6 Karakter One Piece yang Bisa Menyerang dengan Banyak Elemen Alam!

- Big Mom mampu menggunakan beberapa elemen alam melalui homie-nya, seperti api, petir, dan senjata fisik.
- Nami menguasai petir, angin, dan panas dengan bantuan Clima-Tact yang terus berevolusi.
- Kaido memiliki serangan multi-elemen berupa api, angin, dan bentuk serangan lain yang membuatnya menakutkan.
Di One Piece, pengguna Buah Iblis (terutama tipe Logia) biasanya identik dengan satu elemen alam saja. Api ya api. Es ya es. Cahaya tetap cahaya.
Tapi menariknya? Yang bukan Logia malah banyak yang bisa menggunakan lebih dari satu elemen alam!
Ada beberapa karakter yang mampu melancarkan serangan dengan lebih dari satu elemen, entah karena kombinasi Buah Iblis, teknik khusus, senjata.
Siapa saja karakter One Piece yang benar-benar multi-elemen?
Mari kita bahas satu per satu.
1. Big Mom

Big Mom adalah contoh ekstrem bagaimana satu Buah Iblis bisa melahirkan variasi multi-elemen yang benar-benar mengerikan.
Lewat Soru Soru no Mi, Linlin dapat menciptakan homie, manifestasi jiwa yang patuh sepenuhnya padanya. Yang paling berbahaya tentu Prometheus (api), Zeus yang kemudian diganti Hera (petir), serta Napoleon sebagai senjata fisik. Kenapa homie-homie ini istimewa? Karena mereka diciptakan dari pecahan jiwa Big Mom sendiri, bukan jiwa manusia biasa. Artinya: daya hancurnya berada di level Yonko.
Big Mom bukan sekadar punya banyak elemen, dia bisa menggabungkannya.
Contohnya Heavenly Fire Blitz, serangan gabungan Prometheus dan Zeus yang meluncurkan api dan petir secara simultan. Serangan ini pada dasarnya sudah cukup untuk melenyapkan musuh biasa, meski menariknya dulu tak cukup untuk menjatuhkan Monkey D. Garp di God Valley saat ia masih prima, indikator betapa absurdnya level Garp kala itu.
Big Mom kemudian menciptakan Hera sebagai pengganti Zeus, dan langsung memperlihatkan betapa mematikannya kombinasi baru itu. Teknik seperti Maser Ho, gabungan Napoleon (pedang), Hera (petir), dan Prometheus (api), menghasilkan serangan berlapis petir-api yang bahkan mampu melukai Ancient Zoan seperti Ulti.
2. Nami

Iya, Nami. Dan ini bukan bercanda.
Meski tidak memiliki Buah Iblis, Nami adalah salah satu karakter One Piece yang sejak lama tidak terikat pada satu elemen saja. Kuncinya tentu ada pada Clima-Tact, senjata cuaca ciptaan Usopp yang terus berevolusi.
Elemen paling ikonik Nami jelas petir, apalagi setelah Clima-Tact menyatu dengan Zeus, homie Big Mom. Serangan berbasis kilatnya kini berada di level yang bahkan bisa melukai petarung papan atas.
Namun Nami tidak berhenti di situ.
Ia juga menguasai angin, lewat teknik seperti Tornado Tempo. Dengan Weather Egg, Nami bahkan bisa memicu panas, seperti dengan Heat Egg.
Singkatnya, tanpa Buah Iblis sekalipun, Nami adalah pengguna multi-elemen murni, petir, angin, dan panas, yang kekuatannya berasal dari kecerdikan, pemahaman cuaca, dan kreativitas bertarungnya.
3. Kaido

Salah satu alasan utama Kaido begitu menakutkan adalah variasi elemen dan bentuk serangannya. Dia bukan sekadar naga dengan satu atribut elemental!
Untuk api, Kaido punya Boro Breath, napas panas yang mampu melenyapkan kastel dalam satu hembusan saja.
Untuk angin, Kaido bisa menembakkan sabit angin berdaya potong ekstrem, cukup tajam untuk memotong anggota tubuh, atau menciptakan tornado raksasa yang menyapu medan tempur. Ini membuat jarak aman nyaris tidak ada: dekat berbahaya, jauh pun sama mematikannya.
Namun elemen paling mengerikan yang Kaido miliki tetap api dalam skala absolut. Lewat teknik Kaen Daiko, Kaido melapisi tubuh naganya dengan api, memperbesar ukurannya, dan memancarkan panas luar biasa. Di titik ini, Kaido bukan lagi sekadar lawan fisik. Dia menjadi kobaran api kolosal.
Musuh yang tidak memiliki Busoshoku Haki tingkat tinggi plus lapisan Haoshoku Haki untuk menyerang tanpa harus benar-benar “menyentuh” Kaido, praktis tidak punya jalan keluar.
Untung Gear 5 Luffy memiliki itu dan manipulasi tubuh gila-gilaan jadi Luffy tidak mati konyol, dan malah bisa menang dari Kaido.
4. Loki

Jujur saja, Loki inilah alasan utama kenapa saya kepikiran kategori multi-elemen ini.
Sejak awal, Loki dan palunya, Ragnir, identik dengan elemen petir. Setiap ayunan palu terasa seperti paket sakit: hantaman fisik diperkuat Haki disusul sambaran petir yang memperparah kerusakan. Kombinasi brutal yang sudah cukup untuk menempatkan Loki di level monster.
Tapi ternyata… bukan cuma itu.
Di bab 1171, setelah enam tahun dirantai dengan belenggu Batu Laut raksasa, Loki akhirnya bebas. Dan di momen pertama kebebasannya, ia langsung mengayunkan Ragnir ke Draugr, makhluk raksasa yang dipanggil dari mimpi penduduk Elbaph oleh Rimoshifu Killingham lewat kekuatan Kirin miliknya.
Hasilnya mencengangkan: Draugr itu membeku.
Bukan tersambar. Bukan hancur oleh petir. Tapi membeku total.
Di titik ini, muncul pertanyaan besar:
Apakah Ragnir memang palu multi-elemen, yang bisa menyesuaikan atribut serangannya sesuai kehendak atau kebutuhan penggunanya?
Ataukah ini justru kekuatan Buah Iblis Loki yang dialirkan ke Ragnir, mengubah sifat serangannya dari petir menjadi es?
Apapun jawabannya, satu hal jelas:
Loki bukan lagi sekadar petarung petir.
Ia kini adalah sosok dengan variasi elemen yang tak terduga, ditambah tubuh Ancient Giant, Haoshoku Haki level tinggi, transformasi misterius, dan senjata hidup yang punya kehendak sendiri.
5. Franky

Dengan kekuatan sains (walau lebih tepatnya, sains ala One Piece) Franky juga lmasuk daftar karakter yang bisa menyerang dengan berbagai elemen.
Pertama, ada Coup de Vent, serangan berbasis tekanan udara ekstrem. Ini pada dasarnya adalah manipulasi elemen angin lewat teknologi.
Lalu ada Radical Beam. Serangan ini sering disebut “tembakan cahaya”, atau lebih akuratnya laser, teknologi yang terinspirasi langsung dari riset Vegapunk pada kekuatannya Borsalino. Daya hancurnya mematikan, cukup untuk membuat petarung papan atas pun waspada.
Dan jangan lupakan Franky Fireball, di mana Franky memuntahkan bola api berskala besar. Ini bukan gimmick lucu, tapi serangan api dengan daya hancur nyata, terutama efektif untuk area luas.
Franky memang bukan pengguna Buah Iblis, dan bukan pula Logia. Tapi justru di situlah keunikannya: ia membuktikan bahwa di One Piece, dengan teknologi, seseorang bisa meniru bahkan mengombinasikan berbagai elemen alam sekaligus.
6. Queen

Ada petunjuk sangat kuat bahwa Queen kemungkinan adalah ayah Franky. Dan kalau itu benar, maka kemiripan gaya bertarung mereka terasa masuk akal: sains gila ala One Piece dengan serangan multi-elemen.
Queen jelas bukan sekadar Zoan biasa. Dengan teknologi MADS, ia bisa menembakkan laser beam, serangan berbasis cahaya.
Tak berhenti di situ, Queen juga meniru kemampuan anak-anak Vinsmoke Judge, mantan rekannya di MADS. Salah satunya adalah versi tiruan Dengeki Blue milik Niji, yang memberi Queen serangan berelemen listrik.
Lalu ada teknik Bridal Grapper. Bisa terlihat konyol, tapi cukup mematikan: cakar mekanis Queen menjepit musuh, dan cakar logam ini memanas hingga membara, sehingga korban yang tertangkap bukan hanya terbelenggu tapi juga terbakar.


















