Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
7 Penyihir Era Heian di Jujutsu Kaisen, Zaman Keemasan
Sukuna (dok. MAPPA/ Jujutsu Kaisen)

  • Era Heian disebut sebagai Zaman Keemasan Jujutsu, masa di mana para penyihir terkuat dan teknik kutukan paling brutal muncul dalam sejarah.

  • Beberapa penyihir legendaris seperti Sukuna, Uraume, Takako Uro, Yorozu, Angel, Michizane Sugawara, dan Sadatsuna Ashiya berasal dari era ini dan berperan dalam Culling Game.

  • Kisah mereka menunjukkan bagaimana kekuatan kuno Era Heian kembali memengaruhi dunia modern Jujutsu Kaisen.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam semesta Jujutsu Kaisen, Era Heian merujuk pada masa seribu tahun lalu. Dikenal sebagai “Zaman Keemasan Jujutsu”, era tersebut merupakan saat di mana banyak terjadi duel antarpenyihir yang luar biasa kuat. Bahkan, teknik kutukan pun cenderung lebih kompleks dan brutal.

Sukuna adalah salah satu penyihir Era Heian sekaligus bukti betapa berbahayanya jujutsu pada zaman tersebut. Bahkan, penyihir yang menciptakan teknik Simple Domain pun hidup di masa itu.

Beberapa penyihir kuno dari Era Heian bereinkarnasi dan berpartisipasi dalam Culling Game. Lebih lengkapnya, inilah deretan nama yang diketahui.

1. Sukuna

Sukuna (dok. MAPPA/ Jujutsu Kaisen)

Salah satu antagonis utama JJK, Sukuna, diperkenalkan sebagai Raja Kutukan dengan kekuatan tak tertandingi. Entitas ini berasal dari Era Heian yang kala itu ia hidup sebagai penyihir jujutsu terkuat dalam sejarah.

Banyak penyihir mencoba mengalahkannya bersama-sama. Namun, upaya mereka gagal dan menewaskan banyak pihak. Ketika akhirnya ia mati, jiwanya justru tak dapat dilenyapkan karena terlalu kuat.

Berkat bantuan Kenjaku, Sukuna bisa membagi jiwanya ke 20 jari miliknya. Jari-jari tersebut menjadi benda terkutuk dan tersebar di berbagai titik. Gawatnya, jari Sukuna tak dapat dimusnahkan sehingga dirinya pun hidup abadi.

Selama Culling Game, Sukuna berhasil melancarkan misinya untuk merebut tubuh Megumi. Ia bahkan mengalahkan Gojo yang menjadi harapan terakhir umat manusia.

2. Uraume

Uraume (dok. MAPPA/ Jujutsu Kaisen)

Ada pula pengguna kutukan dari seribu tahun lalu, yaitu Uraume. Ia merupakan bawahan setia Sukuna yang bersekutu dengan Kenjaku dalam upaya menyegel Gojo serta menghidupkan kembali tuannya.

Uraume terlahir kembali di era modern, tepatnya di alur Kyoto Goodwill Arc. Ia kembali muncul selama Insiden Shibuya dan terlibat duel melawan beberapa penyihir. Saat Sukuna berhasil merasuki Megumi, Uraume menjalankan lagi perannya sebagai pelayan.

3. Takako Uro

Takako Uro (jujutsu-kaisen.fandom.com)

Pada malam Insiden Shibuya terjadi, Takako Uro diinkarnasi oleh Kenjaku untuk ikut serta dalam Culling Game. Penyihir kuno ini sudah hidup lebih dari seribu tahun lalu dan dikenal sebagai kapten kelompok pembunuh elit yang berafiliasi dengan Klan Fujiwara.

Selama Culling Game Arc, Uro terlibat pertempuran melawan Yuta Okkotsu dan ryu Ishigori. Pertarungan tersebut begitu sengit, tapi akhirnya Uro berhasil ditaklukkan.

4. Yorozu

Yorozu kehilangan armor serangganya (Dok. Mangaplus / Jujutsu Kaisen )

Megumi dipaksa menelan pil pahit setelah mengetahui bahwa kakaknya, Tsumiki, telah diseret oleh Kenjaku ke dalam permainan hidup dan mati. Sialnya lagi, belum sempat Megumi menemukan cara membebaskan sang kakak, dia justru mendapati bahwa seorang penyihir kuno telah bereinkarnasi di dalam tubuh Tsumiki.

Penyihir itu adalah Yorozu, sosok dari Era Heian yang terobsesi pada Sukuna. Saking cintanya ia terhadap Raja Kutukan itu, Yorozu sampai memendam keinginan untuk membunuhnya. Jadi, ketika keduanya dipertemukan lagi, duel maut pun tak terelakkan.

5. Angel

Angel/Hana Kurusu (dok. MAPPA/ Jujutsu Kaisen: The Culling Game Part 1)

Penyihir Era Heian berikutnya adalah Angel. Peserta Culling Game ini bereinkarnasi di dalam tubuh perempuan yang dulu pernah Megumi selamatkan, yaitu Hana Kurusu.

Tak seperti kebanyakan penyihir kuno lainnya, Angel justru memihak penyihir era modern. Mungkin hal itu dilakukan untuk mempermudah misinya, melenyapkan semua inkarnasi sepertinya, terutama Sukuna.

6. Michizane Sugawara

Pada akhir prekuel Jujutsu Kaisen 0, Gojo mengungkap kebenaran terkait latar belakang Yuta Okkotsu. Ternyata, keduanya masih berada di garis keturunan yang sama. Tepatnya, mereka terhubung lewat Michizane Sugawara.

Leluhur Gojo dan Yuta ini dikenal sebagai salah satu dari Tiga Roh Pendendam dan tokoh penting di dunia jujutsu. Namun, sosoknya tak pernah diperkenalkan lebih detail dalam cerita.

7. Sadatsuna Ashiya

Terakhir, ada Sadatsuna Ashiya. Tak banyak informasi yang diungkap mengenai penyihir ini. Namun, ia dikonfirmasi hidup pada masa kejayaan jujutsu pada Era Heian. Ia juga dikenal sebagai pencipta Simple Domain untuk melindungi para pengikutnya dari kutukan jahat dan pengguna kutukan.

Itulah beberapa penyihir dari Era Heian yang diperkenalkan di Jujutsu Kaisen. Bagaimana menurutmu?

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

FAQ seputar penyihir era Heian

Apa itu era Heian dalam lore jujutsu?

Era Heian digambarkan sebagai masa sekitar 1000 tahun lalu ketika jumlah penyihir jujutsu dan kutukan sangat banyak, serta kekuatan mereka berada di puncak. Banyak teknik terkuat berasal dari periode ini.

Siapa penyihir era Heian terkuat?

Tokoh yang paling terkenal adalah Ryomen Sukuna si "Raja Kutukan.”Di masa itu, banyak penyihir kuat mencoba mengalahkannya, tetapi gagal.

Mengapa era Heian disebut “masa keemasan jujutsu”?

Alasannya karena teknik kutukan lebih kompleks, banyak duel antarpenyihir kuat, dan sistem jujutsu belum stabil seperti era modern.

Editorial Team