Hulk dalam Spider-Man: Brand New Day (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day)
Kalimat ikonik "That's my secret, Cap. I'm always angry." bukan sekadar candaan Bruce Banner. Sejak awal, Hulk memang lahir dari amarah yang terus dipendam Banner selama bertahun-tahun.
Masalahnya, ketika Hulk benar-benar kehilangan kendali, amarah tersebut sering kali menutupi kemampuan berpikir jernih. Dalam kondisi seperti itu, Hulk tidak selalu mampu membedakan siapa musuh, siapa sekutu, atau seberapa besar kerusakan yang ia timbulkan.
Yang ada di pikirannya hanyalah melampiaskan emosi dan menghancurkan apa pun yang dianggap sebagai ancaman. Itulah yang terjadi saat Wanda Maximoff memanipulasi pikirannya di Johannesburg dalam Avengers: Age of Ultron, membuat Hulk mengamuk tanpa mempertimbangkan keselamatan warga sipil.
Pada akhirnya, Hulk adalah monster dengan kekuatan yang nyaris tak terbendung. Ketika sosok sekuat itu dipenuhi amarah dan kehilangan kendali, kehancuran besar hampir tidak bisa dihindari. Karena itulah, banyak orang di MCU menganggap Hulk sebagai ancaman. Namun, ancaman tersebut lahir dari sifat dan kondisinya yang kompleks, bukan karena ia memang memiliki niat jahat.