Akankah Google Stadia Keok oleh Project xCloud?

xCloud punya lebih banyak koleksi game dari Stadia

Akankah Google Stadia Keok oleh Project xCloud?

Persaingan layanan cloud gaming semakin sengit. Banyak perusahaan game mulai mencoba teknologi baru dimana gamer bermain game secara streaming tanpa harus mengunduh game tersebut ke komputer atau ponsel.

Google Stadia dan Project xCloud merupakan dua nama besar yang mencoba menjejakkan kakinya dalam ranah cloud gaming. Keduanya sudah menjalankan masa preview di lokasi-lokasi tertentu. Namun sepertinya, Project xCloud besutan Microsoft ini selangkah lebih maju dibandingkan Google Stadia. Apa alasannya?

1. Dari 44 game yang dijanjikan, Stadia baru memiliki 12 di momen launching

Akankah Google Stadia Keok oleh Project xCloud?gadgets.ndtv.com

Ada beberapa masalah yang saat ini dihadapi oleh Google Stadia. Pertama, jumlah koleksi game yang minim. Saat rilis, Google Stadia baru memiliki 12 game dari 44 game yang dijanjikan, dengan 14 lainnya meluncur di lain waktu. Hal ini diperparah dengan fakta bahwa untuk mengakses game-game tersebut, gamer harus merogoh uang untuk berlangganan layanan Stadia DAN membeli game tersebut satu demi satu.

Selain itu, Stadia juga tidak dilengkapi fitur-fitur unggulan yang dijanjikan seperti Stream Connect, State Share, Crowd Play, Achievement, Family Sharing, dan lain-lain. Hal ini membuat layanan Google Stadia terasa mahal dan kering kerontang.

Baca Juga: Ada Layanan Gratis dan Berbayar? Ini Detail Harga Google Stadia!

2. Sebagai tandingan, 50 lebih game dipersiapkan di xCloud

Berbeda dengan Google Stadia, Microsoft nampaknya mulai mantap dengan Project xCloud. Setelah membuka sesi preview dengan 5 game pada bulan Oktober lalu, kini Microsoft menambah 50 game baru rilisan first party dan third party. Dari sisi biaya langganan, Microsoft punya rencana menggabungkan Project xCloud dengan layanan Xbox Game Pass yang punya lebih dari 150 judul game dalam koleksinya. Namun untuk saat ini, Project xCloud bisa dimainkan secara gratis.

Microsoft juga paham bahwa aspek teknis seperti koneksi internet akan menjadi masalah krusial dalam layanan cloud gaming. Karena itu mereka bekerja sama dengan SK Telecom (Korea Selatan), T-Mobile (Amerika), dan Vodafone (Inggris) untuk mengoptimalkan Project xCloud di jaringan 4G dan 5G.

3. Dengan hadirnya Stadia dan xCloud, 2020 tahunnya cloud gaming?

Akankah Google Stadia Keok oleh Project xCloud?pcmag.com

Google Stadia dan Project xCloud akan tersedia untuk khalayak ramai di tahun 2020. Baik Microsoft dan Google melakukan berbagai persiapan secara teknis dan non teknis agar layanan cloud gaming mereka bisa bekerja optimal di komputer dan ponsel, serta di jaringan internet dan mobile.

Namun aspek yang akan menentukan siapa pemenang perang cloud gaming ini adalah layanan secara keseluruhannya. Dalam keadaannya sekarang ini, Google Stadia bakal kesulitan mengalahkan Project xCloud dengan pilihan game minim dan harga layanannya yang tidak sebanding dengan konten. Jika Google tidak berusaha untuk memahami kebutuhan para gamer, bukan tidak mungkin layanan Stadia akan ditutup oleh Google.

Menurut kamu sendiri, siapakah yang memiliki layanan cloud gaming paling oke?

Baca Juga: Ini Berbagai Game Xbox dan PC Terbaru yang Diumumkan di Event X019!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU