Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
IMG_20260105_092033.jpg
Loki membunuh Harald di One Piece Bab 1170

Intinya sih...

  • Ragnir hidup dan berubah jadi tupai, mengingatkan pada mitologi Nordik

  • Shanks dan Gaban sulit menolong Harald yang dikendalikan oleh Imu

  • Loki memakan Buah Iblis legendaris dan membunuh Harald, menjadikannya kriminal Elbaph

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bab 1170 terasa seperti bab yang berat secara lore dan emosional.

Loki dan Harald konfliknya mencapai puncak di bab ini dan tentu saja berakhir dengan momen yang kita duga, meskipun masih ada misteri yang belum terungkap.

Apa itu? Yuk simak pembahasannya berikut ini!

1. Palu Ragnir memang hidup dan bisa berubah jadi tupai!

Ragnir wujud Tupai bersama Loki di One Piece bab 1170

Bab ini mengonfirmasi bahwa Ragnir memang hidup dan wujudnya adalah seekor tupai. Sampai saat ini masih belum jelas apakah Ragnir adalah palu yang memakan Buah Iblis atau makhluk hidup yang memakan Buah Iblis Palu, namun yang pasti ia memiliki kesadaran dan kehendak sendiri.

Menariknya, ini langsung mengingatkan pada mitologi Nordik, di mana terdapat tupai legendaris bernama Ratatoskr, makhluk yang berperan sebagai penjaga dan penghubung.

Dalam konteks Elbaph, Ragnir berfungsi sebagai pelindung Buah Iblis legendaris tersebut dan yang paling penting, Ragnir sendirilah yang akhirnya mengizinkan Loki memakan buah itu, bahkan kemudian bersedia digunakan sebagai senjata olehnya. Ini memberi kesan bahwa Ragnir “memilih” Loki, bukan sekadar alat mati.

2. Shanks dan Gaban mencoba menolong Harald tapi sulit

Shanks dan Gaban melawan Harald di One Piece bab 1170

Konflik semakin rumit ketika Shanks dan Scopper Gaban mencoba menghentikan Harald yang berada di bawah kendali Imu. Kali ini situasinya berbeda dari pertarungan sebelumnya melawan God’s Knights.

Harald memiliki Haoshoku Haki, sesuatu yang membuatnya jauh lebih sulit dihentikan secara langsung. Gaban sendiri sebelumnya sudah memahami bahwa musuh yang terkait dengan Imu hanya bisa ditaklukkan dengan serangan yang dilapisi Haoshoku Haki yang sangat kuat, namun menghadapi seseorang yang juga punya Haoshoku membuat pertarungan menjadi jauh lebih berbahaya.

Bab ini menegaskan bahwa ketika Imu “meminjam” tubuh orang kuat, ancamannya meningkat drastis, seperti kasusnya Xebec.

3. Loki memakan Buah Iblis legendaris, tapi belum diketahui kekuatannya

Loki memakan Buah Iblis legendaris di One Piece Bab 1170

Di titik paling menentukan, Loki akhirnya memakan Buah Iblis legendaris yang selama ini dijaga. Meski hingga kini belum diungkap buah apa yang ia makan dan selegendaris apa kekuatannya, bobot naratifnya sudah terasa sangat besar.

Loki sadar bahwa langkah ini akan menyeretnya ke takdir paling pahit, menghadapi ayahnya sendiri, Harald. Keputusan Loki bukan didorong ambisi pribadi, melainkan rasa tanggung jawab dan kebutuhan untuk menghentikan kehancuran yang lebih besar.

Ini memperkuat posisi Loki sebagai karakter tragis, bukan sekadar antagonis atau pangeran bermasalah.

4. Loki membunuh Harald dan membuatnya menjadi kriminal Elbaph

Loki membunuh Harald di One Piece Bab 1170

Puncak tragedi bab ini terjadi ketika Loki, meski dengan hati yang berat, membunuh Harald menggunakan palu Ragnir, kemungkinan besar dengan bantuan kekuatan Buah Iblis barunya.

Yang membuat momen ini menghantam emosional adalah fakta bahwa Harald mendapatkan kembali kesadarannya di detik-detik terakhir hidupnya. Alih-alih menyalahkan Loki, Harald justru berterima kasih, lalu menyampaikan pesan terakhir agar Loki dan Hajrudin hidup rukun sebagai saudara.

Adegan ini menegaskan bahwa musuh sejati bukanlah keluarga, melainkan pengaruh Imu yang merusak dari dalam dan harga untuk melawannya benar-benar mahal.

Karena hal ini, Loki dikenal sebagai kriminal Elbaph yang membunuh ayahnya sendiri demi Buah Iblis legendaris, padahal faktanya lebih dari itu. Nah bagaimana menurutmu?

Editorial Team