UniPin dan KOMDIGI gelar diskusi Tantangan Implementasi IGRS bersama para pelaku industri! Penasaran dengan obrolannya? Cari tahu di sini!
UniPin dan KOMDIGI Gelar Diskusi Tantangan Implementasi IGRS!

1. Dihadiri lebih dari 50 peserta dari industri gaming!
UniPin bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) menggelar acara “Silaturahmi & Iftar Industri Game: Kupas Tuntas IGRS bersama UniPin & KOMDIGI” yang mempertemukan regulator dan pelaku industri game dalam sebuah forum diskusi terbuka terkait implementasi Indonesia Game Rating System (IGRS). Acara ini berlangsung di GoWork Pacific Place dan dihadiri oleh lebih dari 50 peserta yang terdiri dari pemangku kepentingan industri game dan digital mulai dari para pengembang gim hingga rekan-rekan media gaming.
Diskusi tersebut mengangkat topik “Tantangan Game Publishers dalam Implementasi IGRS”, yang berfokus pada berbagai tantangan operasional yang dihadapi pelaku industri dalam proses penerapan sistem rating gim nasional tersebut. Sesi ini menghadirkan Poeti Fatima selaku GM Business Global dari UniPin serta Tita Ayuditya Surya selaku Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Gim dan Cendana selaku Policy Analyst dari KOMDIGI sebagai pembicara.
2. Tantangan yang dihadapi pelaku industri gaming!
Dalam diskusi tersebut, para peserta membahas berbagai tantangan yang dihadapi game publishers dalam mengimplementasikan IGRS, mulai dari proses penyesuaian internal hingga kebutuhan koordinasi yang lebih erat antara regulator dan pelaku industri. Forum ini juga menjadi kesempatan bagi para pelaku industri untuk menyampaikan masukan langsung serta berbagi pengalaman terkait implementasi kebijakan tersebut.
“Sebagai bagian dari ekosistem industri game di Indonesia, UniPin percaya bahwa implementasi IGRS memerlukan kolaborasi yang erat antara regulator dan pelaku industri. Melalui forum diskusi ini, kami berharap dapat membuka ruang dialog yang konstruktif untuk saling berbagi perspektif, memahami tantangan yang dihadapi game publishers, serta bersama-sama mencari solusi terbaik demi mendukung pertumbuhan ekosistem game yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Poeti Fatima, GM Business UniPin.
3. Tetapkan klasifikasi usia yang jelas
“KOMDIGI menghadirkan Indonesia Game Rating System (IGRS) sebagai kebijakan yang mengatur seluruh game yang beredar dan dipasarkan di Indonesia agar memiliki klasifikasi usia yang jelas. Sistem ini dirancang dengan proses implementasi yang sederhana sehingga dapat memudahkan para penerbit game dalam menerapkannya. Melalui IGRS, kami tidak hanya menjalankan peran sebagai regulator, tetapi juga ingin mendorong perkembangan operasional industri game di Indonesia agar semakin kuat dan mampu bersaing di tingkat global, sekaligus memastikan pengelompokan game berdasarkan usia dapat diterapkan dengan baik,” ujar Tita Ayuditya Surya, Ketua Tim Implementasi Gim di Kementerian Komunikasi dan Digital.
Selain sesi diskusi, acara ini juga menjadi momentum silaturahmi Ramadan melalui kegiatan iftar dan networking, yang mempererat hubungan para pelaku industri untuk membangun kolaborasi dalam suasana yang lebih hangat dan informal. Melalui inisiatif ini, UniPin berharap dialog antara regulator dan pelaku industri dapat terus berlanjut sehingga implementasi IGRS dapat berjalan lebih efektif serta mendukung perkembangan industri game Indonesia ke depan.
Apa pendapatmu sendiri terhadap diskusi yang diadakan oleh UniPin dan KOMDIGI ini? Bagikan opinimu di kolom komentar!