Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

8 Keputusan Angkatan Laut One Piece yang Menguntungkan Bajak Laut!

Akainu vs Shirohige Pirates.jpg
Akainu vs Shirohige Pirates One Piece
Intinya sih...
  • Eksekusi publik Roger memicu era Bajak Laut, bukan mengakhiri ancaman.
  • Sistem Shichibukai memberi legitimasi politik pada Bajak Laut, bukan menekan mereka.
  • Dressrosa: stabilitas diutamakan, jarak emosional tercipta antara Angkatan Laut dan rakyat.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam dunia One Piece, Angkatan Laut sering diposisikan sebagai simbol ketertiban dan keadilan. Tugas mereka adalah melindungi warga biasa terutama dari Bajak Laut yang semakin banyak.

Namun jika ditelusuri lebih dalam, tidak sedikit keputusan besar mereka yang justru menghasilkan efek sebaliknya. Bukan karena niat baik yang keliru semata, melainkan karena sistem, strategi, dan prioritas yang sering mengabaikan dampak jangka panjang.

Alih-alih memadamkan ancaman, beberapa langkah Angkatan Laut justru menciptakan ruang tumbuh bagi Bajak Laut, baik dalam bentuk kekuatan, pengaruh, maupun legitimasi di mata publik. Berikut adalah delapan keputusan penting yang secara tidak langsung memperkuat posisi Bajak Laut dalam sejarah dunia One Piece.

1. Eksekusi publik yang melahirkan era Bajak Laut

Gol D Roger saat hendak di eksekusi
Gol D Roger saat hendak di eksekusi (dok. Toei Animation/One Piece)

Eksekusi Gol D. Roger dimaksudkan untuk menjadi akhir dari Raja Bajak Laut. Namun kata-kata terakhir Roger justru menyalakan api mimpi di seluruh dunia, mendorong generasi baru untuk berlayar dan melahirkan era Bajak Laut.

Alih-alih mengakhiri ancaman, keputusan ini mengubah seorang kriminal menjadi simbol kebebasan. Bajak Laut tidak lagi dipandang sekadar penjahat, melainkan pewaris mimpi besar. Dari sudut pandang narasi, Angkatan Laut dan Pemerintahan Dunia kalah telak dalam perang simbol pergerakan rakyat.

2. Membiarkan sistem Shichibukai berjalan terlalu lama

Potret Shichibukai (dok. Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)
Potret Shichibukai (dok. Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)

Ketika sistem Shichibukai diberlakukan, tujuannya adalah menekan Bajak Laut lain dengan memanfaatkan kekuatan Bajak Laut kelas atas. Namun dalam praktiknya, sistem ini berubah menjadi tameng hukum bagi kriminal berpengaruh seperti Crocodile, yang leluasa membangun jaringan kejahatan berskala nasional di Arabasta. Atau Doflamingo di Dresrossa dengan kriminal bawah tanahnya.

Dengan status resmi tersebut, seorang Bajak Laut tidak hanya bebas dari perburuan, tetapi juga mendapatkan legitimasi politik. Ketika sistem ini akhirnya runtuh, publik menyaksikan kegagalan Angkatan Laut dalam mengawasi sekutunya sendiri. Ironisnya, penyelamat negara justru datang dari Bajak Laut lain, memperkuat narasi bahwa ancaman tidak selalu datang dari laut, dan penyelamat tidak selalu berseragam.

3. Membiarkan tirani berlangsung demi menjaga kestabilan menurut mereka

Arc Dressrosa (dok. Toei Animation/One Piece)
Arc Dressrosa (dok. Toei Animation/One Piece)

Dressrosa menjadi contoh nyata bagaimana stabilitas semu lebih diprioritaskan dibanding keselamatan rakyat. Di bawah kekuasaan Doflamingo, penderitaan berlangsung lama tanpa intervensi berarti karena status politik yang “sah”.

Keputusan untuk tidak ikut campur ini menciptakan jarak emosional antara Angkatan Laut dan rakyat. Ketika akhirnya tirani runtuh, rasa terima kasih dan kepercayaan rakyat tidak diarahkan pada institusi negara, melainkan kepada Bajak Laut yang berani melawan tirani Doflamingo.

Dalam konteks ini, Angkatan Laut kehilangan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada kemenangan militer, legitimasi moral dan kepercayaan rakyat.

4. Terlambat fokus ke Topi Jerami (terutama Nika)

20251209_130605.jpg
Luffy wujud Nika One Piece

Belakangan ini Pemerintahan Dunia dan Angkatan Laut terlihat ketar-ketir menahan pergerakan Monkey D. Luffy dan kru Topi Jerami, terutama karena Luffy punya Buah Iblis yang ingin dihilangkan Pemerintahan Dunia, Hito Hito no Mi model Nika.

Salahnya mereka, seakan mereka meremehkan Luffy dan tidak langsung menekan pergerakannya dari awal dengan lebih serius. Ketika Buah Iblisnya bangkit baru lah mereka cukup serius, tapi Topi Jerami sudah tak terbendung lagi.

5. Klasifikasi bounty yang malah jadi prestasi bagi Bajak Laut

Bounty (dok. Toei Animation/One Piece)
Bounty (dok. Toei Animation/One Piece)

Memang Angkatan Laut mengeluarkan poster buronan dengan harga kepala ke Bajak Laut agar pemburu Bajak Laut bisa menangkap mereka demi hadiah, namun rasanya lebih banyak jumlah Bajak Laut dibanding pemburunya.

Lebih ironi, poster buronan justru digunakan Bajak Laut sebagai tolak ukur prestasi, di mana makin tinggi harga buronan mereka maka semakin diakui dan semakin dianggap kuat. Kebanyakan Bajak Laut bukan takut saat dapat poster buronan, malah ingin angkanya lebih besar dengan membuat kerusuhan di sana-sini.

6. Menyembunyikan berita soal kaburnya tahanan Impel Down level 6

Bajak Laut Kurohige adalah salah satu bajak laut paling jahat di dunia One Piece. (dok. Toei Animation/One Piece)
Bajak Laut Kurohige adalah salah satu bajak laut paling jahat di dunia One Piece. (dok. Toei Animation/One Piece)

Demi menjaga wajah dan reputasi mereka, Angkatan Laut menutup berita kalau Impel Down sudah dibobol dan tahanan level 6 banyak yang kabur.

Karena beritanya ditutupi, informasi soal tahanan berbahaya yang kabur tidak umum, sehingga antisipasi atas tindakan kriminal mereka di masa depan tidak bisa dicegah dengan baik, terlihat bagaimana Kurohige dengan tahanan level 6 yang jadi krunya bisa menjadi Yonko berbahaya.

7. Membiarkan Vegapunk bekerja terlalu bebas

One-Piece-Vegapunk-Broadcast.jpeg
Pesan Vegapunk di One Piece

Pemerintahan Dunia dan Angkatan Laut ini penyakitnya sama, terlalu menggampangkan sesuatu sampai akhirnya terlambat dan bikin mereka repot sendiri. Dalam kasus Vegapunk, mereka memberikan kebebasan luas Vegapunk bereksperimen.

Sampai akhirnya dia mempelajari banyak hal terlarang menurut Pemerintahan Dunia, dan agak terlambat menghentikan penyebaran informasinya oleh Vegapunk. Dampaknya setelah rakyat mengetahui rahasia ini, Bajak Laut juga semakin liar.

Vegapunk mengkonfirmasi soal pentingnya Ancient Weapons dan harta karun "One Piece", sehingga para bajak laut makin bersemangat, belum lagi Shanks dan Buggy dari Yonko juga ikut bergerak mencari One Piece.

8. Menjadi alat kekuasaan tanpa transparansi dan moral yang jelas

potret marine di anime One Piece (dok. Toei Animation/One Piece)
potret marine di anime One Piece (dok. Toei Animation/One Piece)

Banyak operasi Angkatan Laut dijalankan atas perintah tertutup Pemerintahan Dunia, termasuk yang berkaitan dengan sosok misterius seperti Imu. Kurangnya transparansi membuat institusi ini tampak sebagai alat kekuasaan, bukan penjaga keadilan.

Belum lagi hampir semua Admiral, Vice Admiral, dan petinggi Angkatan Laut itu menjalankan perintah dan ikut saja, tanpa mempertanyakan dan meragukan moralitas dari misi mereka.

Ketika hukum kehilangan wajah kemanusiaannya, perlawanan mendapatkan justifikasi moral. Bajak Laut yang menentang sistem tidak lagi dipandang sebagai musuh dunia, melainkan simbol perlawanan terhadap kekuasaan yang lalim. Dan dalam dunia One Piece, simbol sering kali lebih kuat daripada senjata apa pun.

Nah itu dia keputusan Angkatan Laut yang justru menguntungkan Bajak Laut, bagaimana menurutmu?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Anime & Mange

See More

[QUIZ] Kalau Masuk Jujutsu Kaisen, Kamu Bakal Bertahan Sampai Arc Mana?

22 Jan 2026, 21:00 WIBAnime & Manga