Super Saiyan 3 (Dok. Toei/Dragon Ball Super: Beerus)
Sayangnya, meski Goku sudah mengerahkan seluruh kemampuannya, Beerus masih belum menunjukkan antusiasme yang berarti.
Goku bahkan merasa bahwa selama pertarungan berlangsung, Beerus hanya terus menghindari serangannya. Akibatnya, ia kesulitan mengukur seberapa besar kekuatan Dewa Kehancuran tersebut. Karena itu, Goku pun meminta Beerus untuk balik menyerangnya. Beerus menyanggupi permintaan tersebut dengan satu syarat: Goku harus menunjukkan kemampuan yang benar-benar layak untuk diperhitungkan.
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Goku akhirnya mengeluarkan kartu as-nya dengan bertransformasi ke wujud Super Saiyan 3.
Saat Goku melancarkan pukulan, Beerus sempat menahannya dan mengakui bahwa kekuatan wujud tersebut memang berada di atas dua transformasi sebelumnya. Namun, pengakuan itu tak serta-merta membuat Goku mampu mengimbangi lawannya. Bahkan setelah melepaskan serangan Kamehameha, ia tetap gagal memberikan dampak berarti kepada Beerus.
Goku kemudian merasakan firasat buruk yang membuatnya spontan mundur. Ternyata, instingnya benar. Beerus mengungkapkan bahwa saat itu ia sempat mempertimbangkan apakah perlu melancarkan serangan balasan atau tidak.
Menariknya, justru pada momen tersebut Beerus mulai memberikan pujian kepada Goku. Meski sebagai makhluk fana Goku tidak mampu merasakan Ki para dewa, ia masih bisa menangkap gelagat serangan dan menghindarinya. Beerus bahkan sampai menduga bahwa Goku sebenarnya memiliki bakat alami sebagai seorang jenius dalam pertarungan.