Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Interview PSYCHIC FEVER Bahas Game dan Keseruan di Balik Panggung!
Interview PSYCHIC FEVER di kantor IDN bersama Duniaku.com. Foto: Dimas Ramadhan
  • PSYCHIC FEVER menggelar DIFFERENT Listening Party di Bajawa, Jakarta, pada 15 Oktober 2026 untuk memperkenalkan album DIFFERENT yang dirilis Juli 2026.

  • Dalam wawancara, tujuh anggota menyamakan dinamika grup dengan Super Smash Bros., berbagi kebiasaan bermain game, serta menceritakan inspirasi cover “Baku Baku” berbahasa Indonesia dari penggemar.

  • Grup ingin memperluas musik khas mereka secara global tanpa kehilangan identitas, serta berharap mengadakan konser solo di Indonesia dan menjalani world tour.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, Duniaku.com - PSYCHIC FEVER from EXILE TRIBE kembali menyapa penggemar Indonesia lewat acara DIFFERENT Listening Party di Jakarta pada 15 Oktober 2026. Acara yang digelar di Bajawa, Jakarta, ini menjadi kesempatan bagi penggemar untuk mengenal lebih dekat album terbaru mereka, DIFFERENT, yang dirilis pada Juli 2026.

Dalam sesi interview esklusif bersama Duniaku di kantor IDN, grup beranggotakan tujuh orang ini membicarakan berbagai hal menarik, mulai dari kebiasaan bermain game, keseruan membuat karakter masing-masing anggota di Tomodachi Life, hingga keinginan mereka untuk menggelar konser solo di Indonesia.

Berikut lima hal menarik dari perbincangan Duniaku bersama PSYCHIC FEVER.

1. PSYCHIC FEVER Merasa Seperti Super Smash Bros. karena Punya Tujuh Kepribadian Berbeda

Potret personel boy band asal Jepang, PSYCHIC FEVER (instagram.com/psyfe_official)

Kalau PSYCHIC FEVER adalah sebuah video game, game seperti apa yang paling cocok menggambarkan kepribadian mereka? Pertanyaan ini menghasilkan jawaban menarik dari para anggota, yaitu Super Smash Bros.

Alasannya cukup sederhana. Game fighting crossover tersebut memiliki banyak karakter dengan kemampuan dan kepribadian berbeda, sesuatu yang mereka rasa juga menggambarkan PSYCHIC FEVER sebagai grup beranggotakan tujuh orang.

“Super Smash Bros., karena ada banyak karakter berbeda di dalamnya. Sama seperti PSYCHIC FEVER, kami memiliki tujuh individualitas dan kepribadian yang berbeda-beda,” jelas mereka.

Menariknya, mereka juga punya pilihan lagu yang dianggap cocok untuk masuk ke dalam game. Salah satu lagu yang disebut adalah “IGNITE”, yang terdapat dalam album DIFFERENT.

Dengan tema tinju, “IGNITE” dinilai cocok untuk game yang berhubungan dengan pertarungan, termasuk genre fighting. Pilihan ini terasa makin menarik setelah mereka membandingkan identitas grup dengan Super Smash Bros..

Jadi, kalau suatu hari ada game yang menggunakan lagu PSYCHIC FEVER sebagai soundtrack, “IGNITE” bisa menjadi salah satu pilihan yang mereka bayangkan cocok untuk menemani pertarungan.

2. Main Game Bareng Membuat Sisi Kocak Para Member Kelihatan

Potret personel boy band asal Jepang, PSYCHIC FEVER (instagram.com/psyfe_official)

Di luar panggung dan ruang latihan, PSYCHIC FEVER juga punya kegiatan bersama yang memperlihatkan sisi lain dari para anggotanya. Salah satunya adalah bermain game.

Dalam interview, mereka bercerita bahwa beberapa anggota belakangan memainkan Momotaro Dentetsu. Kokoro bermain bersama Ren dan terkadang Jimmy.

Menurut mereka, suasana ketika bermain game berbeda dari saat latihan atau tampil di atas panggung. Para anggota bisa mengeluarkan suara aneh, membuat ekspresi lucu, dan memperlihatkan reaksi spontan yang jarang terlihat ketika sedang bekerja sebagai grup.

“Ketika bermain game, mereka biasanya mengeluarkan suara-suara aneh. Itu lucu sekali, karena kami bisa melihat ekspresi yang tidak terlihat ketika mereka sedang tampil atau latihan,” ungkap mereka.

Kokoro juga sempat mencoba Tomodachi Life, bahkan membuat karakter yang mewakili masing-masing anggota PSYCHIC FEVER di dalam game tersebut. Cerita ini memperlihatkan bahwa game bukan hanya hiburan bagi para anggota, tetapi juga bisa menjadi cara untuk melihat sisi personal satu sama lain di luar aktivitas musik.

3. Cover “Baku Baku” dalam Bahasa Indonesia Jadi Inspirasi Mereka

Potret personel boy band asal Jepang, PSYCHIC FEVER (instagram.com/psyfe_official)

Hubungan PSYCHIC FEVER dengan penggemar Indonesia juga punya cerita yang cukup berkesan, terutama ketika mereka mencoba membawakan sebagian lirik lagu “Baku Baku” dalam bahasa Indonesia pada kunjungan sebelumnya.

Inspirasi tersebut datang dari media sosial. Mereka menemukan unggahan seorang penggemar yang membuat cover “Baku Baku” dalam bahasa Indonesia, lalu tertarik untuk mencoba membawakan versi tersebut.

Yang membuat pengalaman itu semakin spesial, penggemar yang membuat cover tersebut ternyata hadir ketika PSYCHIC FEVER tampil di hadapan penonton Indonesia. Mereka pun berkesempatan bertemu langsung dengan orang yang menginspirasi mereka.

“Kami melihat unggahan seorang penggemar yang menyanyikan ‘Baku Baku’ dalam bahasa Indonesia. Itu yang membuat kami ingin mencoba lirik bahasa Indonesia. Ketika tampil di Indonesia, orang yang membuat cover tersebut ternyata ada di antara penonton, jadi kami bisa bertemu dengannya,” cerita mereka.

Mereka juga mengakui bahwa mempelajari bahasa Indonesia memiliki tantangan tersendiri, terutama karena ada pengucapan yang tidak biasa ditemukan dalam bahasa Jepang.

Karena itu, para anggota berlatih cukup keras untuk mempersiapkan lirik tersebut. Bagi mereka, usaha itu menjadi salah satu cara untuk menunjukkan kedekatan dengan penggemar Indonesia.

4. PSYCHIC FEVER Ingin Membuat Musik yang Hanya Bisa Mereka Ciptakan

Potret personel boy band asal Jepang, PSYCHIC FEVER (instagram.com/psyfe_official)

Di tengah popularitas K-Pop dan semakin luasnya jangkauan musik Asia di pasar internasional, PSYCHIC FEVER from EXILE TRIBE juga memiliki ambisi untuk memperkenalkan musik mereka kepada pendengar dari berbagai negara.

Namun, bagi grup ini, memperluas jangkauan global bukan berarti harus mengikuti tren yang sedang populer. Mereka justru ingin mempertahankan identitas musikal yang membuat PSYCHIC FEVER berbeda dari grup lainnya.

Ketika ditanya tentang harapan mereka di industri musik global, para anggota menjelaskan bahwa tujuan mereka adalah membawa musik PSYCHIC FEVER kepada lebih banyak orang, tanpa kehilangan karakter khas grup.

“Meskipun kami ingin menyampaikan musik kami kepada orang-orang di banyak negara, hal yang paling penting adalah terus membuat musik yang hanya bisa diekspresikan oleh PSYCHIC FEVER. Kami ingin terus menciptakan musik yang hanya bisa kami buat,” jelas mereka.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa PSYCHIC FEVER tidak hanya mengejar kesempatan untuk tampil di lebih banyak negara. Mereka juga ingin memastikan bahwa musik yang dibawa ke panggung internasional tetap merepresentasikan identitas grup.

Bagi PSYCHIC FEVER, tantangannya bukan sekadar menjangkau pendengar baru, tetapi juga memperkenalkan karakter musik mereka sendiri kepada audiens yang lebih luas.

5. PSYCHIC FEVER Ingin Menggelar Konser Solo di Indonesia

Potret personel boy group asal Jepang, PSYCHIC FEVER (instagram.com/psyfe_official)

Kunjungan kali ini menjadi kesempatan bagi PSYCHIC FEVER untuk kembali bertemu langsung dengan penggemar Indonesia melalui DIFFERENT Listening Party. Namun, mereka mengaku masih memiliki impian lain yang ingin diwujudkan di Indonesia, yaitu menggelar konser solo.

Mereka menjelaskan bahwa sampai sekarang belum pernah mengadakan konser solo di Indonesia. Karena itu, mereka berharap suatu hari bisa kembali dan membawakan musik serta penampilan mereka dalam sebuah konser khusus.

“Untuk kunjungan kali ini, kami akan mengadakan listening party. Namun, kami belum pernah menggelar live performance atau konser solo di Indonesia, jadi kami ingin melakukannya di masa depan dan berbagi musik serta penampilan kami bersama para penggemar,” ujar mereka.

Mereka juga memperkenalkan album kedua mereka, DIFFERENT, kepada pembaca yang baru mengenal PSYCHIC FEVER. Mereka berharap penggemar terus mengikuti aktivitas grup sembari menantikan berbagai rencana berikutnya.

“Untuk aktivitas mendatang, kami ingin mengadakan world tour dan menyampaikan lebih banyak musik kepada orang-orang di seluruh dunia. Walaupun membutuhkan waktu, kami ingin mencapai tujuan tersebut. Untuk penggemar Indonesia, nantikan aktivitas kami selanjutnya. Kami yakin bisa kembali ke Indonesia dan tampil di hadapan kalian,” ungkap mereka.

Bagi penggemar yang ingin mengenal lebih dekat PSYCHIC FEVER dan album DIFFERENT, grup ini akan menggelar DIFFERENT Listening Party di Bajawa, Jakarta, pada 15 Oktober 2026. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung dengan tiket masuk gratis (free entry).

Curated For You

Editorial Team

Related Article