Death Stranding Selamatkan Band Low Roar dari Kondisi Memprihatinkan

Sony minta izin lagu I'll Keep Coming untuk "game misterius"

Death Stranding Selamatkan Band Low Roar dari Kondisi Memprihatinkan

Hideo Kojima selalu menggunakan kekutan musik untuk membuat video game buatannya semakin imersif. Ambil contoh dari Metal Gear Solid: entah itu lewat lagu epik "Sins of the Father" Donna Burke yang jadi theme song The Phantom Pain, hingga lagu J-pop "Koi no Yokushiryoku" dari Nana Mizuki sebagai lagu final boss Peace Walker, lagu-lagu tersebut menambah imersi para gamer saat memainkan game-game-nya.

Hubungan dekat Kojima dan musik juga masih bisa kamu temukan di game terbarunya Death Stranding. Game ini menampilkan banyak musik-musik obskur favorit Kojima yang dipilih khusus sehingga menciptakan atmosfir yang sangat pas dengan game-nya. Low Roar merupakan salah satu band yang muncul di game tersebut, dan berkat Death Stranding mereka berhasil lepas dari situasi sulit yang tengah mereka jalani.

1. Low Roar adalah band post-rock Islandia

Death Stranding Selamatkan Band Low Roar dari Kondisi Memprihatinkanflickr.com/kexp

Low Roar sendiri bisa dikatakan sebagai sebuah proyek musikal alih-alih sebuah band. Low Roar dibentuk oleh Ryan Karazija, vokalis dan gitaris band Audrye Sessions. Ryan membentuk Low Roar setelah ia pindah dari Amerika Serikat ke Islandia. Low Roar sendiri merilis musik yang menggambarkan suka-duka kehidupan Ryan di Islandia yang masih jauh dari kesuksesan.

Lucunya, Ryan sudah punya pengalaman dengan musik video game. Bersama Audrye Sessions, mereka memiliki lagu Turn Me Off yang muncul sebagai soundtrack game The Sims 3: World Adventures. Mereka merekam ulang lagu tersebut dalam bahasa Simlish, bahasa fiktif yang diciptakan khusus untuk game The Sims.

Baca Juga: Death Stranding Sambangi Gamer PC di Tahun 2020!

2. Sedang kesulitan finansial

Seperti yang disebutkan di atas, musik-musik Low Roar menggambarkan kesulitan dan suka-duka Ryan sebagai seorang imigran di Islandia. Ia bahkan merekam musik Low Roar di dapur rumahnya karena tidak sanggup menyewa studio.

Namun semua itu berubah berkat Death Stranding. "Sony menghubungi kami lewat email misterius, (mereka) menawarkan uang untuk menggunakan lagu I'll Keep Coming tapi mereka tidak mau menyebutkan akan digunakan utuk apa lagu itu," jelas Ryan.

"Saat itu kami memang sedang dalam masa-masa sulit, jadi kami terima tawarannya. Dan ternyata lagu tersebut digunakan untuk Death Stranding," sambungnya.

3. Trailer pertama Death Stranding

Trailer perdana Death Stranding muncul di E3 2016. Trailer tersebut menampilkan Norman Reedus yang bertelanjang bulat tengah menimang bayi. Misterius dan aneh, namun semua itu saling terhubung lewat lagu I'll Keep Coming. Reaksi para gamer sangat besar, sehingga Low Roar mendapatkan penggemar baru.

Ryan sendiri belum sempat memainkan Death Stranding karena kini ia sibuk dengan tur antar kota untuk bertemu dengan para fan baru. Namun, Ia juga berkesempatan untuk bertemu dengan fan terbesar Low Roar: Hideo Kojima sendiri. "Kami makan malam bersama dua kali, dia adalah seseorang yang sangat baik," kenang Ryan.

Apa musik favorit kamu dari game Death Stranding?

Baca Juga: Recommended! Ini Top 5 Film Terbaik Tahun 2019 Versi Hideo Kojima!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU