Screenshot Onimusha: Way of the Sword versi PS5 yang diambil redaksi Duniaku.com. (Dok. Capcom/Onimusha: Way of the Sword)
Berhubung di game ini kita memainkan Miyamoto Musashi yang menggunakan pedang serta beragam perlengkapan Oni, tentu saja kalau combat-nya ampas, game-nya juga bakal kehilangan banyak daya tarik.
Untungnya, pertempuran Onimusha: Way of the Sword justru merupakan salah satu kekuatan terbesarnya.
Secara sederhana, Musashi memiliki beberapa variasi serangan. Ada serangan satu tangan yang lebih cepat tetapi lebih lemah, cocok untuk memberikan tekanan kepada musuh. Sementara itu, serangan dua tangan lebih kuat dan efektif untuk menghancurkan pertahanan lawan, tetapi memiliki wind-up yang lebih lambat.
Namun untuk menjadi pendekar pedang sejati di game ini, kamu tidak cukup hanya memikirkan kapan harus menyerang. Kamu juga harus bereaksi terhadap serangan musuh.
Baik Musashi maupun musuh memiliki bar merah di bawah HP utama. Bar ini berkaitan dengan stamina atau ketahanan mereka. Ketika bar tersebut habis, pertahanan mereka akan terbuka dan mereka menjadi jauh lebih rentan.
Cara paling sederhana menghadapi serangan adalah menggunakan block. Namun block biasa berpotensi menguras stamina.
Atau kamu bisa menguasai parry: melakukan block tepat pada momen serangan lawan mengenai Musashi. Parry tidak menghabiskan stamina dan dapat membuka kesempatan untuk melakukan serangan balik.
Masalahnya tentu saja sederhana: kamu harus tahu timing-nya.
Ada pula Dodge Reflex, yaitu mengelak tepat ketika serangan musuh hampir mengenai Musashi. Teknik ini bahkan bisa lebih efektif daripada parry ketika menghadapi serangan tertentu yang tidak menggunakan senjata.
Setelah skill tertentu terbuka, Musashi juga mendapatkan kemampuan Deflect. Teknik ini menggunakan input yang sedikit berbeda dari parry dan dapat menguras stamina musuh lebih banyak. Bahkan proyektil yang datang ke arah Musashi dapat dipantulkan kembali kepada musuh.
Lalu ada mekanik yang sudah menjadi identitas Onimusha: Issen.
Ini adalah mekanik yang sangat high risk, high reward. Kamu harus menekan serangan ringan atau berat tepat sebelum serangan musuh mengenai Musashi.
Jika berhasil, Musashi langsung melancarkan serangan balik dengan damage besar.
Jika gagal? Ya, kamu yang kena pukul. Timing adalah segalanya.
Namun ketika berhasil melakukan Issen terhadap musuh yang sedang agresif, situasi pertarungan bisa langsung berubah. Musuh yang sebelumnya terus menekan Musashi bisa mendadak kehilangan momentum dan justru berada dalam posisi terdesak.
Dan seiring perjalanan, Musashi juga memperoleh berbagai Oni Armament yang memberikan variasi baru untuk menghadapi musuh.
Ketika semua mekanik tersebut mulai dipadukan, pertempuran Onimusha berubah menjadi pertarungan berbasis timing, positioning, dan pembacaan gerakan musuh yang terasa seru dan mendebarkan.
Terutama kalau kamu bermain setidaknya pada tingkat kesulitan Action, yang merupakan tingkat kesulitan standar.
Pada titik itu, game benar-benar meminta kamu untuk memahami kemampuan Musashi, bukan sekadar menekan tombol serangan sampai musuh mati.