Setelah Dihapus dari Situs, Valve Buka-Bukaan Soal Steam Machine

Setelah dihapuskan dari toko Steam, Valve akhirnya memberikan alasan mereka!

Masih ingat dengan berita kemarin yang menyebutkan dihapusnya Steam Machine dari toko Steam? Setelah dihilangkan secara diam-diam, akhirnya Valve mengakui gagalnya konsol SteamOS ini melalui sebuah pernyataan.

Steam Machine yang saat ini telah dihapuskan dari situs Steam merupakan salah satu proyek dari Valve untuk menghadirkan pengalaman bermain game Steam tanpa harus merakit komputer sendiri. Dengan 'konsol' dari Steam ini, para gamer mendapatkan akses mudah untuk memainkan ratusan game Steam.

Tidak bekerja sendiri, Valve juga menggaet beberapa manufaktur ternama seperti Alienware dan Asus ROG. Dengan pilihan berbagai macam spesifikasi layaknya PC berukuran mini, pemain memiliki banyak pilihan sesuai dengan budget yang dimiliki.

Melalui berita yang kemarin ditayangkan, Valve secara diam-diam menghapus konsol mereka dari Steam. Pada bagian hardware, hanya ada Steam Controller, Steam Link dan HTC Vive saja. Eksistenti Steam Machine dianggap tidak pernah ada sama sekali.

Atas dasar apa Valve menghapus konsol yang telah mereka rilis pada tahun 2016 ini? Mungkin pernyataan Valve yang ditayangkan baru-baru ini akan menjawab pertanyaan tersebut.

Valve sendiri mengakui bahwa penjualan Steam Machine sangatlah rendah. Bahkan, konsol tersebut dihapuskan dari situs Steam dikarenakan rendahnya minat para gamer. Dengan harga yang dapat dikatakan tidak murah, ini bisa saja menjadi alasan para pemain lebih memilih untuk merakit PC sendiri.

Bahkan, enam bulan setelah Steam Machine dirilis, Ars Technica menyebut unit yang terjual tidak sampai 500,000 konsol! Angka tersebut tentu saja sangat rendah dibandingkan dengan konsol seperti XBOX One dan Playstation 4 yang laris dibeli saat perilisan.

Saat ini, Valve akan memfokuskan diri pada pengembangan teknologi pada sistem operasi selain Windows. Dengan hadirnya Vulkan, Valve ingin memastikan Linux dapat dijadikan sebagai ekosistem gaming yang kompeten. Bahkan, Valve sendiri sebelumnya telah mengumumkan dukungan Vulkan untuk sistem operasi MacOS dan iOS.

Dengan menghilangnya Steam Machine, Valve bisa lebih leluasa untuk mengembangkan proyek Linux yang sedang dikerjakan. Valve sendiri tidak mau memberikan informasi mengenai proyek ini, namun ini tentunya akan menjadi hal yang menarik saat diumumkan.

Diedit oleh Doni Jaelani

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU