Konten Asing Kian Merajai, Kini Bangkit Konten Indonesia Dengan KlikIndonesia

Konten asing kiang menguasai konten-konten internet di Indonesia. Perlukah menutup konten asing tersebut demi konten Indonesia? Jawabannya, "Tidak!", karena kini hadir konten Indonesia yang bangkit demi mendukung Industri Internet Indonesia. Baca selengkapnya!

Konten Asing Kian Merajai, Kini Bangkit Konten Indonesia Dengan KlikIndonesia

Maraknya konten asing yang hadir di internet Tanah Air disinyalir banyak menimbulkan kerugian bagi ekonomi Indonesia. Hal ini disebabkan karena devisa negara akan masuk ke negara asing.

Indonesia memiliki potensi pasar yang luar biasa, terlihat dari data terakhir pada Desember 2011, tercatat jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 55 juta orang atau menguasai Asia sebesar 22,4% setelah Jepang. Bahkan berdasarkan survey MarkPlus Insight menyebutkan, jumlah pengguna internet di Indonesia kini di tahun 2012 sudah mencapai 61 juta orang dikutip dari.

Data comScore untuk kategori-kategori utama penggunaan Internet di Indonesia pada tahun 2010. Pengguna Internet Indonesia lebih banyak meluangkan waktunya untuk Social Networking.[/caption]

Menurut Ketua Umum Klik Indonesia, Henri Kasyfi Soemartono, 70% konten internet Indonesia masih dikuasai oleh konten asing. Jika terus begini, sudah pasti bukan hanya bandwitdh internasional yang kian terbebani, tapi banyak devisa negara yang terbang ke luar negeri dikutip dari detikINET.

Selama ini, masyarakat Indonesia salah kaprah. Bahwa pengguna twitter Indonesia merupakan terbesar ke-5, pengguna Facebook Indonesia terbesar ke-4 dunia, adalah kebanggaan yang semu. Sebab, nilai ekonomisnya, pengguna Indonesia tidak menikmatinya, namun hanya sebagai objek semata. "Seluruh nilai ekenomisnya, berupa pemasangan iklan dan lain-lain, semua milik asing, bukan kita. Kenapa kita tidak meningkatkan nilai ekonomis konten bangsa Indonesia dengan mengakses konten saudara-saudara sendiri?" ungkap Henri yang juga sebagai Komisaris Internet Data Center Indonesia (IDC) dikutip dari merdeka.com.

Apakah itu berarti perlu kebijakan untuk menutup konten-konten asing? "Tidak. Tapi, KlikIndonesia bersama-sama menandai bahwa, hari ini adalah gerakan dimulainya kebangkitan konten-konten lokal," kata Henri yang juga pendiri ISP resmi pertama Indonesia, Radnet. Yang pasti, inilah saatnya kreativitas anak-anak bangsa ini dihargai setidaknya oleh masyarakat Indonesia sendiri. Untuk mengetahui lebih lanjut, bisa membuka www.KlikIndonesia.or.id atau www.KlikIndonesia.org. Di situ tersebut, para pengurus konten di Indonesia bisa mendaftarkan kontennya.

Untuk menandai kebangkitan konten internet Indonesia, maka KlikIndonesia akan mendeklarasikan diri pada hari Rabu, tanggal 12-12-2012 tepat pukul 12.00 WIB di Gedung Cyber1 Lantai-7, Jl. Kuningan Barat, Jakarta Selatan. Dalam deklarasi tersebut, selain sebagai tanda kebangkitan konten Indonesia, juga diputar video berdurasi sekitar 5 menit yang berisi lagu KlikIndonesia serta dukungan konten-konten pendukung gerakan ini antara lain Kaskus, detikcom, kompas.com, merdeka.com, indowebster, kapanlagi.com, mindtalk.com dan lain-lain.

"Kini saatnya kita untuk bergerak, bekerja sama, saling bahu membahu untuk membangun konten Indonesia," tutup Henri.

sumber : detikINET, 2, 3, 4

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU