Gojo dan Yuji menghajar para kutukan (Dok. Mappa/Jujutsu Kaisen)
Jika saat event pertukaran pelajar yang maju adalah Jogo, bukan Hanami, ada kemungkinan hasilnya justru berbeda dan mungkin lebih fatal bagi pihak kutukan.
Hanami saja, yang dikenal memiliki pertahanan luar biasa, sampai dibuat kewalahan oleh kombinasi serangan Yuji Itadori dan Aoi Todo. Setelah itu, ia bahkan masih harus berhadapan dengan teknik Hollow Purple milik Satoru Gojo. Meski babak belur, Hanami tetap selamat karena berhasil melarikan diri sebelum teknik destruktif tersebut mengenainya secara penuh.
Lalu bagaimana jika posisi itu diisi oleh Jogo?
Memang benar, dari sisi ofensif, Jogo jauh lebih mematikan. Serangan api dan magmanya memiliki daya hancur besar dan cakupan luas. Namun, kelemahan terbesarnya terletak pada aspek pertahanan. Ia berkali-kali kehilangan anggota tubuh saat melawan Gojo maupun Sukuna, yang menunjukkan bahwa daya tahannya tidak sekuat Hanami.
Dalam skenario melawan Yuji dan Todo, situasinya bisa menjadi berbahaya bagi Jogo. Todo akan terus mendukung Yuji dengan Boogie Woogie, menciptakan celah dan membuka peluang serangan. Ditambah lagi, Jogo dikenal mudah terpancing emosi. Kondisi tersebut justru bisa memperbesar peluang Yuji mendaratkan Black Flash secara presisi.
Jika Jogo sampai menerima beberapa kali Black Flash dan dihantam bertubi-tubi oleh Todo menggunakan Playful Cloud, bukan tidak mungkin kutukan berapi itu akan tumbang di tempat. Dengan pertahanan yang relatif lebih rapuh dibanding Hanami, peluang Jogo untuk mati dalam skenario tersebut memang cukup masuk akal.
Itulah penjelasan benarkah Jogo bisa mati jika sampai kena Black Flash dari Yuji.
Bagaimana menurut kalian?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku