Agate Menavigasi Tren Industri Game Tahun 2024, Perkuat Bisnis B2B2C

Agate terus mengeksplorasi tren di ranah lokal maupun global

Agate Media Outlook 2024.jpg

Bandung, Duniaku.com - Agate International (“Agate”), perusahaan pengembang game Indonesia, terus memperluas jangkauan bisnisnya secara global sebagai mitra pengembangan game yang kredibel dan menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan industri game di Indonesia.

Melihat potensi industri game yang besar di ranah lokal maupun global dan meningkatnya kebutuhan art service dalam pengembangan game, Agate juga memperkenalkan sub-brand barunya, Vertx Break powered by Agate, yang berfokus pada 3D Stylized Art berkualitas tinggi dan game-ready dengan target utama game developer skala AA di pasar industri game Eropa.

Simak infonya di bawah ini! 

1. B2B2C

Shieny Aprilia, Co-Founder and CEO Agate, Cipto Adiguno, Chief Strategy Officer Agate dan Ar Cahyadi Indra, Head of Vertx Break powered by Agate pada saat sesi talk show di acara Media Trip and Briefing: Agate Media Outlook 2024. (Dok. Agate)Shieny Aprilia, Co-Founder and CEO Agate, Cipto Adiguno, Chief Strategy Officer Agate dan Ar Cahyadi Indra, Head of Vertx Break powered by Agate pada saat sesi talk show di acara Media Trip and Briefing: Agate Media Outlook 2024. (Dok. Agate)

Pada tahun ini, Agate berfokus pada model bisnis B2B2C (Business-to-Business-to-Consumer) untuk memperkuat ekspansi globalnya. Strategi pertama yang dilakukan yaitu dengan mengembangkan tim perwakilan di wilayah benua Amerika – saat ini Agate memiliki 4 perwakilan yaitu di Kanada, Jerman, Korea Selatan, dan Jepang.

Kedua, Agate memanfaatkan akses jaringan globalnya untuk memperkuat ekosistem game di Indonesia, serta terus meningkatkan keahliannya melalui inisiatif proyek Research and Development (R&D).

Ketiga, Agate berkomitmen mengembangkan keahlian para talent lokal serta kualitas kepemimpinannya untuk mendorong percepatan pertumbuhan industri game di tanah air melalui Agate Academy.

Cipto Adiguno, Chief Strategy Officer Agate, menyampaikan, “Kami melihat tahun ini sebagai tahun rebound bagi industri game, sehingga membawa peluang luar biasa untuk terus memperkuat posisi Agate sebagai global game development partner yang andal. Untuk mendukung upaya ini, dengan bangga kami memperkenalkan sub-brand terbaru Agate, yaitu Vertx Break, solusi untuk menciptakan pengalaman gaming yang imersif  melalui visual berkualitas tinggi. Melalui Vertx Break, kami ingin mendiversifikasi bisnis Agate sehingga menjadi kekuatan baru dalam portofolio Agate di lanskap game internasional.”                                                                                                                                                                                                                                                                                                      

Baca Juga: Level Up Powered by Agate Beri Strategi Soal Adopsi Gamifikasi

2. Fokus Vertx Break

Vertxbreak Agate.jpgShieny Aprilia, Co-Founder dan CEO Agate, Ar Cahyadi Indra, Head of Vertx Break powered by Agate, dan Cipto Adiguno, Chief Strategy Officer Agate, saat Agate Media Outlook 2024. Foto oleh Fahrul Razi Uni Nurullah. (Duniaku.com/Fahrul Razi Uni Nurullah)

Vertx Break powered by Agate difokuskan untuk menghasilkan 3D Stylized Art berkualitas tinggi dengan menyediakan layanan 3D Character, 3D Equipment & Outfit, 3D Environment Props, dan 3D Hard Surface. Vertx Break mengembangkan bisnisnya melalui inovasi kreativitas yang dimiliki oleh para talent serta keahlian teknis dengan visi artistik yang memanfaatkan pengalaman Agate dalam membuat sejumlah game menggunakan Unreal Engine dan Unity.

Kombinasi ini memungkinkan Vertx Break powered by Agate menghasilkan karya-karya yang tidak hanya menawan secara visual, namun juga siap diaplikasikan ke produk game secara keseluruhan.

Ar Cahyadi Indra, Head of Vertx Break powered by Agate, menambahkan, “Kami ingin memperkuat kehadiran Agate di berbagai vertikal game development dengan memfokuskan kepada layanan 3D Stylized Art berkualitas tinggi dan game ready untuk developer skala AA, di mana fokus ini memungkinkan kami membangun percakapan yang lebih relevan dengan strategi bisnis art outsourcing kami. Melalui pendekatan unik kami sebagai game art development partner yang resourceful dan adaptable untuk kebutuhan 3D Art Development, partner kami dapat menghemat banyak waktu penyesuaian dan perbaikan jika berkolaborasi dengan Agate.”

3. Gambaran tentang aktivitas Agate

Agate Level Up.jpgFoto kantor Agate, diambil oleh Fahrul Razi Uni Nurullah. (Duniaku.com/Fahrul Razi Uni Nurullah)

Pada tahun lalu, Agate secara konsisten berperan aktif dalam mempromosikan industri game lokal. Agate tercatat telah berpartisipasi dalam 35+ acara di ranah internasional, yang sebagian besar diselenggarakan di Eropa dan Amerika. Selain itu, Agate juga menjalin kemitraan baru dengan 5 perusahaan global, yaitu ISKRA, Naver Z (ZEPETO), PQube, Ifland, dan Sekuya. Agate juga merilis 14 proyek global dan memulai 4 proyek game baru di mana Agate mengalami kenaikan jumlah proyek dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini memperkuat posisinya di dunia sebagai game developer yang terpercaya.

Sebagai rumah dari talenta-talenta game developer berbakat Indonesia, Agate juga menanamkan nilai-nilai yang menjadi pedoman untuk para tim di dalam perusahaan yaitu, Positivity, Collaboration, Excellence, dan Level Up dengan harapan Agate dapat menjadi tempat bagi berbagai talenta dari segala budaya dan latar belakang untuk menciptakan pengalaman yang menyenangkan melalui karya-karya game yang luar biasa.

Nah itu kabar soal Agate, dan juga soal Vertx Break yang merupakan sub-brand baru mereka.

Gimana menurutmu? Sampaikan di kolom komentar! 

Baca Juga: Agate Berkomitmen Mendorong Inovasi dalam Pengembangan Game Indonesia

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU