Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ulasan Film, The End of Oak Street, Drama Keluarga dan Dinosaurus
Dok. Warner Bros (The End Of Oak Street)
  • The End of Oak Street mengisahkan keluarga Denise dan Greg yang bersama tetangga terlempar ke era prasejarah, lalu bertahan dari dinosaurus di tengah masalah keluarga dan ekonomi.
  • Ulasan menilai durasi 100 menit terasa lambat serta repetitif karena pengembangan karakter dangkal dan premis fiksi ilmiah potensial diperlakukan dengan narasi aman serta klise.
  • Akting Anne Hathaway, Maisy Stella, dan Christian Convery dinilai solid, tetapi efek visual, penggambaran dinosaurus, serta kekerasan berdarah dinilai tidak selaras dengan pemasaran film keluarga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebagai sebuah proyeksi sinematik yang mencoba menggabungkan elemen fiksi ilmiah dan drama keluarga bertahan hidup, The End of Oak Street memiliki potensi yang lumayan menarik. Sayang, karena ada beberapa batasan, film ini sedikit gagal dalam memenuhi ekspektasi fundamental dari kedua genre tersebut.

Dengan durasi 100 menit, film ini justru menghadirkan sebuah narasi artifisial yang terasa berjalan terlalu lambat, akibat minimnya substansi cerita dan eksekusi yang repetitif. Untungnya, beberapa elemen masih sangat menarik untuk diikuti, terutama kalau kamu menyukai film drama keluarga yang ringan tetapi berdarah-darah.

1. Premis yang Terbuang

Dok. Warner Bros (The End Of Oak Street)

Eksplorasi karakter sejak awal terasa sangat dangkal. Film ini memperkenalkan Denise (Anne Hathaway) dan Greg (Ewan McGregor) sebagai pasangan suami istri dengan dinamika rumah tangga yang stagnan. Latar belakang ekonomi mereka direpresentasikan melalui aspirasi Denise sebagai penulis yang belum berhasil, serta keterpaksaan Greg bekerja sampingan sebagai kurir pizza.

Anak-anak mereka, Audrey (Maisy Stella) dan Brian (Christian Convery), sayangnya hanya difungsikan sebagai instrumen penggerak plot. Impian Audrey untuk melanjutkan pendidikan ke Cornell dan kekagumannya pada Carl Sagan hanya diletakkan sebagai justifikasi tipis bagi rentetan peristiwa ganjil berikutnya, sementara Brian hanya diberikan karakterisasi sebatas pemilik seekor anjing peliharaan bernama Starbuck.

2. Narasi Minim Risiko

Dok. Warner Bros (The End Of Oak Street)

Transisi naratif terjadi ketika keseluruhan lingkungan suburban tersebut secara anomali terlempar ke era prasejarah. Sayangnya, potensi dari premis fiksi ilmiah ini direduksi menjadi rentetan formula klise. Antisipasi penonton terhadap dekonstruksi plot yang mungkin ditawarkan akan segera dipatahkan oleh pilihan-pilihan naratif yang sangat aman.

Pendekatan semacam ini secara jelas memperlihatkan campur tangan produser J.J. Abrams, yang kembali menunjukkan keengganannya untuk mengambil risiko artistik, sebuah pola yang sebelumnya terlihat pada film The Rise of Skywalker yang menuai kritikan juga.

3. Inkonsistensi Target Audiens

Dok. Warner Bros (The End Of Oak Street)

Dari aspek teknis dan representasi, komparasi dengan mahakarya Spielberg, Jurassic Park, menjadi sebuah keniscayaan bagi film prasejarah mana pun. Sangat disayangkan bahwa kualitas efek visual dalam The End of Oak Street tampak tertinggal dari standar teknologi yang telah dicapai tiga dekade silam. Lebih jauh lagi, film ini gagal menghadirkan entitas dinosaurus sebagai organisme yang hidup, melainkan mendegradasinya menjadi sekadar mesin pembunuh mekanis. Satu-satunya anomali perilaku fauna yang disisipkan adalah sebuah adegan reproduksi reptil raksasa yang secara lucu justru direspons oleh para protagonis dengan mengambil dokumentasi foto.

Disparitas antara target audiens dan eksekusi visual juga memunculkan problematika serius. Karya ini dipasarkan sebagai tontonan keluarga, namun memuat elemen kekerasan dan kebrutalan visual yang secara agresif melanggar batas klasifikasi usianya. Ironisnya, di balik adegan-adegan berdarah tersebut, kerumitan cerita yang ditawarkan terlampau naif bagi audiens dewasa, sehingga menyisakan pertanyaan besar mengenai demografi mana yang sebenarnya disasar oleh film ini.

4. Pemain yang Apik dengan Skenario yang Minim

Dok. Warner Bros (The End Of Oak Street)

Di departemen akting, Anne Hathaway memberikan performa yang optimal meski harus berhadapan dengan skenario yang miskin dimensi. Stella dan Convery juga menampilkan akting yang cukup solid sebagai remaja, walau ruang perkembangan karakter mereka sangat dibatasi. Di sisi lain, interpretasi Ewan McGregor terhadap karakternya justru menghasilkan figur yang cukup mengganggu harmoni di depan layar.

Secara keseluruhan, film ini merupakan sebuah ironi bahwa proyek yang miskin arah ini disutradarai oleh David Robert Mitchell, figur yang sebelumnya diakui berkat film horor modern It Follows. Metafora paling representatif untuk merangkum esensi film ini mungkin telah tersaji sejak awal durasi, yaitu saat sebuah tumpukan kotoran raksasa secara misterius muncul di halaman rumah karakter. Elemen tersebut rupanya bukan sekadar perangkat komedi kasar, melainkan sebuah penanda betapa sederhananya film ini.

Sinopsi The End Of Oak Street (2026)

Keluarga Denise dan Greg menjalani kehidupan pinggiran kota yang diwarnai dengan rasa frustrasi dan impian yang tertunda. Denise berjuang keras mewujudkan ambisinya menjadi seorang penulis, sementara suaminya, Greg, terpaksa bekerja sambilan sebagai kurir piza demi memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga. Anak-anak mereka pun memiliki masalahnya sendiri; Audrey terhalang masalah biaya untuk mengejar cita-citanya masuk ke Universitas Cornell, sementara sang adik, Brian, lebih banyak menghabiskan waktu bersama anjing peliharaannya yang bernama Starbuck.

Dinamika keluarga yang penuh tekanan tersebut mendadak berubah menjadi mimpi buruk akibat sebuah anomali misterius. Tanpa peringatan apa pun, seluruh kawasan perumahan tempat tinggal mereka di Oak Street tiba-tiba terlempar melintasi batas ruang dan waktu. Mereka terbangun dan menyadari bahwa lingkungan suburban yang modern tersebut kini terdampar tepat di tengah-tengah era prasejarah yang liar dan tak terjamah.

Terjebak di lingkungan yang asing dan sangat berbahaya, keluarga ini beserta para tetangga mereka kini harus berjuang mati-matian untuk bertahan hidup. Mereka dipaksa menghadapi teror mematikan dari berbagai dinosaurus buas yang menganggap manusia sebagai mangsa, mengubah kawasan pinggiran kota yang dulunya tenang menjadi arena perburuan berdarah.

The End of Oak Street
2026
3/5
Directed by David Robert Mitchell
ProducerHannah Minghella, David Robert Mitchell, J.J. Abrams, Matt Jackson, Tommy Harper
WriterDavid Robert Mitchell
Age RatingSU
GenreCerita Fiksi, Misteri, Cerita Seru
Duration99 Minutes
Release Date12-08-2026
Themefamily relationships, survival, dinosaur, neighborhood, 1980s, survival adventure
Production HouseWarner Bros. Pictures, Domain Entertainment, Bad Robot, Jackson Pictures
Where to WatchCGV, Cinema XXI, Flix, Cinepolis
CastAnne Hathaway, Ewan McGregor, Christian Convery, Maisy Stella, Jordan Alexa Davis

Trailer The End of Oak Street (2026)

Curated For You

Editorial Team

Related Article