Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Literaia Festival Kupas Tujuan PP Tunas sampai Fenomena Melek Baca!
Literaia Festival 2026 (duniaku.com/Adhitya Daniel)
  • Literaia Festival 2026 membahas budaya baca, tanggung jawab digital, dan peluang penulis lokal di ruang global dalam rangka Bulan Gemar Baca serta Hari Literasi Nasional.

  • Komdigi menekankan PP Tunas untuk melindungi anak di ruang digital melalui peran keluarga, masyarakat, dan platform, termasuk penyaringan serta pelaporan konten tak sesuai usia.

  • Pegiat literasi Alya Putri mengajak membaca terintegrasi dengan aktivitas lain, menyoroti tren joki buku yang kerap bersifat satir dan pentingnya pengalaman membaca kolektif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Literaia Festival 2026 Kupas Tujuan PP Tunas sampai Fenomena Melek Baca! Seperti apa obrolan yang hadir dalam sesi bincang hari ketiga festival tersebut? Temukan di sini!

1. Keluarga sebagai pilar ekosistem keamanan konten digital!

Literaia Festival 2026 (duniaku.com/Adhitya Daniel)

Sesi Bincang yang hadir di hari ketiga festival tersebut terbagi menjadi tiga topik: Menumbuhkan Reading Culture di Era Media Sosial, Digital Responsibility: Menakar Peran Platform dan Pelaku Industri dalam PP Tunas, hingga Penulis Tanpa Batas: Membawa Karya Lokal ke Panggung Digital Internasional. Dalam sesi yang juga dipaparkan oleh Ketua Tim Hukum & Kerjasama Setditjen Pengawasan Ruang Digital dari Komdigi Nanci Laura juga menjelaskan tentang pentingnya kehadiran PP Tunas dalam mempersiapkan anak dalam menghadapi ruang digital yang semakin age-sensitive.

Nanci juga memaparkan tanggung jawab dalam keamanan anak juga tidak hanya melibatkan orang tua, namun juga melibatkan platform digital baik edukasi sampai hiburan dalam melindungi anak dari konten-konten berbahaya. "Pilar agar ekosistem ini berjalan termasuk masyarakatnya, termasuk orang tuanya. Jadi kita pahami olah konten itu apakah sulit atau perlu untuk direvisi chat aja atau screenshoot aja, lapor (aduankonten.id). 'Bisakah diproses?' Itu bisa. Jadi harapannya ketika orang tua dan anak-anak yang ada di sini menemukan konten atau akun yang tidak sesuai batas usia tertentu, itu bisa di-screen (disaring)," jawab Nanci atas pertanyaan terhadap harapan yang hadir dari efek aduan konten yang tidak sesuai usia. Di sisi lain, Isa Alamsyah selaku CEO aplikasi KBM juga membawakan obrolan bahwa sekarang dalam lansekap internet pun khalayak umum tidak terbatas dari latar belakang yang beragam untuk menjadi penulis karya.

2. Tentang Literaia Festival 2026!

Literaia Festival 2026 (duniaku.com/Adhitya Daniel)

Festival Literaia 2026 diselenggarakan oleh Direktorat Penerbitan dan Fotografi, Deputi Bidang Kreativitas Media, Kementerian Ekonomi Kreatif dalam rangka memperingati Bulan Gemar Baca dan Hari Literasi Nasional. Acara ini sendiri merupakan festival literasi nasional yang mengusung semangat penguatan budaya baca dan ekosistem literasi di Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung pada 11 Oktober, 13 dan 14 Oktober ini mempertemukan pelaku industri buku, komunitas literasi, pelaku ekonomi kreatif, serta masyarakat melalui berbagai rangkaian program, seperti bincang literasi, workshop, pameran, hingga sesi diskusi mendalam terkait pelestarian dan konservasi karya. Dalam Workshop hari ketiga acara tersebut, Sigit Pratama memperkenalkan teknik pitching profesional untuk penulis novel melalui sesi menyusul logline dan pitch deck yang intensif bersama para pengunjung.

3. Tanggapi fenomena Joki Buku!

Literaia Festival 2026 (duniaku.com/Adhitya Daniel)

Selain memaparkan bagaimana pembaca juga menjadi roda penting yang ikut menggandeng bersama instrumen literasi lainnya seperti penulis, pemerintah, hingga penerbit dalam menyebarkan minat membaca, pegiat literasi dan BookTok Alya Putri (@bacaanalya) juga ikut ngobrol tentang rasa penasaran duniaku.com terhadap pasar kreator seperti Comic Frontier sebagai jalur untuk menggalang minat membaca. "Membaca 'kan, kaya kita dengerin musik atau hal yang melibatkan diri kita yang lain, harusnya bisa ketemu, ya. Jadi baca buku itu gak berdiri sendiri aja, tapi juga masuk aja dengan kegiatan lain jadi gabungin aja," ajak Alya.

Menjawab fenomena Joki Buku yang ramai diperbincangkan di media sosial, Alya juga bercerita kalau cukup jeli melihatnya, sebagian besar jasanya juga merupakan satir. "Teman saya ada tuh yang baca buku dan sering komentarin tentang buku bilang segala-gala wakilin baca buku dan apa, padahal sebenarnya itu satir. Tapi kita saat ini sulit membedakan mana yang benar mana yang tidak. Kalau saya penasarannya, mungkin ada orang-orang sibuk yang pengen ikutan klub buku tapi di-estetik-in atau di-bookstagram karena merasa validasi online itu ada wah-nya. Padahal gak ada ("Makanya saya juga punya pekerjaan lain, bukan full konten kreator *tertawa").

4. Antara membaca dan tren!

Literaia Festival 2026 (duniaku.com/Adhitya Daniel)

Alya juga mengamati bahwa kegiatan membaca juga masih dianggap sebelah mata, "Menurut saya sebagai pembaca dan juga penggiat literasi, ini jadinya isu yang cukup struktural, karena bisa jadi kekosongan di perpustakaan. Karena adanya orang yang mengkurasi buku-buku yang harusnya direkomendasi ke warga siapa? Langsung pembaca semuanya yang tahu, langsung kaya pustakawan lama-lama (tertawa)." Kembali ke tren Joki Buku, Alya memaparkan dengan gelak tawa, "dan ikutan tren itu biasa lah, namanya orang pengennya cepet.. tapi masalahnya itu gak usah pakai joki, harganya udah lumayan soalnya harga buku sekarang juga mahal, gak usah tambahin joki juga!"

Praktisi Literasi Wien Muldian yang bertindak sebagai moderator juga menimpali, "Sebenarnya bukannya pakai Google Lens juga dari foto sampul bukunya juga langsung dijabarin. Saya membaca buku, teman-teman saya mau baca buku yang saya baca biar kita bisa diskusi. Jadi secara kolektif pengalamannya bisa dibangun seperti itu dan dibagi ke teman-teman saya jadi muncullah percakapan."

Apa pendapatmu terhadap Festival Literaia? Sampaikan di kolom komentar!

Curated For You

Editorial Team

Related Article