Teaser Trailer Clayface DC Studios
Hal lain yang membuat perjalanan Matt Hagen terasa tragis adalah ia sebenarnya sempat mendapatkan kesempatan untuk membangun kembali hidupnya.
Setelah wajahnya pulih dan ia tampil di acara karpet merah, Hagen kembali mendapatkan perhatian dari Hollywood dan para penggemarnya. Wajah tampannya kembali menjadi daya tarik, seolah-olah berbagai tuduhan dan kemunduran yang sebelumnya menghancurkan kariernya mulai kehilangan pengaruh.
Ia bahkan sudah mendapatkan kesempatan pekerjaan lagi.
Untuk sesaat, sepertinya Hagen memiliki kesempatan untuk kembali menjadi aktor dan meninggalkan penderitaan yang dialaminya.
Namun, semuanya berubah ketika ia mengetahui melalui siaran berita bahwa mantan manajernya, Frank Fitzpatrick, kini bekerja untuk Mia dan Szabo.
Alih-alih memanfaatkan kesempatan yang terbuka di hadapannya untuk melanjutkan hidup, Hagen memutuskan untuk mengejar orang-orang yang dianggap bertanggung jawab atas kehancurannya. Keputusan inilah yang membawanya semakin jauh ke jalan balas dendam dan menuju transformasi penuhnya menjadi Clayface.
Tentu saja, kemunculan kembali orang-orang yang menghancurkan hidupnya bisa dimengerti sebagai pemicu kemarahan Hagen. Ia punya alasan untuk membenci mereka.
Namun, ada perbedaan antara menginginkan keadilan dan membiarkan dendam menguasai seluruh keputusan hidup.
Hagen sebenarnya sudah memiliki jalan untuk memulai kembali kariernya. Ia tidak harus melupakan apa yang telah terjadi, tetapi ia masih punya pilihan untuk tidak membiarkan masa lalunya menentukan masa depannya.
Pada akhirnya, ia justru memilih jalan yang semakin ekstrem.