Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Momen Penting yang Tunjukan Naruto Layak jadi Hokage!
visual key manga Naruto Shadow Rising (youtube.com/naruto_boruto_officialchannel)
  • Naruto membuktikan naluri melindungi Konoha dengan mengalahkan Gaara-Shukaku dan Pain, sekaligus memilih dialog untuk menghentikan dendam serta menghidupkan kembali korban serangan.

  • Dalam Perang Dunia Ninja Keempat, Naruto memperkuat Aliansi Shinobi lewat bantuan chakra, menolak gagasan Obito, dan bekerja sama menyegel Kaguya demi menyelamatkan dunia ninja.

  • Naruto tetap mempertahankan prinsipnya dengan menyelamatkan Sasuke dari isolasi, lalu mengalahkan Toneri untuk menggagalkan ancaman terhadap Bumi sebelum menjadi Hokage Ketujuh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Naruto Uzumaki sudah bermimpi menjadi Hokage sejak kecil. Namun, perjalanan untuk meraih gelar tersebut bukan sekadar tentang menjadi ninja terkuat di Konoha. Seorang Hokage juga harus mampu melindungi penduduk desa, mengambil keputusan sulit, menjaga hubungan dengan desa lain, dan mengutamakan keselamatan orang-orang yang berada di bawah tanggung jawabnya.

Sebelum akhirnya Naruto menjadi Hokage Ketujuh, ada banyak momen yang membuktikan bahwa dirinya pantas mendapatkan gelar tersebut. Bahkan, beberapa pencapaian terbesarnya terjadi jauh sebelum ia resmi menduduki jabatan yang diimpikannya.

Berikut delapan momen penting yang menunjukkan Naruto sudah memiliki kualitas seorang Hokage sebelum menjadi pemimpin Konoha!

1. Melindungi Konoha dari Gaara dan Shukaku

Naruto melawan Gaara (dok. Pierrot/Naruto)

Salah satu bukti awal bahwa Naruto memiliki naluri seorang pelindung muncul ketika Konoha diserang dalam insiden invasi Orochimaru. Di tengah kekacauan tersebut, Gaara kehilangan kendali dan berubah menjadi Shukaku, Bijuu Ekor Satu yang kekuatannya mengancam keselamatan orang-orang di sekitarnya.

Naruto kemudian menghadapi Gaara demi menghentikan amukan Shukaku. Pertarungan itu bukan sekadar adu kekuatan antara dua jinchuriki. Naruto juga berusaha menghentikan seseorang yang, seperti dirinya, tumbuh dalam kesepian dan kesulitan mendapatkan kasih sayang.

Naruto akhirnya berhasil mengalahkan Gaara dan membuatnya kembali ke wujud semula. Pertemuan itu bahkan mengubah cara pandang Gaara terhadap kehidupan dan kekuatannya sendiri.

Momen ini menjadi bukti awal bahwa Naruto mampu melindungi orang lain ketika desa berada dalam bahaya. Ia tidak harus menjadi Hokage terlebih dahulu untuk bertindak sebagai pelindung Konoha.

2. Berusaha Mencegah Perang dengan Kumogakure

Pertarungan Sasuke dan Raikage. (Dok. Studio Pierrot/Naruto Shippuden)

Ketika Sasuke semakin jauh terjerumus ke dalam jalan balas dendam, Naruto menghadapi persoalan yang jauh lebih rumit daripada pertarungan biasa. Sasuke telah menyerang Killer Bee, shinobi dari Kumogakure, sehingga Raikage A bertekad menghukumnya.

Naruto memahami bahwa tindakan Sasuke memiliki konsekuensi serius. Namun, ia juga tidak ingin sahabatnya itu kehilangan kesempatan untuk kembali ke jalan yang benar. Karena itu, Naruto mendatangi Raikage dan memohon agar keputusan untuk menghabisi Sasuke dibatalkan.

Permintaan tersebut tidak berhasil. Raikage tetap teguh pada pendiriannya, sementara Naruto harus menerima kenyataan bahwa niat baiknya tidak serta-merta dapat mengubah keputusan seorang pemimpin negara lain.

Meski demikian, usaha Naruto menunjukkan sisi penting dari calon Hokage. Ia mencoba menyelesaikan persoalan melalui dialog sebelum konflik berkembang lebih jauh. Naruto bahkan bersedia merendahkan dirinya di hadapan Raikage demi mencegah lingkaran balas dendam yang lebih besar.

3. Mengalahkan Pain dan Menyelamatkan Konoha

Naruto Sage Mode melawan Pain (dok. Studio Pierrot/Naruto: Shippuden)

Serangan Pain menjadi salah satu ujian terbesar dalam perjalanan Naruto. Ketika Naruto sedang berlatih Sage Mode di Gunung Myoboku, Pain melancarkan serangan besar-besaran yang menghancurkan Konoha dan menewaskan banyak penduduk.

Naruto akhirnya kembali ke desa dan menghadapi Pain. Dengan kemampuan Sage Mode, kecerdikan, serta bantuan para katak dari Gunung Myoboku, ia berhasil mengalahkan sejumlah tubuh Pain sebelum menghadapi pemimpin mereka secara langsung.

Namun, hal yang membuat kemenangan ini begitu penting bukan cuma kemampuan bertarung Naruto. Setelah mengetahui latar belakang Nagato dan penderitaan yang membentuk keyakinannya, Naruto memilih untuk mencari jawaban yang tidak berakhir dengan pembalasan dendam.

Naruto berhasil meyakinkan Nagato untuk mempercayai kembali cita-cita perdamaian. Nagato kemudian menggunakan Rinne Tensei untuk menghidupkan kembali para korban serangannya di Konoha, dengan mengorbankan nyawanya sendiri. Setelah kembali ke desa, Naruto disambut sebagai pahlawan oleh orang-orang yang sebelumnya pernah mengucilkannya.

4. Menyatukan Pasukan Aliansi Shinobi dalam Perang Dunia Ninja

Pasukan Aliansi Shinobi (dok. Pierrot/Naruto: Shippuden)

Perang Dunia Ninja Keempat memperlihatkan bahwa tanggung jawab Naruto jauh melampaui keselamatan Konoha. Ancaman yang muncul kali ini melibatkan seluruh dunia ninja, sehingga keberhasilan satu desa saja tidak akan cukup untuk menghentikannya.

Pada awalnya, Naruto bahkan harus meyakinkan Raikage A agar mengizinkannya turun ke medan perang. A khawatir bahwa keberadaan Naruto dan Killer Bee sebagai jinchuriki justru akan membantu musuh mendapatkan Bijuu yang mereka incar. Naruto akhirnya menunjukkan tekad dan kemampuannya hingga mendapatkan izin untuk bergabung dalam pertempuran.

Di medan perang, Naruto membantu pasukan Aliansi Shinobi menghadapi ancaman White Zetsu, menyebarkan chakra Kurama kepada rekan-rekannya, dan bergerak membantu berbagai kelompok yang kesulitan menghadapi musuh. Chakra yang dibagikannya bahkan menjadi salah satu faktor penting dalam membantu para shinobi bertahan dari serangan Juubi.

5. Menghadapi Obito dan Menolak Siklus Kebencian Dunia Ninja

Naruto berbicara dengan Obito. (dok. Pierrot/Naruto: Shippuden)

Salah satu tantangan terbesar Naruto selama perang adalah menghadapi Obito Uchiha, sosok di balik berbagai peristiwa mengerikan yang menjerumuskan dunia ninja ke dalam kekacauan.

Obito meyakini bahwa dunia nyata hanya akan terus menghasilkan penderitaan. Karena itu, ia ingin menciptakan dunia ilusi melalui Infinite Tsukuyomi, tempat semua orang dapat hidup dalam mimpi mereka masing-masing.

Naruto menolak gagasan tersebut. Ia tidak menyangkal bahwa dunia ninja penuh penderitaan, tetapi ia percaya bahwa manusia tetap bisa menemukan jalan keluar tanpa harus melarikan diri dari kenyataan. Naruto bahkan berusaha menjangkau sisi Obito yang dahulu juga bermimpi menjadi Hokage.

Kualitas ini penting bagi seorang Hokage. Kekuatan dapat menghentikan konflik, tetapi memahami akar konflik dan berusaha memutus siklus kebencian merupakan tantangan yang jauh lebih besar.

6. Menyelamatkan Dunia dari Madara dan Kaguya

Naruto vs Kaguya (dok. Pierrot/ Naruto Shippuden)

Ancaman dalam Perang Dunia Ninja Keempat terus meningkat setelah Madara Uchiha memperoleh kekuatan yang luar biasa dan mengaktifkan Infinite Tsukuyomi. Naruto bersama Sasuke dan rekan-rekannya kemudian harus menghadapi Kaguya Otsutsuki, sosok yang memiliki kekuatan jauh melampaui kebanyakan shinobi.

Dalam pertempuran melawan Kaguya, Naruto tidak bekerja sendirian. Ia harus berkoordinasi dengan Sasuke, Sakura, dan Kakashi untuk menciptakan kesempatan menyegel lawan mereka. Kerja sama tersebut menjadi kunci untuk menghentikan ancaman yang dapat membahayakan seluruh dunia.

Pada akhirnya, mereka berhasil menyegel Kaguya dan menggagalkan rencana yang mengancam kebebasan umat manusia. Naruto sekali lagi menjadi bagian penting dari kelompok yang menyelamatkan dunia ninja dari kehancuran.

7. Menghentikan Sasuke dan Mengakhiri Pertarungan

Sasuke Vs Naruto jilid 2 di Valley of the End (cbr.com)

Setelah Kaguya dikalahkan, Naruto masih harus menghadapi persoalan yang sangat personal. Sasuke ternyata memiliki rencana untuk merevolusi dunia ninja dengan menyingkirkan para Kage dan memusatkan seluruh kebencian dunia kepadanya sendiri.

Sasuke menganggap bahwa seorang Hokage harus mampu menanggung seluruh kebencian sendirian demi menjaga ketertiban. Sebaliknya, Naruto percaya bahwa seseorang tidak bisa menyelesaikan semua masalah dengan memutus hubungan dengan orang lain dan memikul seluruh beban seorang diri.

Perbedaan keyakinan itu membawa mereka ke pertarungan terakhir di Lembah Akhir. Naruto tidak sekadar berusaha mengalahkan Sasuke, tetapi juga ingin menyelamatkan sahabatnya dari jalan yang akan membuatnya semakin terasing. Setelah pertarungan panjang yang membuat keduanya kehilangan banyak tenaga, Sasuke akhirnya mengakui kekalahan dan menerima pandangan Naruto.

Keputusan Naruto untuk tidak menyerah terhadap Sasuke menunjukkan bahwa ia mampu mempertahankan prinsipnya bahkan ketika berhadapan dengan orang terdekatnya. Dengan mengakhiri konflik mereka, Naruto turut membuka jalan bagi pemulihan hubungan antarshinobi setelah perang.

8. Mengalahkan Toneri Otsutsuki demi Melindungi Bumi

Toneri Otsutsuki karakter anime Naruto (dok. Pierrot/Naruto)

Setelah Perang Dunia Ninja Keempat berakhir, Naruto masih harus menghadapi ancaman besar lainnya dalam The Last: Naruto the Movie. Kali ini, lawannya adalah Toneri Otsutsuki, yang berencana menggunakan kekuatan dari Bulan untuk menghancurkan Bumi.

Naruto menghadapi ancaman tersebut bersama sekutunya, termasuk Hinata. Pertarungan melawan Toneri menuntut Naruto untuk kembali mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan banyak orang, meskipun perang besar yang sebelumnya mengancam dunia ninja sudah berakhir.

Naruto akhirnya berhasil mengalahkan Toneri dan menggagalkan rencana penghancuran Bumi. Ancaman ini menunjukkan bahwa tanggung jawab Naruto tidak berhenti ketika peperangan antardesa berakhir. Ia tetap bersedia menghadapi bahaya baru ketika keselamatan orang banyak dipertaruhkan.

Peristiwa ini juga menjadi bagian penting dari masa transisi menuju kehidupan Naruto sebagai orang dewasa. Ia semakin dekat dengan Hinata dan mulai membangun masa depan di luar medan perang, sebelum akhirnya menikah dan melanjutkan perjalanan menuju cita-citanya sebagai Hokage.

Curated For You

Editorial Team

Related Article