Scopper Gaban lawan Nerona Imu. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)
Kalau Yasotakeru sudah kuat, maka Yachitakeru terasa seperti versi yang jauh lebih brutal.
Gaban mengerahkan kedua kapaknya dan memperkuat serangannya dengan Haoshoku Haki, kemudian meluncurkan hujan tebasan ke arah lawan.
Ada setidaknya dua bukti yang menunjukkan betapa dahsyatnya teknik ini.
Pertama, rentetan tebasan Yachitakeru mampu memotong batang kolosal Treasure Tree Adam.
Kedua, targetnya adalah Nerona Imu.
Imu sebelumnya mampu menghadapi serangan dari petarung seperti Zoro, Sanji, dan Hajrudin tanpa terlihat benar-benar terdesak.
Namun ketika Gaban mengerahkan Yachitakeru, Imu justru harus bersikap defensif menghadapi hujan tebasan tersebut.
Gaban memang pada akhirnya kalah dan bahkan kehilangan tangan kirinya.
Tetapi fakta bahwa petarung tua yang sudah terluka mampu memaksa tubuh asli Raja Dunia bertahan secara serius menunjukkan betapa mengerikannya teknik ini.
Dan yang lebih menarik lagi...
Yachitakeru mungkin sudah tidak sekuat seharusnya. Gaban sudah tua, sudah terlebih dahulu terluka, dan bahkan ketika hendak mengerahkan Kamudo sebelumnya sudah mengeluhkan sendi sakit.
Jika Gaban di usia tua saja masih mampu mengerahkan serangan seperti ini, kita jadi bisa membayangkan betapa mengerikannya Scopper Gaban di masa kejayaannya bersama Bajak Laut Roger.