Review Bloodshot, Adaptasi yang Melenceng Jauh dari Komiknya

Vin Diesel beraksi sebagai tentara super yang tak bisa mati

Review Bloodshot, Adaptasi yang Melenceng Jauh dari Komiknya

Saat kami mendengar Bloodshot akan dibuatkan filmnya, kami langsung melompat tidak percaya. Bagaimana mungkin komik aksi yang penuh dengan adegan gore karya Kevin VanHook, Don Perlin, dan Bob Layton di Valiant Comic ini bisa masuk ke layar bioskop dengan aman?

Setelah kami tahu kalau Vin Diesel ikut terlibat di dalamnya, kami langsung sadar kalau film ini pasti akan mendapatkan banyak sensor dan penyesuaian yang cukup banyak.

1. Era tentara super dengan nano machine

Review Bloodshot, Adaptasi yang Melenceng Jauh dari Komiknyabloodshot.movie

Cerita Bloodshot dibuka dengan sebuah misi yang dijalani oleh Ray Garrison (Vin Diesel). Dalam misi tersebut Ray berhasil membebaskan seorang sandera yang ditahan oleh teroris. Misi berjalan mulus dan Ray pulang dan disambut sang istri, Gina (Talulah Riley).

Setelah misi berakhir, Ray dan Gina pergi bersenang-senang. Sayang keduanya diculik oleh pemimpin teroris yang ingin balas dendam karena aksi Ray sebelumnya. Pada penculikan tersebut, Gina dibunuh dan Ray ditembak pada jarak point blank.

Setelah kejadian itu Ray malah terbangun di sebuah fasilitas pengembangan teknologi militer yang bernama RST. Fasilitas tersebut dipimpin oleh Dr. Emil Harting (Guy Pearce). Harting lalu menjelaskan kalau Ray merupakan “aset” dari militer Amerika yang dijadikan bahan percobaan RST.

Di RST Ray berkenalan dengan KT (Eiza Gonzalez) yang merupakan eksperimen RST lainnya. Dari perkenalan tersebut Ray mempelajari kalau dirinya sempat mati dan berhasil dibangkitkan kembali melalui teknologi nano machine.

Proses pembangkitan tersebut membuat Ray hilang ingatan dan kurang stabil sehingga dia memutuskan untuk beristirahat. Dalam istirahatnya Ray terbangun karena potongan-potongan ingatan yang mengacu pada Gina.

KT yang menemukan kalau Ray terbangun, menawarinya minum-minum. Setelah minum gelas pertamanya, Ray langsung teringat semua kejadian yang menimpanya di masa lalu. Termasuk kondisi Gina yang mati di hadapannya. Terbakar dengan niat balas dendam, Ray melarikan diri dari fasilitas RST dan mengejar orang yang mengeksekusi dirinya.

Baca Juga: Akibat Virus Corona, Film Mulan 2020 Undur Tanggal Tayang!

2. Melenceng dari komik

Review Bloodshot, Adaptasi yang Melenceng Jauh dari Komiknyabloodshot.movie

Siapapun yang menulis cerita untuk film ini tampaknya melakukan penyederhanaan cukup banyak sehingga membuat Bloodshot versi Hollywood kehilangan sisi emosinya. Apalagi dalam versi ini sang penulis cerita seperti membuang unsur keluarga yang seharusnya menjadi bahan bakar utama Bloodshot dalam menjalankan misi-misinya.

Ya, kamu masih mendapatkan sosok Gina di sini, tapi seharusnya Ray lebih sering digerakan oleh profil sang anak daripada istri super seksi dengan rambut blonde. Rasanya kami kehilangan sosok Bloodshot yang kami kenal dan digantikan dengan karakter yang lebih Hollywood-sentrik.

Selain berubahnya motif dan emosi dari karakter utama, kami juga kehilangan berbagai elemen yang tadinya menjadi daya jual utama komik Bloodshot. Elemen yang kami maksud adalah, berbagai masalah sosial yang timbul karena perang berkepanjangan.

Valiant Comic memang tidak semegah DC atau Marvel, tapi justru karena itu studio komik ini mampu mengangkat berbagai tema yang dianggap cukup tabu oleh studio komik papan atas lainnya. Hal ini menjadikan Valiant Comic memiliki penggemarnya sendiri, dan kebanyakan penggemarnya tidak puas dengan film ini.

3. Akting Vin Diesel di film ini?

Review Bloodshot, Adaptasi yang Melenceng Jauh dari Komiknyabloodshot.movie

Akting Vin Diesel di film ini bisa dijelaskan dengan semua film yang pernah diperankan oleh dirinya, terutama seri The Fast and The Furious dan xXx. Vin Diesel seperti membawa Dom ke dunia Bloodshot, tidak lebih dan tidak kurang. Mungkin penilaian ini akan sedikit berbeda kalau dia tidak merilis The Fast and The Furious setiap dua tahun sekali. Tapi memang Vin Diesel tipe inilah yang bakal kamu hadapi ketika menonton Bloodshot.

Akting superb di Bloodshot justru hadir dari Lamorne Morris yang berperan menjadi Wilfred Wigans. Entah mengapa kami merasakan betapa uniknya karakter Wigans yang digambarkan jago banget dalam urusan IT dan nano machine. Selain itu tingkahnya yang kocak sanggup mengimbangi akting Vin Diesel yang serius dan dingin.

Oh iya, selain Lamorne Morris, kami juga memuji akting Eiza Gonzalez yang tampil cukup believable sebagai anggota marinir yang pandai berenang dan melakukan pertempuran di bawah air. Selain itu kehadirannya juga menjadi penanda kalau wanita cantik itu tidak selamanya lemah, setidaknya di film ini.

4. Kesimpulan akhir? Lumayan walau dragging

Review Bloodshot, Adaptasi yang Melenceng Jauh dari Komiknyabloodshot.movie

Bloodshot merupakan film sci-fi yang sangat menarik meskipun memiliki banyak masalah di bagian adaptasi dan akting Vin Diesel. Tapi di luar kedua hal tersebut, sebenarnya Bloodshot menampilkan sebuah film dengan plot yang jauh lebih jelas ketimbang seri The Fast and The Furious.

Tapi sayang plot yang apik ini agak sedikit rusak karena dibuat bertele-tele dan dragging. Hasilnya mungkin kamu akan sedikit merasakan kalau filmnya tidak bergerak ke arah manapun, terutama ketika film ini mencapai bagian paruh keduanya.

Untunglah Bloodshot bisa kami ganjar dengan nilai 4 dari 5 bintang review karena menghadirkan semua elemen film action yang dia butuhkan. Kamu akan mendapatkan karakter yang cukup heroik, kekuatan manusia super, balas dendam, dan sebuah pengampunan. Pokoknya lengkap tanpa adanya formula yang berulang sembilan kali.

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU