Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Lore Mortal Kombat, Tragedi Edenia dan Pengkhianatan Sindel!
Shao Kahn (wallpaperaccess.com)
  • Edenia, realm surgawi penuh sihir, jatuh ke tangan Outworld setelah Shao Kahn memenangkan sepuluh turnamen Mortal Kombat dan memaksa penggabungan dimensi yang menghancurkan identitas bangsa tersebut.
  • Ratu Sindel ternyata mengkhianati suaminya, Raja Jerrod, demi kekuasaan bersama Shao Kahn, memalsukan kematiannya sendiri, dan menipu rakyat serta putrinya Kitana selama ribuan tahun.
  • Kitana akhirnya mengetahui asal-usulnya, memimpin revolusi melawan Shao Kahn, dan berhasil memulihkan Edenia sebagai simbol kebangkitan dari pengkhianatan serta penjajahan panjang Outworld.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dunia Mortal Kombat bukan sekadar tentang pertarungan satu lawan satu, melainkan sebuah epik sejarah yang melibatkan pengkhianatan politik dan penjajahan antar-dimensi. Salah satu peristiwa yang paling mendefinisikan seluruh alur cerita franchise ini adalah jatuhnya Edenia ke tangan Outworld.

Tragedi ini bukan hanya soal kekalahan militer, tetapi juga tentang bagaimana sebuah surga bisa hancur berkeping-keping akibat ambisi haus darah dan pengkhianatan dari dalam istana sendiri yang berlangsung selama ribuan tahun.

1. Ambisi Berdarah dan Runtuhnya Pertahanan Edenia

Dok. Warner Bros. Game (Mortal Kombat 1)

Saga ini dimulai dari obsesi Shao Kahn, kaisar tiran Outworld yang ingin menyatukan seluruh dimensi di bawah kekuasaannya. Edenia, sebuah realm surgawi dengan kemakmuran dan sihir cahaya, menjadi target utama karena keindahannya yang kontras dengan kegersangan Outworld. Sesuai hukum Elder Gods, invasi ini hanya bisa dilakukan secara legal jika penyerang memenangkan sepuluh turnamen Mortal Kombat berturut-turut, sebuah mekanisme perlindungan kosmik yang memaksa para ksatria Edenia berjuang mati-matian di arena demi mempertahankan kedaulatan tanah air mereka selama berabad-abad.

Sayangnya, keanggunan sihir Edenia tidak mampu membendung kebrutalan ras Tarkatan dan kekuatan fisik luar biasa dari militer Outworld di bawah pimpinan Shao Kahn. Kekalahan demi kekalahan terkumpul hingga mencapai titik nadir pada turnamen kesepuluh, di mana pertahanan terakhir Edenia akhirnya tumbang dan meruntuhkan penghalang magis yang selama ini melindungi dimensi mereka. Begitu gerbang terbuka, pasukan Outworld langsung melakukan penggabungan paksa (merging), mengubah langit Edenia yang biru cerah menjadi ungu gelap dan menghapus identitas bangsa tersebut dalam sekejap mata.

2. Skandal Pengkhianatan Sang Ratu di Jantung Istana

Sindel, kaisar perempuan Outworld ( Dok. Mortal Kombat / Mortal Kombat 1 )

Selama ribuan tahun, publik percaya bahwa Ratu Sindel adalah martir yang bunuh diri karena stres melihat suaminya, Raja Jerrod, tewas dibantai saat invasi. Namun, fakta gelap dalam lore terbaru mengungkap bahwa Sindel sebenarnya adalah otak di balik kejatuhan Edenia yang sengaja mengkhianati suaminya demi kekuatan.

Ia merasa Raja Jerrod terlalu "lembek" sebagai pemimpin dan lebih memilih bersanding dengan Shao Kahn yang dianggapnya memiliki otoritas absolut, menjadikannya salah satu antagonis paling oportunis yang pernah ada dalam sejarah video game.

Pengkhianatan ini mencapai puncaknya ketika terungkap bahwa Sindel sendiri yang menghabisi nyawa Raja Jerrod agar jalan bagi Shao Kahn menuju takhta Edenia semakin mulus. Ia memalsukan narasi pengorbanan sucinya hanya untuk memanipulasi rakyat dan putrinya sendiri, Kitana, agar mereka tetap patuh tanpa mencurigai keterlibatannya dalam kehancuran realm tersebut. Dengan menjaga rahasia berdarah ini selama milenia, Sindel memastikan posisinya tetap aman di puncak hierarki Outworld, sambil membiarkan dunianya hancur demi ambisi pribadinya sendiri.

3. Era Penindasan dan Cuci Otak Ribuan Tahun

Kitana versi game. (Dok. Netherrealm/Mortal Kombat 11)

Setelah penggabungan resmi terjadi, Edenia yang dulunya hijau dan indah perlahan berubah menjadi wilayah tandus yang dieksploitasi habis-habisan oleh mesin perang Shao Kahn. Arsitektur megah dihancurkan dan diganti dengan monumen pemujaan kaisar, sementara rakyat Edenia dipaksa hidup sebagai budak atau eksperimen sihir hitam. Budaya mereka yang halus secara sistematis dihapus, menciptakan trauma kolektif bagi para penyintas yang terpaksa melihat tanah kelahiran mereka "ditelan" oleh energi gelap Outworld yang merusak segala bentuk kemurnian sihir.

Korban paling tragis dari proses penjajahan ini adalah Putri Kitana, yang tumbuh besar sebagai mesin pembunuh elit tanpa mengetahui jati dirinya sebagai ahli waris sah Edenia. Ingatannya dimanipulasi sedemikian rupa sehingga ia percaya bahwa Shao Kahn adalah ayah kandungnya yang sah, membuatnya melakukan berbagai misi kotor untuk menghabisi para pejuang yang sebenarnya adalah rakyatnya sendiri.

Selama ribuan tahun, Kitana hidup dalam kebohongan besar, menjadi simbol keputusasaan bagi rakyat Edenia karena harapan terakhir mereka justru berada di bawah kendali penuh sang penjajah.

4. Kebangkitan Revolusi dan Restorasi Harapan

Liu Kang muda. (Dok. NetherRealm/Mortal Kombat 11)

Titik balik muncul ketika Kitana akhirnya menemukan kebenaran tentang asal-usulnya dan memimpin revolusi besar untuk menggulingkan takhta Shao Kahn. Dengan bantuan para pejuang Earthrealm, ia berhasil menyatukan sisa-sisa loyalis Edenia dan memicu perang saudara hebat yang bertujuan untuk memisahkan kembali kedua realm tersebut.

Kemenangan Kitana memungkinkan proses restorasi dimulai, di mana ia naik takhta sebagai ratu baru yang berjanji membangun kembali peradaban leluhurnya dan menghapus bayang-bayang penjajahan yang telah merantai bangsa mereka sekian lama.

Meskipun dalam garis waktu terbaru (Mortal Kombat 1) sejarah ini telah ditulis ulang oleh Dewa Api Liu Kang demi kedamaian, luka sejarah dari pengkhianatan Sindel tetap menjadi pilar cerita yang ikonik. Perang Outworld vs Edenia akan selalu diingat sebagai kisah tentang ketangguhan sebuah bangsa dalam merebut kembali kebebasan mereka dari cengkeraman tiran. Restorasi ini bukan sekadar soal kemerdekaan wilayah, melainkan tentang kembalinya harga diri sebuah realm yang pernah dianggap hilang selamanya di bawah bayang-bayang kegelapan Outworld.

Selain itu sejarah ini membuktikan bahwa musuh yang paling berbahaya sering kali bukan monster dari luar, melainkan pengkhianatan di dalam lingkaran terdekat.

Editorial Team