adegan dalam serial Avatar: Seven Havens (dok. Paramount+/Avatar: Seven Havens)
Pilihan untuk membuat lompatan waktu 225 tahun ternyata memang berkaitan erat dengan konsep cerita yang diinginkan kreatornya.
Michael Dante DiMartino menjelaskan bahwa ketika ia dan Bryan Konietzko kembali ke Nickelodeon untuk memulai Avatar Studios, mereka memiliki beberapa ide proyek berbeda. Salah satunya adalah serial tentang Avatar Earthbender setelah Korra.
Ide tersebut mulai dikembangkan pada awal 2021, sekitar enam tahun setelah episode terakhir The Legend of Korra ditayangkan.
Menurut DiMartino, konsep awalnya memang dimulai dari keinginan untuk membawa penonton ke dunia yang telah mengalami sebuah peristiwa dahsyat.
Dari sana, mereka mulai memikirkan Avatar seperti apa yang paling cocok untuk dunia tersebut.
Mereka kemudian menciptakan Pavi, seorang gadis muda yang hidup bersembunyi. Ia bahkan dibuat lebih muda dibandingkan Aang maupun Korra ketika pertama kali menjadi protagonis.
Menurut DiMartino, mereka tertarik menempatkan karakter yang baik hati ke dalam dunia yang berada di ambang kehancuran... dan yang lebih menarik lagi, masyarakatnya justru membenci Avatar.
Pavi yang kurang beruntung juga dianggap memberikan banyak potensi drama untuk dikembangkan sepanjang serial.
Sejak awal, DiMartino dan Konietzko juga ingin Seven Havens memiliki nuansa misteri yang lebih kuat dibandingkan dua serial Avatar sebelumnya.
Karena itu, penonton akan memasuki cerita dengan banyak pertanyaan:
Bagaimana dunia bisa menjadi separah ini? Kenapa semua orang membenci Avatar? Apa yang sebenarnya terjadi pada Korra? Bagaimana Pavi kehilangan kakinya?
Dan seperti yang diinginkan DiMartino, pertanyaan-pertanyaan tersebut diharapkan membuat penonton selalu ingin mengetahui lebih banyak.