Review The Batman, Aksi Batman yang Masih Muda dan Beringas 

Saat Batman masih muda dan beringas dalam membasmi penjahat

Review The Batman, Aksi Batman yang Masih Muda dan Beringas 

The Batman tadinya adalah proyek pribadi “Bat Affleck”. Tapi sayang proyek ini diganti karena Justice League yang tersungkur di box office, sehingga dirinya kehilangan kesempatan menggarap The Batman.

Sebagai gantinya, Warner Bros menunjuk Matt Reeves untuk menyutradarai kisah sang manusia kelelawar. 

Matt Reeves memutuskan untuk menelusuri ide “the great detective” yang biasanya digunakan DC dalam menggambarkan sosok Batman yang selalu berhasil memecahkan misteri.

1. El Rata Alada

Review The Batman, Aksi Batman yang Masih Muda dan Beringas Warner Bros

Batman baru menjalani tahun keduanya beraksi di kota Gotham yang penuh dengan pejabat korup dan penjahat kelas kakap. Sebuah kota yang kotor dan menjijikan, sehingga tidak layak untuk ditinggali oleh siapapun.

Letnan Gordon (Jeffrey Wright) dihadapkan pada teka-teki pembunuhan yang menewaskan walikota Gotham. Sang pembunuh meninggalkan berbagai teka-teki dan petunjuk yang membuat GCPD (Gotham City Police Department) kebingungan.

Akhirnya Gordon mengajak Batman mengunjungi TKP. Dari situ terungkaplah kalau kota Gotham sedang dihantui oleh seorang pembunuh yang sangat jenius dan menyukai teka-teki. Batman harus berpacu dengan waktu atau akan ada korban lagi yang jatuh di tangan The Riddler (Paul Dano).

Riddler meninggalkan satu petunjuk yang cukup penting di salah satu aksinya. Dia meninggalkan sebuah kalimat El Rata Alada. Yang artinya tikus bersayap atau kelelawar. Sebenarnya kalimat tersebut itu bisa berarti banyak hal, dan tugas Batman adalah mengartikan kalimat tersebut untuk mencegah aski Riddler.

Baca Juga: Kenapa Batman V Superman Banyak Dikritik? Ini Alasannya

2. Sang Pembalas Dendam

Review The Batman, Aksi Batman yang Masih Muda dan Beringas Warner Bros

Matt Reeves benar-benar menjadikan tahun kedua Batman sebagai benang merah utama bagi kisah The Batman. Kita bakal diajak melihat Batman yang brutal dan kasar dengan perlengkapan yang seadanya untuk ukuran Batman. Bahkan dia menggunakan baju kevlar yang terlihat seperti baju hoki es.

Batman yang masih sangat marah pada para penjahat kota Gotham, menghajar mereka satu persatu. Dia menebar teror sambil memecahkan kasus Riddler yang sangat misterius tapi menantang.

Akting Zoe Kravitz sebagai Selina Kyle yang merupakan love interest Batman sangat meyakinkan. Selain itu film ini juga menyuguhkan betapa pelik peran para penjahat di kota Gotham. Bahkan sang kucing juga merupakan bagian dari komunitas tersebut.

Semua kekuatan dan kelemahan Batman di tahun kedua ini berhasil digambarkan dengan sempurna oleh Robert Pattinson. Paling satu-satunya hal yang kurang kami sukai adalah, Bruce Wayne yang menggunakan rambut belah tengah di tahun 2019. Sebuah gaya rambut yang sangat ketinggalan zaman dan edgy.

3. Perubahan Batman

Review The Batman, Aksi Batman yang Masih Muda dan Beringas Andy Serkis (kiri) sebagai Alfred versi The Batman. (Dok. Warner Bros/The Batman)

Pada awalnya kita melihat Batman sebagai sang pembalas dendam. Di momen klimaksnya, Batman berubah menjadi sosok yang lebih baik lagi. Hal ini menandakan Batman sudah lebih dewasa dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Warga Gotham memang membutuhkan pahlawan, dan sang pembalas dendam tidak cukup untuk menjadi pahlawan.

Momen perubahan Batman terasa sangat heroik dan mengingatkan kami pada komik “Heroes: The World's Greatest Super Hero Creators Honor The World's Greatest Heroes 9-11-2001” yang saat itu banyak menggambarkan perjuangan para pahlawan di dunia nyata, termasuk para pemadam kebakaran yang berjajar-jajar membantu orang-orang yang tertimbun bangunan.

Selain sosok Batman yang berubah, kota Gotham di film The Batman digambarkan sangat artistik untuk tahun 2019. Kota ini tetap memiliki bangunan-bangunan tua dengan patung-patung besar yang menjulang tinggi. Mirip dengan bangunan klasik di era 70 dan 80-an. Dibantu dengan gaya pencahayaan dan pengambilan gambar yang artistik, kota Gotham jadi terlihat nyata dan mirip dengan penggambaran yang muncul di komik-komik.

Bila dibandingkan dengan kota Gotham versi Nolan, versi Reeves jauh lebih sesuai dengan komik dan mudah menarik perhatian orang.

4. Kesimpulan

Review The Batman, Aksi Batman yang Masih Muda dan Beringas Warner Bros

Setelah sekian lama kami dikecewakan dengan penampilan “Bat Affleck” terutama di BVS, akhirnya Warner Bros menyuguhkan sebuah Batman yang patut untuk ditonton di layar lebar apalagi di IMAX.

Semua terasa sangat sempurna sehingga durasi film yang cukup lama bisa kita lewati begitu saja. Paling sedikit kekurangan hanya muncul pada momen akhir yang terasa antiklimaks. Seharusnya kasus Riddler berhenti ketika di satu titik sehingga menjadikan dirinya mengalahkan Batman dalam urusan mind game. Kalau saja Reeves melakukan hal ini, maka kita mendapatkan sosok RIddler yang mengerikan dan bisa dibawa ke film berikutnya.

Secara keseluruhan The Batman layak kami ganjar dengan nilai 4,5/5 bintang review. Film ini kami harapkan menjadi trilogi baru dari serial Batman.

Seperti biasa, kasus Omicron sedang tinggi-tingginya di Indonesia. Karena itu jangan pernah mengabaikan prokes. Jaga jarak dan jangan pernah melepaskan masker ketika kamu pergi ke bioskop untuk menonton The Batman.

Baca Juga: Komentar Awal Film The Batman Sangat Positif dan Bagus!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU