Kolaborasi Sinema Berkumpul di Next Step Studio

- Next Step Studio adalah program kolaborasi film pendek antara Indonesia dan negara Asia Tenggara yang akan diputar di La Semaine de la Critique, Festival de Cannes, Prancis.
- Delapan sutradara muda dari Indonesia dan Asia Tenggara berkolaborasi menghasilkan empat film berjudul Annisa, Holy Crowd, Original Wound, dan Mothers Are Mothering.
- Program ini didukung oleh berbagai lembaga seperti kedutaan Prancis dan kementerian budaya Indonesia, namun jadwal penayangan di Indonesia belum ditentukan.
Next Step Studio, merupakan program kolaborasi antara Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya, yang bertujuan untuk menghadirkan empat film pendek yang nantinya akan ditayangkan di La Semaine de la Critique, Festival de Cannes yang bertempat di Perancis. Dua tahun setelah Filipina menjadi target program Next Step Studio, akhirnya tahun ini mereka mengalihkan fokusnya ke Indonesia.
Kolaborasi antara 4 sutradara Indonesia dan 4 sutradara Asia Tenggara lainnya
Dalam Next Step Studio ini, akan ada 4 sutradara dari Indonesia dan 4 sutradara dari negara Asia Tenggara lainnya, berkolaborasi untuk membuat 4 film pendek. Sutradara yang terlibat diantaranya adalah Reza Rahadian dari Indonesia dan Sam Manacsa dari Filipina, Reza Fahriyansyah dari Indonesia dan Ananth Subramaniam dari Malaysia, Shelby Kho dari Indonesia dan Sein Lyan Tun dari Myanmar, serta Khozy Rizal dari Indonesia dan Lam Li Shuen dari Singapura. Kerjasama antara delapan sutradara ini menghasilkan empat film dengan judul Annisa, Holy Crowd, Original Wound, dan Mothers Are Mothering yang siap bersaing di festival film internasional.
Didukung oleh berbagai pihak

Program Next Step Studio ini mampu berjalan berkat dukungan berbagai pihak, diantaranya sebagian adalah dari kedutaan Perancis, kementrian budaya Indonesia, dan juga badan perfilman Indonesia, dan berbagai pihak lainnya yang terlalu banyak jika disebutkan satu persatu. Syarat untuk terpilih menjadi sutradara dalam program Next Step Studio ini juga tidak sembarangan, di mana para sutradara tersebut harus baru pernah menyutradarai satu atau dua film, dan karya artistiknya menarik perhatian.
Belum tahu kapan akan tayang di Indonesia

Empat judul film tersebut memiliki daya tariknya masing-masing. Annisa, yang diangkat dari kisah nyata, seorang anak buta yang bercita-cita tampil di panggung sekecil apapun, lalu ada Holy Crowd yang mengangkat isu sosial dan ke-absurd an manusia di Asia Tenggara, Original Wound tentang trauma keluarga, dan Mothers Are Mothering sebuah drama arisan biasa yang alurnya bisa bercabang ke genre lain. Sayangnya, belum ada rencana apakah film ini akan ditayangkan di Indonesia atau tidak. Semua bergantung pada keberhasilan film ini di Cannes.

















