Dok. Legendary Pictures/Capcom (Street Fighter/Chun Li)
Liang membahas proses transformasi fisiknya dalam wawancara dengan Empire Magazine.
Selama menjalani fase peningkatan massa tubuh (bulking), Liang mengonsumsi 12 butir telur setiap hari dan memaksakan dirinya untuk makan setiap dua jam.
Saking banyaknya makanan yang harus dikonsumsi, ia bahkan mengaku beberapa kali merasa hampir mual. Meski begitu Liang merasa caranya berhasil.
Dan hasilnya memang terlihat. Ketika proses syuting film selesai, Liang menyebut ukuran kedua pahanya telah bertambah 6,5 sentimeter.
Namun, latihan fisiknya bukan hanya soal membesarkan otot.
Karena Chun-Li dikenal sebagai fighter yang mengandalkan tendangan, latihan Liang juga berfokus pada berbagai teknik bela diri.
“Karakter Chun-Li dikenal karena tendangannya; oleh karena itu, kami memusatkan latihan pada teknik Taekwondo, Muay Thai, dan wushu selama total dua jam sehari, serta latihan kekuatan kaki,” ungkap Liang kepada Empire.
Dan ternyata, persiapannya tidak berhenti pada latihan fisik.
Liang juga berusaha memahami bagaimana Chun-Li bergerak dalam game.
Ia mengunduh berbagai versi Street Fighter ke konsol PlayStation 5, kemudian merekam gerakan Chun-Li menggunakan ponselnya dalam mode gerak lambat (slow motion).
Tujuannya sederhana: agar ia bisa menonton ulang dan mempelajari gerakan Chun-Li satu per satu.
Jadi, Liang bukan cuma berusaha membuat tubuhnya terlihat seperti Chun-Li. Ia juga berusaha bergerak seperti Chun-Li.