Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
4 Alasan Cerita Jujutsu Kaisen Modulo Bab 23 Kurang Disukai Pembaca
Maru mengusulkan untuk merekonstruksi Jepang sebagai tempat perlintasan jiwa (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen Modulo)
  • Banyak pembaca kecewa karena transisi antar adegan di bab 23 terasa terburu-buru dan memotong momen penting, membuat alur cerita tampak tidak mulus.
  • Tema persahabatan yang ditampilkan dianggap terlalu klise dan “aman”, tidak sejalan dengan ekspektasi penggemar terhadap nuansa gelap khas Jujutsu Kaisen.
  • Duel Dabura vs Mahoraga berakhir menggantung tanpa penjelasan tuntas, sementara beberapa misteri lama seperti kekuatan Dabura dan konflik Yuka–Tsurugi batal terungkap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Cerita Jujutsu Kaisen Modulo mulai mendekati akhir di mana Maru dan teman-temannya memulai ritual pembersihan energi kutukan demi rekonsiliasi manusia dan Simurian. Namun sayangnya, ada beberapa orang yang tampaknya tak menyukai pendekatan Gege pada cerita kali ini. Respon itu bisa kalian lihat pada sejumlah kolom komentar di manganya dalam situs Mangaplus.

Apa saja alasan cerita pada bab 23 tak begitu disukai?

1. Transisi antar adegan terkesan kasar dan terburu-buru

Dabura mendapat Black Rope (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen Modulo)

Hal ini tampaknya menjadi keluhan sebagian besar pembaca.

Berbeda dengan bab-bab sebelumnya, perpindahan dari satu momen ke momen lain kali ini terasa kurang mulus. Adegan yang semula terkesan akan menjadi debut kekuatan domain Dabura justru langsung dipatahkan dengan kemunculan Black Rope di tangannya. Belum lagi, proses penarikan Dabura dari medan pertarungan oleh Maru sama sekali tidak diperlihatkan, sehingga transisinya terasa terpotong.

Tak berhenti di situ, perpindahan dari momen pertemuan Dabura dan Spejo dengan Maru menuju adegan perpisahan Maru dan Yuji juga terasa cukup mendadak, seolah ada bagian cerita yang dilewati begitu saja.

Hal ini tak mengherankan mengingat Gege sendiri sudah mengatakan kalau cerita ini cuma akan berlangsung sekitar 6 bulan. Tampaknya, hal ini yang membuat cerita pada bab kali ini terkesan terburu-buru.

2. Klise kekuatan persahabatan

Maru dan teman-temannya memulai ritual (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen Modulo)

Sebagai cerita bergenre shounen, Jujutsu Kaisen Modulo memang terasa wajar jika mengusung tema persahabatan.

Namun, para penggemar tampaknya selalu berekspektasi bahwa tema tersebut akan dibawakan dengan pendekatan yang lebih gelap dan tragis. Pendekatan semacam itu sebelumnya pernah dilakukan oleh Gege Akutami dalam kisah masa lalu Satoru Gojo, di mana persahabatannya dengan Suguru Geto yang awalnya begitu hangat perlahan runtuh setelah kematian Riko Amanai dan kegagalan misi mereka. Nuansa pahit itulah yang melekat kuat di benak pembaca.

Karena itu, ketika Maru yang semula berteman dengan Okkotsu bersaudara sempat terlibat konflik, antusiasme pembaca kembali meningkat. Banyak yang menduga hubungan tersebut akan berujung pada tragedi atau setidaknya konsekuensi emosional yang berat.

Sayangnya, ekspektasi itu justru dipatahkan. Alih-alih berkembang ke arah yang lebih kelam, konflik tersebut ditutup dengan nuansa persahabatan yang terasa klise, terutama dalam adegan Maru bergandengan tangan dengan Yuka, Tsurugi, dan Cross. Bagi sebagian pembaca, momen ini terasa terlalu “aman”, bahkan mengingatkan pada penyelesaian khas kartun anak-anak, sehingga kontras dengan reputasi seri yang selama ini identik dengan atmosfer suram dan konsekuensi brutal.

Tak heran jika ada jokes pembaca yang berbunyi sebagai berikut: I am Jujutsu I am Kaisen I am : I am Modulo Together, we are Jujutsu Kaisen: Modulo

3. Duel Dabura vs Mahoraga berakhir mengambang begitu saja

Dabla vs Mahoraga (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen Modulo)

Selain konflik antar bangsa, daya tarik Jujutsu Kaisen Modulo sendiri adalah duel antar makhluk terkuat, Dabura dan Mahoraga.

Pertarungan mereka berjalan begitu sengit. Dabura yang awalnya begitu jumawa sampai dibuat ketakutan oleh Mahoraga namun berhasil berbalik mendesak begitu memahami esensi kutukan pembalik dan informasi domain dari Maru. Mahoraga sendiri terus memulai proses adaptasinya bahkan sampai ke eksistensi alien itu sendiri.

Duel itu sendiri semakin memanas begitu domain Dabura terbuka memperlihatkan nuansa horor dari sesuatu yang tak diketahui, Namun begitu bab 23 rilis, duel itu berakhir begitu saja. Dabura ditarik paksa Maru dari pertarungan dan dipulangkan karena dianggap telah memenuhi janjinya pada suku Rumel.

Meski masih ada bab terakhir yang akan rilis pada awal Maret mendatang, ending duel antar makhluk perkasa ini memang bisa dibilang mengecewakan. Sama seperti duel di Shinjuku yang awalnya sudah dimenangkan Gojo mendadak dimenangkan Sukuna secara offscreen.

4. Beberapo misteri seperti kekuatan Dabura batal terungkap

Dabura melepaskan Domain Expansion (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen Modulo)

Selain akhir duel yang terkesan dipaksakan, ada satu hal lain yang membuat bab 23 menuai kekecewaan: berbagai lore lama yang sudah dibangun sejak awal justru tidak pernah benar-benar dibongkar.

Beberapa di antaranya bahkan terasa seperti “janji” yang tak ditepati. Misalnya, kemampuan domain Dabura yang batal diperlihatkan efeknya secara utuh. Padahal, dalam semesta Jujutsu Kaisen, Domain Expansion selalu menjadi puncak pertarungan, baik itu milik Satoru Gojo maupun Ryomen Sukuna sehingga wajar jika pembaca berharap momen serupa untuk Dabura.

Belum lagi potensi penuh kekuatan Yuji, khususnya terkait Domain Expansion yang sempat disinggung sebagai kemungkinan besar. Rivalitas Yuka dan Tsurugi soal cincin peninggalan kakek mereka juga berakhir tanpa resolusi yang benar-benar memuaskan. Konflik yang tadinya terasa personal dan emosional itu menguap begitu saja.

Dengan kemungkinan hanya tersisa satu bab lagi, harapan untuk melihat semua benang merah tersebut terurai tampaknya harus dikubur dalam-dalam. Alih-alih penutup yang komprehensif, pembaca justru bersiap menerima akhir yang menyisakan lebih banyak tanda tanya daripada jawaban.

Itulah daftar alasan kenapa cerita Jujutsu Kaisen Modulo bab 23 tak disukai para pembaca.

Bagaimana menurut kalian?

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

Editorial Team