Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Pertunjukan Kekuatan Gaban Terasa Lebih Unggul dari Rayleigh

Silvers Rayleigh dan Scopper Gaban (Dok. Toei Animation/One Piece)
Silvers Rayleigh dan Scopper Gaban (Dok. Toei Animation/One Piece)
Intinya sih...
  • Skala lawan Gaban lebih gilaRayleigh sering berhadapan dengan lawan yang fungsinya menahan atau menguji, bukan menghancurkan total. Gaban ditampilkan menghadapi situasi dengan taruhan ekstrem.
  • Pertunjukan visual yang lebih keras untuk GabanGaban ditampilkan dengan aura kasar dan ofensif, memberi kesan bahwa ia bukan hanya kuat, tapi berbahaya. Terutama karena serangan Gaban biasanya dipamerkan dengan Haoshoku Haki level tinggi.
  • Gaban sejauh ini tidak berhenti pada intimidasiRayleigh dikenal sebagai sosok yang sering menyelesaikan konflik hanya dengan kehadiran dan tekanan Haki. Gaban langsung menyerang tanpa ancaman kosong.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Secara posisi dan reputasi, Scopper Gaban dan Silvers Rayleigh seharusnya berada di level yang setara. Keduanya adalah tangan kiri dan kanan Gol D. Roger, dua pilar utama Bajak Laut Roger. Hubungan mereka bahkan kerap disamakan dengan dinamika Roronoa Zoro dan Sanji di era Topi Jerami, rival, seimbang, tapi saling melengkapi.

Namun jika menilai dari apa yang benar-benar ditampilkan di manga sejauh ini, harus diakui ada kesan yang sulit diabaikan: pertunjukan kekuatan Gaban terasa lebih unggul dibanding Rayleigh.

Ini bukan berarti Rayleigh lebih lemah, melainkan karena beberapa faktor naratif dan kontekstual membuat Gaban tampak jauh lebih “mengerikan” dalam aksi. Berikut beberapa alasan kenapa kesan itu muncul.

1. Skala lawan Gaban lebih gila

Shanks Gaban dan Harald. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Shanks Gaban dan Harald. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Rayleigh memang punya momen ikonik, tapi sering kali berhadapan dengan lawan yang fungsinya menahan atau menguji, bukan menghancurkan total.

Gaban justru ditampilkan menghadapi situasi dengan taruhan ekstrem, di mana kekuatannya diperlihatkan sebagai solusi langsung, bukan sekadar penahan waktu. Momen dia melukai Shepherd Sommers dari God's Knight dan mencoba menahan Raja Harald di flashback adalah contohnya.

Dalam konteks One Piece modern, yang skalanya sudah menyentuh dewa, iblis, dan entitas dunia, ini membuat Gaban terlihat berada “selangkah di depan”.

2. Pertunjukan visual yang lebih keras untuk Gaban

Gaban Sommers One Piece 1149.png
Gaban menebas Sommers. (mangaplus.shueisha.co.jp/One Piece)

Rayleigh dikenal sebagai petarung elegan. Efisien, tenang, dan penuh kontrol. Tapi gaya ini juga membuat kekuatannya terasa “halus”.

Gaban, sebaliknya, ditampilkan dengan aura yang lebih kasar dan ofensif. Cara kekuatannya divisualisasikan, dari dampak serangan hingga reaksi lawan, memberi kesan bahwa ia bukan hanya kuat, tapi berbahaya.

Terutama karena serangan Gaban biasanya dipamerkan dengan Haoshoku Haki level tinggi, sementara Rayleigh dulu tidak punya alasan untuk benar-benar mengerahkannya.

3. Gaban sejauh ini tidak berhenti pada intimidasi

Silvers Rayleigh Haki. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Silvers Rayleigh Haki. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Perbedaan kesan antara Scopper Gaban dan Silvers Rayleigh sebenarnya berakar pada perbedaan sifat dan pendekatan bertarung mereka.

Rayleigh dikenal sebagai sosok yang sering menyelesaikan konflik hanya dengan kehadiran dan tekanan Haki. Contohnya ikonik: ia menorehkan garis di tanah dan menantang Angkatan Laut untuk tidak melewatinya, dan mereka benar-benar mundur. Begitu pula saat berhadapan dengan Marshall D. Teach; Rayleigh menekan Kurohige lewat kata-kata dan aura, meski ia sendiri mengakui bahwa di usia tuanya, ia tak sepenuhnya yakin bisa menang dalam pertarungan habis-habisan.

Rayleigh adalah tipe petarung yang paham betul kapan kekuatan tak perlu dikeluarkan sepenuhnya. Intimidasi baginya sudah cukup, efisien, elegan, dan minim risiko.

Gaban berbeda.

Dalam setiap kemunculannya (baik saat menghadapi Raja Harald 14 tahun lalu, maupun ketika berhadapan dengan Shepherd Sommers dari God’s Knight di era sekarang) Gaban tidak bermain perang psikologis terlalu lama. Ia tidak memberi ruang, tidak menunggu lawan mundur, dan tidak mengandalkan reputasi.

Gaban langsung menyerang.

Pendekatan ini membuat bahaya Gaban terasa jauh lebih nyata. Bukan karena ia lebih kuat secara absolut, melainkan karena ia jauh lebih agresif. Tidak ada garis peringatan. Tidak ada ancaman. Jika Gaban muncul sebagai musuh, ia akan langsung menebas, kadang saat musuhnya (seperti Sommers) bahkan belum paham apa yang terjadi.

4. Perbedaan momen mereka diperlihatkan bertempur

Karakter Silvers Rayleigh dari anime One Piece (1999) (dok. Toei Animation)
Karakter Silvers Rayleigh dari anime One Piece (1999) (dok. Toei Animation)

Faktor penting lain yang membuat kesan kekuatan Scopper Gaban terasa lebih unggul adalah kapan Oda memilih memperlihatkan mereka bertempur secara serius.

Pertempuran terbesar Silvers Rayleigh di era modern terjadi di Sabaody, saat ia berhadapan langsung dengan Borsalino (Kizaru). Itu adalah momen ikonik, seorang legenda tua mampu menahan admiral tanpa gentar.

Namun, secara konteks penulisan, Sabaody terjadi di fase cerita ketika konsep Haki belum sepenuhnya dieksplorasi. Oda baru memperkenalkan dasar-dasarnya, bahkan visual lapisan gelap Haki ke senjata pun belum ada. Akibatnya, pertarungan Rayleigh vs Kizaru terasa “bersih”, minimalis, dan relatif abstrak dari sisi mekanik kekuatan.

Sebaliknya, pertarungan Gaban baru kita saksikan di Elbaph Arc, baik melalui kilas balik (melawan Raja Harald) maupun konflik di masa sekarang melawan Shepherd Sommers. Ini terjadi di fase cerita ketika Oda sudah sepenuhnya mematangkan konsep Haki, termasuk:

  • serangan Busoshoku level tinggi,
  • Haoshoku Haki tingkat lanjut,
  • hingga serangan berlapis Haoshoku Haki yang kini menjadi standar kekuatan level dewa.

Hasilnya, kekuatan Gaban disajikan dengan visual dan dampak yang jauh lebih eksplisit. Kita melihat bagaimana ia secara aktif melapisi serangan dengan Haoshoku Haki untuk menembus keabadian anggota God’s Knight, sesuatu yang bahkan dalam konteks cerita sekarang pun masih dianggap ekstrem.

Perbedaan ini bukan soal siapa yang lebih kuat, melainkan bagaimana kekuatan itu divisualisasikan. Rayleigh bertarung di era konsep yang masih “kabur”, sementara Gaban bertarung di era di mana Oda sudah tahu persis bagaimana cara membuat kekuatan terasa absolut, brutal, dan tak terbantahkan.

5. Fokus naratif Gaban berbeda

Scopper Gaban (Dok. Manga One Piece)
Scopper Gaban (Dok. Manga One Piece)

Perbedaan kesan antara Scopper Gaban dan Silvers Rayleigh tidak bisa dilepaskan dari fungsi naratif yang mereka jalani di masanya masing-masing.

Saat Rayleigh pertama kali diperkenalkan, ia hadir sebagai legenda yang tak lagi membutuhkan pembuktian. Tanpa banyak penjelasan, pembaca langsung memahami siapa dirinya dan seberapa mengerikannya ia. Di Sabaody, bahkan tanpa bertarung habis-habisan, Rayleigh terasa jelas berada di level yang melampaui seluruh kru Topi Jerami saat itu.

Namun, fase cerita One Piece kini sudah sangat berbeda. Topi Jerami bukan lagi kru pemula yang membutuhkan “tembok kekuatan” untuk menunjukkan betapa jauhnya mereka tertinggal. Bahkan, mulai muncul spekulasi bahwa Monkey D. Luffy dengan Gear 5 mungkin sudah mampu mengalahkan Rayleigh dalam skenario rematch.

Di titik inilah fokus Oda bergeser.

Alih-alih memperkenalkan legenda lama sebagai standar kekuatan, Oda kini sedang “menjual” sosok yang lebih berpengalaman, lebih keras, dan lebih relevan untuk mendorong Topi Jerami melampaui batas mereka saat ini. Dalam konteks ini, Gaban berfungsi bukan sebagai pengingat masa lalu, melainkan sebagai pintu menuju level kekuatan berikutnya.

Tak mengherankan jika Gaban diberi panggung luas, momen dominan, dan konteks konflik yang serius. Semua ini dirancang agar pembaca menaruh perhatian penuh padanya, bukan sebagai nostalgia, melainkan sebagai potongan puzzle penting dari era Roger yang baru sekarang mulai terungkap sepenuhnya.

Rayleigh telah menyelesaikan perannya sebagai penjaga dan pengungkap dunia lama. Gaban, sebaliknya, sedang dibangun sebagai jawaban atas pertanyaan yang belum pernah kita tahu jawabannya. Seperti bagaimana mengatasi keabadian God's Knight.

Dan selama fokus naratif ini masih berlangsung, wajar jika Gaban terasa lebih unggul, setidaknya untuk sekarang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Anime & Mange

See More

[QUIZ] Dari Arc One Piece Ini, Kamu Cocok Bertualang di Mana?

01 Jan 2026, 19:00 WIBAnime & Manga