Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Perbedaan Konflik Musashi Versus Ganryu di Onimusha dengan Legenda
Onimusha: Way of the Sword (dok. Capcom/Onimusha: Way of the Sword)
  • Onimusha: Way of the Sword menafsirkan Sasaki Ganryu sebagai rival Miyamoto Musashi dengan unsur Oni Gauntlet, Genma, dan konflik supernatural.
  • Duel Musashi dan Ganryu di pulau terjadi sebelum konflik Yoshioka, dengan dayung sebagai rujukan pada legenda Ganryujima.
  • Ganryu selamat dari duel dan semakin obsesif terhadap Musashi, sementara Musashi digambarkan lebih menahan diri terhadap manusia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bagian rivalitas Musashi dan Ganryu mana yang lebih menonjol?
Vote Now
  • What?
    Lima perbedaan konflik Miyamoto Musashi dan Sasaki Ganryu dalam Onimusha: Way of the Sword dengan legenda.
  • Who?
    Miyamoto Musashi, Sasaki Ganryu, Sasaki Kojiro, Minamoto no Yoshitsune, dan Yoshioka Seijuro.
  • Where?
    Duel berlangsung di sebuah pulau kosong; Ganryu kemudian mengikuti Musashi ke Kyoto dan mereka berhadapan kembali di Kiyomizu-dera.
  • When?
    Pada Bab 1 komik prekuel, Musashi telah bertarung melawan Ganryu sebelum konflik besarnya dengan Yoshioka.
  • Why?
    Ganryu terus mengejar Musashi karena Musashi membangkitkan gairah bertarungnya dan menjadi obsesinya.
  • How?
    Onimusha membalik urutan duel, membuat Ganryu selamat, serta menambahkan Oni Gauntlet dan pengaruh Yoshitsune pada konflik mereka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bagian rivalitas Musashi dan Ganryu mana yang lebih menonjol?
Vote Now

Musashi dan Ganryu adalah dua pendekar yang bertengkar di Onimusha: Way of the Sword. Mereka pernah berduel di pulau. Musashi memakai dayung dan tidak membunuh Ganryu. Ganryu lalu mengikuti Musashi ke Kyoto. Ganryu sangat ingin bertarung lagi, tetapi Musashi lebih menahan diri saat menghadapi manusia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bagian rivalitas Musashi dan Ganryu mana yang lebih menonjol?
Vote Now

Penggunaan dayung, duel di pulau, dan kaitan Ganryu dengan Sasaki Kojiro menunjukkan bahwa Onimusha tetap membawa elemen yang identik dengan legenda ke dalam ceritanya. Perubahan urutan konflik dan karakter memberi ruang bagi rivalitas Musashi serta Ganryu untuk berkembang sebagai bagian penting dari cerita fantasi game.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bagian rivalitas Musashi dan Ganryu mana yang lebih menonjol?
Vote Now

Di Onimusha: Way of the Sword, Minamoto no Yoshitsune menjadi salah satu ancaman terbesar yang harus dihadapi Miyamoto Musashi.

Namun selain konflik melawan Genma dan Yoshitsune, ada satu rivalitas lain yang menjadi bagian penting dari cerita: perseteruan antara Miyamoto Musashi dan Sasaki Ganryu.

Sasaki Ganryu sendiri terasa sebagai interpretasi modern dari Sasaki Kojiro, rival Musashi yang terkenal dalam legenda. Sementara “Ganryu” merupakan nama atau julukan yang kemudian dikaitkan dengan Kojiro.

Namun ada satu hal yang perlu ditekankan terlebih dahulu: sejarah mengenai Sasaki Kojiro sebenarnya sangat kabur. Bahkan nama Sasaki Kojiro tidak disebut oleh Miyamoto Musashi dalam The Book of Five Rings.

Karena itu, untuk membandingkan versi Onimusha dengan kisah yang lebih dikenal publik, kita akan menggunakan versi legenda yang kemudian sangat dipopulerkan oleh novel Musashi karya Eiji Yoshikawa.

Lalu, apa saja perbedaannya?

1. Musashi dan Ganryu dalam legenda tidak punya Oni Gauntlet

Onimusha: Way of the Sword (dok. Capcom/Onimusha: Way of the Sword)

Ya...

Saya rasa yang satu ini cukup jelas, haha.

Dalam sejarah maupun legenda, Miyamoto Musashi dan Sasaki Kojiro tidak pernah memiliki Oni Gauntlet.

Mereka juga tidak pernah berurusan dengan Genma, Minamoto no Yoshitsune yang bangkit kembali, ataupun konspirasi supernatural yang menjadi inti cerita Onimusha: Way of the Sword.

Namun justru menariknya, Onimusha tetap mempertahankan beberapa elemen yang sangat identik dengan legenda Musashi dan Kojiro, kemudian memasukkannya ke dalam cerita fantasi mereka.

Salah satunya adalah... dayung.

2. Pertarungan Ganryu dan Musashi terjadi sebelum konflik dengan Yoshioka

Onimusha: Way of the Sword (dok. Capcom/Onimusha: Way of the Sword)

Dalam novel Musashi karya Eiji Yoshikawa, duel antara Musashi dan Sasaki Kojiro terjadi di bagian akhir perjalanan Musashi.

Pada titik tersebut, Musashi sudah melewati konflik besar dengan Perguruan Yoshioka dan telah berkembang jauh sebagai pendekar. Ia bukan lagi Musashi muda yang masih mencari jalan, melainkan sosok yang sudah semakin matang dalam memahami pedang dan dirinya sendiri.

Onimusha: Way of the Sword justru membalik urutan tersebut.

Game ini memiliki komik prekuel yang dapat dibaca melalui Webtoon. Pada Bab 1, terungkap bahwa Musashi sudah pernah bertarung melawan Ganryu sebelum konflik besarnya dengan Yoshioka.

Dan di sinilah salah satu referensi terhadap legenda yang paling lucu muncul.

Ganryu menantang Musashi berduel di sebuah pulau kosong. Musashi datang dengan berenang ke sana, tetapi ia menyadari bahwa membawa pedang justru akan menghambatnya berenang. Maka ia meninggalkan pedangnya.

Kemudian, untuk menghadapi Ganryu, Musashi menggunakan dayung yang ada di pulau itu.

Ya. Dayung.

Pilihan ini jelas mengingatkan pada kisah legendaris duel Musashi dan Kojiro di Ganryujima, di mana Musashi konon membuat senjata dari dayung untuk menghadapi Kojiro.

Dengan demikian, Onimusha seolah-olah menjadikan duel di pulau dalam komik prekuelnya sebagai versi Ganryujima mereka sendiri, hanya saja pertarungan tersebut terjadi jauh lebih awal dalam perjalanan Musashi.

3. Hasil pertarungan Musashi dan Ganryu di pulau juga berbeda

Sasaki Ganryu (dok. Capcom/Onimusha: Way of the Sword)

Dalam Onimusha, seperti dalam legenda, Ganryu akhirnya kepalanya dihantam oleh dayung Musashi.

Tetapi ada perbedaan besar. Ganryu tidak mati.

Musashi memilih untuk membiarkannya hidup, tetapi memberikan peringatan keras: kalau Ganryu kembali mencari gara-gara dengannya, Musashi tidak akan ragu membunuhnya.

Masalahnya, Ganryu kemudian mengetahui bahwa Musashi hendak pergi ke Kyoto.

Dan bukannya menganggap urusan mereka selesai, Ganryu malah memutuskan untuk mengikuti Musashi ke Kyoto.

Keputusan inilah yang kemudian menjadi salah satu akar dari konflik Ganryu dalam cerita utama Way of the Sword.

Jadi, dalam versi Onimusha, duel di pulau bukanlah klimaks hubungan Musashi dan Ganryu.

Itu justru awal masalah mereka.

4. Ganryu jauh lebih obsesif terhadap Musashi

(Dok. Capcom/Onimusha: Way of the Sword)

Ganryu dalam komik prekuel maupun game juga terasa sebagai sosok yang sangat kesepian.

Ia tidak mempunyai kelompok atau sekutu seperti Musashi. Dan kondisi tersebut ikut menjelaskan bagaimana ia kemudian semakin tersesat dalam jalan berdarahnya, sampai tega membantai manusia demi menjadi lebih kuat.

Namun yang paling menarik adalah obsesinya terhadap Musashi.

Komik prekuel memperlihatkan bahwa Musashi adalah salah satu dari sedikit pendekar yang benar-benar mampu membangkitkan gairah bertarung Ganryu.

Hanya dengan menghadapi Musashi, darah Ganryu seakan kembali mendidih.

Bahkan setelah Ganryu memperoleh Oni Gauntlet dan hidup kembali lebih dahulu daripada Musashi, ia sempat merasa bosan karena mengira Musashi sudah mati.

Jadi kalau kamu merasa Ganryu terlihat begitu antusias ketika akhirnya berhadapan kembali dengan Musashi di Kiyomizu-dera, alasannya sederhana: dia akhirnya menemukan obsesinya lagi.

5. Musashi lebih lunak, sementara Ganryu justru semakin gila

Sasaki Ganryu. (Dok. Capcom/Onimusha: Way of the Sword)

Ini mungkin salah satu perubahan karakter yang paling menarik.

Musashi di Onimusha jelas bukan pendekar yang selalu bermain secara terhormat. Ia tidak ragu menggunakan cara kotor seperti stealth kill terhadap Genma, ataupun memanfaatkan berbagai peralatan Oni untuk mendapatkan keuntungan.

Namun terhadap manusia, Musashi justru terasa jauh lebih menahan diri.

Ia memilih tidak membunuh Ganryu ketika memenangkan duel mereka di pulau.

Ia juga tidak membunuh Yoshioka Seijuro setelah memenangkan duel dengannya. Tapi yang ini sebenarnya masih sejalan dengan versi legenda: Musashi umumnya memang tidak digambarkan membunuh Seijuro, melainkan melukainya, termasuk membuat tangannya cedera dalam beberapa versi cerita.

Namun jika dibandingkan dengan gambaran Musashi dalam berbagai legenda maupun novel populer, Musashi versi Onimusha terasa lebih lunak terhadap manusia.

Sebaliknya, Ganryu justru bergerak ke arah yang berlawanan.

Sejak awal, Ganryu sudah memiliki kecenderungan haus darah dan obsesif. Dalam komik prekuel, ia bahkan sempat ditegur Okuni karena menonton pertunjukan dengan tubuh dan pakaiannya masih berlumuran darah dan tidak langsung membalas dengan menyerang.

Awalnya masih ada semacam batas moral yang ia miliki.

Tetapi obsesinya terhadap Musashi, ditambah pengaruh Oni Gauntlet dan Yoshitsune, membuat batas tersebut semakin terkikis.

Pada akhirnya, Ganryu terasa semakin jauh dari gambaran pendekar manusia biasa.

Ironisnya, justru Ganryu yang semakin terlihat seperti monster, sementara Musashi (meskipun merupakan seorang pembunuh dan tetap menggunakan berbagai cara brutal) masih berusaha mempertahankan batas tertentu ketika berhadapan dengan manusia.

Dan mungkin itulah salah satu cara Onimusha: Way of the Sword membuat rivalitas Musashi dan Ganryu terasa berbeda.

Pilih sorotan rivalitas Musashi dan Ganryu

Bagian rivalitas Musashi dan Ganryu mana yang lebih menonjol?

See More
Perubahan karakter
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Perubahan duel

Curated For You

Editorial Team

Related Article