Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

Horor Menang? 8 Hasil Oscar 2026 Paling Mengejutkan bagi Duniaku.com!

Horor Menang? 8 Hasil Oscar 2026 Paling Mengejutkan bagi Duniaku.com!
K-Pop Demon Hunter (kr: Netflix)
Intinya Sih
  • Oscar 2026 menghadirkan kejutan besar dengan kemenangan genre horor lewat Amy Madigan di Weapons dan pencapaian sejarah perempuan pertama, Autumn Durald Arkapaw, sebagai pemenang Best Cinematography.
  • Paul Thomas Anderson akhirnya meraih Best Director dan Best Picture untuk One Battle After Another, menandai momen penting setelah penantian panjang dalam kariernya di ajang Oscar.
  • Kemenangan Michael B. Jordan, Jessie Buckley, serta lagu K-Pop 'Golden' menunjukkan keberagaman dan keberanian Academy mengakui karya lintas genre serta budaya yang lebih modern dan inklusif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Malam penganugerahan Oscar 2026 baru saja usai, meninggalkan sederet perbincangan hangat di kalangan pencinta sinema. Tahun ini, panggung Dolby Theatre menjadi saksi pertarungan sengit antara film-film epik tradisional dengan karya genre yang mulai berani mendobrak dominasi drama klasik. Sebagai penonton, kita disuguhi kejutan mulai dari kemenangan emosional yang sudah lama dinantikan hingga pengakuan terhadap genre horor yang akhirnya mendapat tempat di meja utama. Dari dominasi teknis hingga sejarah baru bagi sineas perempuan, berikut adalah 8 hasil paling menarik dari Oscar 2026 yang membuktikan bahwa industri film terus berevolusi ke arah yang lebih inklusif dan berani.

1. Amy Madigan dan Kejutan Genre Horor

adegan dalam film Weapons
adegan dalam film Weapons (dok. Warner Bros. Pictures/Weapons)

Kemenangan Amy Madigan sebagai Best Supporting Actress lewat film Weapons menjadi momen paling emosional bagi para pencinta film bergenre horor. Ia berhasil menyisihkan kandidat kuat seperti Wunmi Mosaku (Sinners) dan Elle Fanning (Sentimental Value) yang memberikan performa drama yang sangat teknis.

Bagi penonton, Madigan sangat layak menang karena ia berhasil memberikan nyawa pada karakter Aunt Gladys dengan intensitas yang mencekam namun tetap manusiawi. Kemenangan ini dianggap sebagai pengakuan langka dari Academy terhadap film horor supernatural yang biasanya sering dianaktirikan dibandingkan dengan film drama konvensional.

2. Penantian Panjang Paul Thomas Anderson

Potret Paul Thomas Anderson saat memberikan pidato untuk kemenangannya dalam kategori Best Writing (Adapted Screenplay) untuk One Battle After Another
Potret Paul Thomas Anderson saat memberikan pidato untuk kemenangannya dalam kategori Best Writing (Adapted Screenplay) untuk One Battle After Another (dok. Academy Awards via Disney+)

Penonton akhirnya menyaksikan Paul Thomas Anderson "lulus" dari kutukan nominasi dengan memenangkan Best Director dan Best Picture untuk One Battle After Another. Meskipun harus bersaing ketat dengan Ryan Coogler (Sinners) yang membawa energi budaya masif dan Chloé Zhao (Hamnet) yang puitis, Anderson dianggap layak menang karena kematangannya dalam mengarahkan narasi politik yang kompleks. Banyak penonton merasa ini adalah momen "penghargaan seumur hidup" yang terwujud melalui karya yang memang secara teknis paling sempurna di antara pesaingnya.

3. Michael B. Jordan Mengungguli Ikon Biopik

Sinners
Sinners (dok. Warner Bros. Pictures/Sinners)

Michael B. Jordan meraih piala Best Actor lewat perannya yang ganda dalam Sinners, mengalahkan Timothée Chalamet yang tampil luar biasa di Marty Supreme. Walaupun Chalamet sangat diunggulkan karena akurasi biopiknya sebagai pemain pingpong legendaris, Jordan dinilai lebih layak karena keberaniannya mengambil risiko emosional yang sangat kontras dalam satu film. Bagi penonton, performa Jordan terasa lebih segar dan bertenaga dibandingkan gaya akting klasik yang ditampilkan oleh rival lainnya seperti Leonardo DiCaprio.

4. Sejarah Baru Sinematografi di Tangan Perempuan

Sinners
Sinners (dok. Warner Bros. Pictures/Sinners)

Autumn Durald Arkapaw mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang memenangkan Best Cinematography lewat film Sinners. Ia unggul atas nama-nama besar seperti Dan Laustsen (Frankenstein) dan Darius Khondji (Marty Supreme). Dari sudut pandang penonton, kemenangan ini sangat objektif karena visual Sinners yang menangkap nuansa gelap namun hangat di Delta Mississippi memberikan identitas visual yang unik. Arkapaw layak mendapatkan piala ini karena ia berhasil menciptakan estetika baru yang belum pernah terlihat di film-film pesaingnya tahun ini.

5. Jessie Buckley: Kemenangan Akting Senyap

jessie buckley
Momen Jessie Buckley memenangkan kategori Best Actress di Oscars 2026. (Getty Images/Kevin Winter via The Hollywood Reporter)

Kemenangan Jessie Buckley sebagai Best Actress dalam Hamnet memicu perdebatan hangat di kalangan penggemar Emma Stone (Bugonia). Sementara Stone tampil eksentrik dan penuh energi, Buckley justru tampil dengan akting yang sangat sunyi namun menusuk jiwa sebagai Agnes Shakespeare. Penonton melihat Buckley layak menang karena kemampuannya menyampaikan duka yang mendalam tanpa banyak dialog, sebuah kualitas yang sering kali lebih sulit dieksekusi dibandingkan dengan karakter-karakter yang ekspresif dan menonjol secara visual.

6. Dominasi Artistik Frankenstein

Frankenstein.
Frankenstein (dok. Netflix/Frankenstein)

Film Frankenstein karya Guillermo del Toro menyapu bersih kategori teknis seperti Best Production Design dan Makeup, mengalahkan blokbuster besar seperti Avatar: Fire and Ash. Para movie goers sepakat bahwa Del Toro layak menang karena ia masih mengandalkan efek praktis dan detail set yang sangat nyata. Dibandingkan dengan ketergantungan Avatar pada CGI, Frankenstein memberikan pengalaman sinematik yang terasa lebih organik dan memiliki sentuhan seni kerajinan tangan yang luar biasa.

7. Hasil Seri yang Tak Terduga

The Singers dan Two People Exchanging Saliva sama-sama dapat piala Oscar di kategori Best Live Action Short Film
The Singers dan Two People Exchanging Saliva sama-sama dapat piala Oscar di kategori Best Live Action Short Film (dok. Academy Awards via Disney+)

Momen langka terjadi di kategori Best Live Action Short Film di mana The Singers dan Two People Exchanging Saliva dinyatakan sebagai pemenang bersama (tie). Kejadian ini sangat menarik bagi penonton karena jarang terjadi di era modern Oscar. Meski beberapa menganggap ini sebagai bentuk keraguan juri, sebagian besar penonton merasa kedua film pendek ini memang memiliki kualitas yang setara dalam hal inovasi cerita, sehingga berbagi piala adalah hasil paling adil bagi kompetisi yang sangat ketat tersebut.

8. K-Pop Menembus Barikade Tradisional

K-Pop Demon Hunters (dok. Sony Pictures/K-pop Demon Hunters)
K-Pop Demon Hunters (dok. Sony Pictures/K-pop Demon Hunters)

Lagu "Golden" dari film KPop Demon Hunters memenangkan Best Original Song, mengalahkan veteran seperti Diane Warren dan Ludwig Göransson. Bagi penonton global, kemenangan ini terasa sangat relevan dan layak karena lagu tersebut memiliki dampak budaya yang jauh lebih luas di luar layar lebar. Meskipun banyak yang merasa simpati pada Diane Warren yang kembali gagal, popularitas dan kualitas produksi "Golden" membuktikan bahwa Academy mulai membuka diri pada tren musik global yang lebih modern.

Secara keseluruhan, Oscar 2026 terasa seperti sebuah surat cinta bagi para sineas yang berani mengambil risiko, mulai dari keberhasilan Amy Madigan membawa horor ke puncak tertinggi hingga pengakuan mutlak bagi dedikasi Paul Thomas Anderson. Meski beberapa pilihan mungkin memicu perdebatan di kalangan penggemar, seperti kekalahan Emma Stone atau dominasi teknis yang menggeser raksasa CGI, malam ini tetap menjadi pengingat bahwa kekuatan cerita dan kedalaman karakter adalah pemenang sejatinya. Bagi kita para penikmat layar lebar, daftar pemenang tahun ini bukan sekadar statistik, melainkan rekomendasi daftar tontonan wajib yang akan terus dibahas hingga tahun-tahun mendatang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Film

See More