Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Alasan Omelan Gaban ke Luffy di One Piece Bab 1190 Itu Penting!
Gaban Memarahi Luffy di One Piece Bab 1190
  • Gaban mengingatkan Luffy bahwa ambisi menjadi Raja Bajak Laut menuntut lebih dari keyakinan, setelah Luffy hampir tewas menghadapi Imu dan harus diselamatkan.
  • Ia menekankan bahwa Raja Bajak Laut menjadi target banyak pihak yang menginginkan takhtanya, seperti pengalaman Gol D. Roger yang diburu Pemerintah Dunia dan pihak lain.
  • Meski mengkritik Luffy, Gaban melindunginya dengan melemparkannya dari pertarungan lalu menghadapi Imu sendiri, demi menjaga Luffy, Elbaph, dan kru Topi Jerami.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Momen Gaban memarahi Luffy di One Piece bab 1190 mungkin terlihat seperti sekadar teguran dari seorang veteran kepada generasi baru.

Namun, perkataan Gaban sebenarnya punya makna penting untuk perjalanan Luffy menjadi Raja Bajak Laut. Setelah melihat Luffy hampir tewas di hadapan Imu, Gaban bukan hanya sedang merendahkan kemampuan Luffy, tetapi justru berusaha membuatnya memahami beratnya posisi yang ingin ia raih.

Ini alasan omelan Gaban itu penting!

1. Luffy Kembali Diingatkan bahwa Menjadi Raja Bajak Laut Tidak Mudah

Scopper Gaban. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)

Gaban membuka omelannya dengan menunjukkan kekecewaan karena Luffy sampai harus diselamatkan oleh seorang pria tua yang sedang terluka. Ia kemudian memberikan pilihan yang sangat keras: kalau Luffy ingin menjadi Raja Bajak Laut tetapi tetap hidup nyaman dan bahagia, lebih baik ia pulang saja.

Perkataan ini penting karena Luffy selama ini memang sangat yakin dengan mimpinya. Namun, bab 1190 memperlihatkan bahwa keyakinan saja tidak cukup. Luffy baru saja berhadapan dengan Imu, sosok yang kekuatannya masih berada jauh di atas dirinya, sampai Gaban harus turun tangan untuk menyelamatkannya.

Dengan demikian, Gaban seolah sedang mengingatkan Luffy agar tidak besar kepala hanya karena dirinya sudah menjadi salah satu bajak laut terkuat di generasinya. Perjalanan menuju takhta Raja Bajak Laut masih sangat panjang, terlebih ketika musuh-musuh terbesar dunia mulai bergerak.

2. Raja Bajak Laut, Posisi yang Banyak Orang Menginginkan Kematiannya

Scopper Gaban mengomeli Monkey D. Luffy. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)

Ada satu bagian dari perkataan Gaban yang terasa sangat penting. Ia menjelaskan bahwa Raja Bajak Laut adalah seseorang yang kematiannya akan membuat banyak orang bahagia, karena banyak pihak menginginkan takhta tersebut.

Ini membuat gelar Raja Bajak Laut terdengar jauh lebih berat daripada sekadar menjadi bajak laut terkuat. Ketika seseorang berada di puncak, ia otomatis menjadi target orang-orang yang ingin merebut posisinya.

Gaban sendiri mengetahui hal tersebut dari pengalamannya bersama Gol D. Roger. Roger akhirnya menjadi Raja Bajak Laut, tetapi posisi tersebut tidak membuat hidupnya menjadi lebih aman. Justru sebaliknya, nama Roger menjadi salah satu nama paling diburu oleh Pemerintah Dunia dan berbagai pihak lain.

Karena itu, Luffy harus memahami bahwa semakin dekat dirinya dengan gelar tersebut, semakin besar pula jumlah orang yang ingin menjatuhkannya. Menjadi Raja Bajak Laut berarti bersedia menerima seluruh konsekuensi tersebut.

3. Omelan Gaban Sebenarnya adalah Cara untuk Melindungi Luffy

Scopper Gaban menahan Nerona Imu. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Yang membuat adegan ini semakin menarik adalah tindakan Gaban setelah memarahi Luffy. Ia melempar Luffy menjauh dari pertarungan, lalu dirinya sendiri menghadapi Imu.

Jadi, perkataan Gaban sebenarnya bertolak belakang dengan tindakannya. Secara verbal, ia mengatakan Luffy belum pantas menjadi Raja Bajak Laut. Namun secara tindakan, Gaban justru mempertaruhkan dirinya untuk memastikan Luffy tetap hidup.

Kalau Luffy tewas di tangan Imu saat itu, bukan hanya impiannya yang berakhir. Nasib Elbaph yang sedang berusaha dilindungi Luffy juga akan semakin buruk, begitu pula keselamatan kru Topi Jerami. Gaban memahami bahwa Luffy masih dibutuhkan untuk menghadapi konflik yang jauh lebih besar.

Itulah mengapa Luffy mungkin menangkap perkataan Gaban sebagai tantangan atau penghinaan. Namun bagi Gaban, ini justru merupakan bentuk perlindungan. Ia rela membuat Luffy marah kepadanya selama hal tersebut membuat Luffy menjauh dari pertarungan yang saat itu belum mampu ia menangkan. Pada akhirnya, Gaban sendiri yang memilih berdiri di antara Luffy dan Imu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article