Masih Ingat Seri Ini? Lodoss War Kembali dalam Bentuk Game!

Metroidvania pertama bagi Lodoss

Masih Ingat Seri Ini? Lodoss War Kembali dalam Bentuk Game!

Berawal dari "replay" Dungeons & Dragons, Record of Lodoss War memang bukan sebuah seri panjang. Tapi, judul ini selalu punya fan setia, dan, terutama sekali, bagi Deedlit, sang pahlawan wanita. Karena itu, tidak heran ketika game berjudul lengkap Record of Lodoss War: Deedlit in Wonder Labyrinth ini muncul di Steam, responnya langsung ramai.

1. Mengambil latar 'masa kekosongan'

Game ini mengambil latar sebelum kisah Seiyaku no Houkan, yang merupakan buku terbaru Lodoss (rilis Agustus 2019 lalu). Tidak banyak yang diungkap dalam trailer dan info yang beredar sejauh ini, selain bahwa game ini diawali dengan Deedlit mendapati dirinya di sebuah wilayah tak dikenal. Kejanggalan mulai terasa ketika Deed bertemu dengan Ghim, rekan lama, yang seharusnya sudah lama tiada.

Selain Ghim, wajah familier yang juga akan muncul di sini adalah Pirotess, dark elf yang bisa dibilang merupakan rival utama Deedlit. 

Baca Juga: Karena Virus Corona? Game Plague Inc. Hilang dari App Store Tiongkok

2. Metroidvania sejati!

Masih Ingat Seri Ini? Lodoss War Kembali dalam Bentuk Game!www.4gamer.net

Studio yang menangani game ini adalah Team Ladybug, yang sebelumnya telah menelurkan game Touhou Luna Nights. Bekerja sama dengan Why so serious?, game ini kabarnya akan menekankan sistem 'spirit'. 

Sebagai High Elf, Deedlit bertarung dengan bantuan spirit alam (utamanya Sylph). Dalam game ini, penggunaan spirit untuk melewati rintangan adalah hal wajib. Karenanya, pemain diharapkan memanfaatkan Soul Stream sebaik mungkin untuk meningkatkan status dan skill Sylph. Selain Sylph, mungkin kita akan menjumpai Salamander dan Gnome. 

3. Sekilas tentang Seiyaku no Houkan

Masih Ingat Seri Ini? Lodoss War Kembali dalam Bentuk Game!amazon.co.jp

Seiyaku no Houkan mengambil latar waktu 100 tahun semenjak perdamaian Lodoss dan Marmo, di mana setelahnya Parn dan Deedlit menghilang dari dunia luar, dan hidup berdua di pedalaman Kanon, tepatnya Forest of No Return. 

Perdamaian 100 tahun terancam oleh ambisi raja muda Flaim, yang menolak mengenakan Mahkota Sumpah, yang dahulu merupakan benda sakral dalam perdamaian Lodoss dan Marmo.

Menanggapi hal ini, anggota kerajaan Marmo yang menganut pandangan 'tak ada hitam-putih berdasarkan kepercayaan, semua harus dilihat berdasarkan hukum kerajaan' memutuskan bergerak, dengan caranya masing-masing. 

Lyle, pangeran bungsu Marmo selalu mengagumi legenda Parn dan Deedlit. Untuk mencegah perang besar kembali pecah, Lyle kemudian memulai perjalanan mencari Deedlit, dan menghidupkan kembali legenda Knight Of Lodoss, salah satu simbol perdamaian. 

Hingga artikel ini disusun, novel ini baru beredar buku pertamanya, dan Deedlit tidak terlalu banyak bercerita tentang kehidupannya sebelum Flaim memulai invasi. Artinya, tidak menutup kemungkinan bahwa Wonder Labyrinth ini akan disinggung nantinya.

Gimana menurut kamu soal seri Lodoss War baru ini?

Baca Juga: Gameplay Simpel Asik, Ini Preview The Seven Deadly Sins: Grand Cross!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU