- Liu Kang
- Kung Lao
- Scorpion
- Sub-Zero
Kenapa Cole Young Kurang Disukai di Mortal Kombat (2021)?

- Cole Young kurang disukai karena menjadi karakter orisinal di tengah jajaran legenda Mortal Kombat, membuatnya sulit diterima oleh fans yang sudah terikat dengan tokoh klasik.
- Karakterisasi Cole dinilai hambar dan generik meski punya latar menarik, terutama saat dibandingkan dengan karakter seperti Johnny Cage yang lebih kuat identitasnya dan mudah diingat.
- Banyak fans menilai Lewis Tan sebenarnya cocok memerankan karakter lain seperti Kenshi, sementara absennya Cole dari game Mortal Kombat makin memperlemah posisinya di franchise.
Cole Young adalah karakter orisinal yang menjadi tokoh utama film Mortal Kombat.
Namun kalau kamu sering mengikuti diskusi soal film ini, apalagi menjelang rilis Mortal Kombat II, kamu mungkin sadar bahwa respons terhadap Cole cukup unik.
Sebagian penonton hanya “menoleransi” keberadaannya, sementara sebagian lain justru terang-terangan tidak menyukainya.
Kenapa bisa begitu?
1. Cole adalah karakter orisinal di tengah para legenda Mortal Kombat

Ini sebenarnya tantangan terbesar Cole sejak awal.
Di franchise yang dipenuhi karakter ikonik seperti:
tokoh utama filmnya justru adalah karakter baru yang belum pernah muncul di game.
Dari titik itu saja, posisi Cole sebenarnya sudah sulit.
Fans Mortal Kombat datang dengan keterikatan emosional terhadap karakter-karakter klasik. Jadi karakter baru seperti Cole membutuhkan penulisan yang sangat kuat agar bisa langsung diterima.
2. Masalahnya, karakterisasi Cole terasa cukup hambar

Sayangnya, banyak penonton merasa Cole tidak mendapat penyajian karakter yang cukup menarik.
Secara konsep, Cole sebenarnya punya elemen yang bisa dikembangkan: petarung MMA yang gagal, pria berkeluarga, keturunan Hanzo Hasashi, sosok yang terseret konflik besar antardimensi.
Namun di film, kepribadiannya terasa cukup generik dibanding karakter Mortal Kombat lain yang jauh lebih eksentrik dan mudah diingat.
Ini terasa makin jelas ketika dibandingkan dengan Johnny Cage di Mortal Kombat II.
Johnny langsung terasa punya identitas kuat: arogan, lucu, narsis, tapi tetap karismatik.
Selain itu, Johnny memang sudah memiliki sejarah panjang di game sehingga fans lebih mudah menerima kehadirannya.
3. Banyak fans merasa Lewis Tan cocok untuk karakter lain

Menariknya, kritik terhadap Cole tidak selalu berarti kritik terhadap Lewis Tan sebagai aktor.
Banyak penonton justru merasa Lewis Tan sebenarnya punya potensi besar di universe Mortal Kombat.
Masalahnya, mereka merasa dia mendapat karakter yang kurang menarik.
Dengan kemampuan bela diri Lewis Tan, terutama latar belakangnya dalam teknik pedang Jepang, cukup banyak fans yang merasa dia sebenarnya lebih cocok memerankan Kenshi.
Apalagi secara penampilan dan aura, Lewis Tan memang terasa punya vibe yang cocok untuk karakter pendekar seperti Kenshi.
Karena itu, ada rasa sayang dari sebagian fans yang merasa potensinya “dihamburkan” untuk karakter orisinal yang kurang kuat.
4. Cole juga kurang mendapat dukungan dari game Mortal Kombat

Hal lain yang cukup menarik adalah minimnya sinergi antara Cole dan game Mortal Kombat sendiri.
Kalau Cole kemudian muncul di game setelah film rilis, mungkin penerimaan fans terhadapnya bisa menjadi lebih baik.
Setidaknya keberadaannya akan terasa lebih “resmi” dalam franchise.
Namun sampai sekarang, bahkan Mortal Kombat 1 pun tidak memasukkan Cole Young sebagai karakter.
Hal ini membuat sebagian fans merasa Cole memang hanya dibuat untuk kebutuhan film, bukan karakter yang benar-benar dianggap penting untuk keseluruhan franchise.


















