EA Kembalikan Need for Speed ke Tangan Criterion Games

Ghost Games kini menjadi studio teknis EA Gothenburg

EA Kembalikan Need for Speed ke Tangan Criterion Games

Selama 6 tahun, Ghost Games bertanggung jawab atas franchise game balapan Need for Speed. Diawali dengan rilisan Need for Speed Rivals yang ditanggapi biasa saja, kemudian dilanjut ke soft reboot Need for Speed yang divisif, hingga Need for Speed Payback yang secara umum kudang disukai, Ghost Games benar-benar merasakan naik-turun pengembangan Need for Speed dan menjadi yang terdepan dalam menangani keluhan para gamer.

Barulah pada game terbarunya Need for Speed Heat, Ghost Games menemukan formula game balapan tepat yang disukai para gamer. Namun sayang, kesuksesan NFS Heat datang terlambat setelah EA memutuskan developer game Burnout, Criterion Games,  bakal mengerjakan game NFS selanjutnya.

1. Ghost Games kembali menjadi EA Gothenburg

EA Kembalikan Need for Speed ke Tangan Criterion Gamesea.com/games/need-for-speed

Pindahnya seri NFS ke Criterion Games merupakan imbas dari restrukturisasi internal EA, di mana mereka memutuskan bahwa Ghost Games yang berbasis di Swedia akan dikembalikan menjadi studio teknis internal EA Gothenburg. Tugas EA Gothenburg kini adalah menjadi studio teknis yang membantu proyek game dari studio EA lain yang menggunakan Frostbite Engine.

"Keahlian teknis dari tim Gothenburg, yang mana sebagian dari mereka adalah arsitek dari Frostbite Engine, berperan sangat vital dalam proyek kami, sehingga mereka akan tetap tinggal di sana," tulis EA dalam rilis pers mereka.

Baca Juga: Review Need for Speed Heat: Seharusnya Diberi Nama Underground 3!

2. EA kesulitan mencari tenaga kerja di Swedia

EA Kembalikan Need for Speed ke Tangan Criterion Gamesvaaju.com

Hampir seluruh karyawan Ghost Games akan pindah ke Criterion Games di Inggris, menyisakan 30 orang saja yang akan menjalankan EA Gothenburg. Alasan pemindahan tersebut adalah karena EA kesulitan mencari tenaga kerja yang memadai untuk Ghost Games.

"Meskipun kami sudah berusaha mengembangkan grup developer independen di Gothenburg dalam beberapa tahun terakhir, sudah sangat jelas bahwa talenta yang kami butuhkan untuk menjalankan studio AAA tidak bisa kami temukan," lanjut EA. 

3. Kiprah Criterion bersama Need for Speed

Bagi saya sendiri, Criterion yang kembali memegang kendali NFS membuat saya sedikit waspada. Memang di masa lalu Criterion sukses dengan soft reboot NFS Hot Pursuit yang punya handling mobil serta gameplay yang sederhana dan solid. Namun mereka juga membuat seri NFS yang unremarkable lewat soft reboot NFS Most Wanted yang terkesan minim konten serta replay value.

Game NFS terakhir yang dikerjakan oleh Criterion adalah NFS Rivals dimana mereka bertugas sebagai support bagi Ghost Games yang baru berdiri. Dalam kondisi Criterion sekarang, saya khawatir jika mereka tidak punya visi yang jelas, apalagi untuk mengembangkan Need for Speed yang kini sudah punya formula paten. Paling parahnya, Criterion bakal mengenalkan konsep NFS yang lagi-lagi baru dan belum teruji. Misalnya kembali ke balapan supercar tanpa fitur modifikasi. 

Menurut kamu sendiri, bagaimana NFS kedepannya di tangan Criterion Games?

Baca Juga: EA Siapkan Apex Legends Versi Mobile?

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU