalam Brand New Day adalah bahwa tidak ada manusia yang seharusnya menanggung semuanya sendirian.

Tema tersebut dieksplorasi melalui Peter Parker, Frank Castle, hingga karakter yang diperankan Sadie Sink, masing-masing dengan pendekatan yang berbeda.

Yang menarik, setelah No Way Home banyak penggemar berharap Peter akhirnya menjadi Spider-Man yang benar-benar mandiri karena kini ia sendirian.

Namun Brand New Day justru menunjukkan hal sebaliknya.

Peter memang akhirnya berdiri kokoh sebagai tokoh utama. Tetapi itu tidak berarti ia harus menghapus sisi manusianya dan tenggelam sepenuhnya dalam identitas Spider-Man.

3. "Home Run" untuk Sadie Sink

Sosok Misterius di Fim Spider-Man: Brand New Day (Youtube.com/Sony Picture Entertainment)

Menurut saya, Spider-Man: Brand New Day bisa menjadi batu loncatan besar berikutnya bagi Sadie Sink setelah Stranger Things.

Identitas karakternya memang dijaga rapat selama masa promosi. Walau begitu, saya tahu sebagian penggemar sudah berhasil menebaknya.

Yang bisa saya katakan tanpa membocorkan terlalu banyak adalah: Sadie Sink tampil luar biasa.

Ia mampu menghadirkan karakter yang sekaligus sangat kuat, menjadi ancaman terbesar bagi Spider-Man di film ini, namun tetap menyimpan luka emosional dan rasa kesepian yang membuatnya mudah dipahami.

Sekali lagi, film ini menggunakan karakter lain sebagai cermin bagi Peter Parker.

Dalam beberapa momen, karakter Sadie justru menjadi refleksi kelam dari kondisi Peter sendiri.

Karena itulah konflik mereka terasa emosional, bukan sekadar pertarungan superhero melawan villain.

Menurut saya, performa Sadie Sink di sini juga menjadi bukti bahwa kariernya setelah Stranger Things akan tetap bersinar.

4. 145 menit yang terasa berlalu begitu cepat

Spider-Man (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day)

Jujur saja, 145 menit bukan durasi yang singkat.

Screening yang saya hadiri baru dimulai sekitar pukul 19.50, dan sepanjang film saya sempat berpikir bagaimana nanti harus mengejar transportasi pulang ke Bekasi sebelum LRT Jabodebek berhenti beroperasi.

Namun pada akhirnya... saya sama sekali tidak menyesal.

Bahkan rencana saya untuk keluar lebih awal demi mengejar kereta terakhir langsung terlupakan.

Film ini terus menjaga ritmenya. Ada adegan yang lucu. Ada momen yang emosional. Ada aksi yang memukau.

Dan yang paling penting, eksplorasi tema kesendirian membuat semua aksi tersebut memiliki bobot emosional.

Ketika lampu bioskop menyala, saya tidak merasa baru saja menyaksikan parade fan service.

Saya merasa baru saja mengikuti perjalanan seorang Peter Parker yang akhirnya menemukan kembali sisi manusianya.

5. Destin Daniel Cretton kembali menunjukkan kelasnya

Poster Film Spider-Man: Brand New Day (Instagram.com/tomholland2013)

Sejak Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings, Destin Daniel Cretton sudah menunjukkan kemampuannya mengelola banyak karakter dalam satu film tanpa membuat tokoh utamanya kehilangan sorotan.

Brand New Day menjadi pembuktian bahwa itu bukan kebetulan.

Ia kembali menghadirkan konflik superhero yang emosional, mengelola deretan karakter penting dengan baik, dan memastikan semuanya tetap berfungsi untuk membangun perjalanan Peter Parker.

Saya juga menyukai bahwa konflik utamanya tetap berpusat pada karakter yang sejak awal dibangun film.

Tidak ada ancaman baru yang mendadak muncul di akhir dan mengambil alih posisi antagonis utama.

Keputusan itu membuat klimaks film terasa jauh lebih kuat secara emosional.

6. Kesimpulan

cuplikan film Spider-Man: Brand New Day (dok. Marvel Studio/Spider-Man: Brand New Day)

Saya memberi Spider-Man: Brand New Day 5 dari 5 bintang.

Apakah saya langsung menempatkannya di atas Spider-Man 2 (2004)?

Saya rasa saya masih butuh waktu untuk menjawabnya. Menilai sehari setelah menonton tentu masih dipengaruhi euforia.

Namun satu hal yang bisa saya katakan dengan yakin: ini adalah salah satu film Spider-Man era MCU terbaik. Film yang akhirnya membuat Peter Parker versi Tom Holland benar-benar berdiri kokoh sebagai tokoh utama kisahnya sendiri.

Film yang menyajikan aksi, komedi, dan drama dengan sangat baik, namun juga memiliki jiwa. Jiwa yang membuat ceritanya tetap membekas setelah kredit penutup selesai bergulir.

7. for Revenge

Dok. Sony Music (for revenge ost spider-man brand new day)

Sebelumnya Duniaku.com juga sudah membahas soal for Revenge mempersembahkan 'I Miss You Every Brand New Day', sebuah original song untuk film Spider-Man: Brand New Day.

'I Miss You Every Brand New Day' membawa identitas emosional for Revenge ke dalam semesta Spider-Man: Brand New Day. Lagu ini menjadi pertemuan antara narasi personal yang selama ini kuat dalam karya for Revenge dengan dinamika perjalanan salah satu karakter pahlawan super paling ikonis di dunia. Diperkaya oleh kontribusi sejumlah musisi dan sosok kreatif, lagu ini menghadirkan vokal tamu dari Cynantia Pratita, arahan vokal oleh Kamga, serta paduan suara dari Gege Gumilar, Mulia Aprianto, Nadine Arlyanaza, dan Luginia Raftiane. Proses produksinya turut melibatkan sejumlah nama di balik layar industri musik Indonesia, menegaskan skala dan keseriusan karya ini sebagai original song.

Dalam versi yang saya tonton saat screening, 'I Miss You Every Brand New Day' malah jadi lagu ending saat credits bergulir, yang membuat momen menunggu post-credits jadi semakin menarik.

Dan lagunya sendiri memang cukup sesuai dengan kondisi batin Peter Parker di awal film.

Music Video-nya bisa kamu tonton di bawah ini.

Spider-Man: Brand New Day
2026
5/5
Directed by Destin Daniel Cretton
ProducerKevin Feige, Amy Pascal, Rachel O'Connor, Avi Arad
WriterErik Sommers, Chris McKenna
Age Rating13+
GenreCerita Fiksi, Aksi, Petualangan
Duration145 Minutes
Release Date29-07-2026
Thememind control, new york city, mutation, superhero, spider, based on comic, sequel, ninja, super power, masked vigilante, marvel cinematic universe (mcu), masked superhero
Production HouseMarvel Studios, Columbia Pictures, Pascal Pictures, TSG Entertainment II
Where to WatchBerbagai jaringan bioskop Indonesia
CastTom Holland, Zendaya, Sadie Sink, Jacob Batalon, Jon Bernthal

Trailer Spider-Man: Brand New Day

Curated For You

Editorial Team

Related Article