Selain Konspirasi Intelijen, Ternyata Ini yang Membuat Outlast 2 Makin Serem

Bukan pasien rumah sakit jiwa, kini musuh yang kalian hadapi lebih sesat dan percaya jika kiamat sudah dekat... Ada unsur agama dan kutipan kitab suci di sini, semoga saja ga ada tuduhan bernuansa SARA ya!

Selain Konspirasi Intelijen, Ternyata Ini yang Membuat Outlast 2 Makin Serem

Selama Penny Arcade Expo East (PAX East) 2016 yang digelar mulai 22 - 24 April ini di Boston Convention and Exhibition Center, Red Barrels Games akhirnya membuka tabir Outlast 2, setelah mereka mengkonfirmasikannya pertama kali selama Halloween 2015 lalu. Game ini disiapkan untuk PC Windows, PC Linux, PlayStation 4 dan Xbox One, dengan jadwal rilis yang belum ditentukan. Hanya disebutkan bakal dirilis tahun 2016 ini juga. Selain Konspirasi Intelijen, Ternyata Ini yang Membuat Outlast 2 Makin Serem

[read_more id="229131"]

Red Barrels Games menambahkan jika daerah utama yang menjadi latar game ini berada di sebuah desa terpencil, berlokasi di suatu tempat di tebing Arizona. Blake Langermann, seorang juru potret, bersama rekan jurnalisnya, Lin, melakukan perjalanan ke sisi selatan Arizona untuk menyelidiki kasus pembunuhan Jane Doe. Menurut rekam medisnya, wanita ini sebelumnya ditemukan dalam keadaan hamil tua di pinggir jalan, namun entah bagaimana dia justru bunuh diri di rumah sakit tempat dia dibawa untuk perawatan.

Selain Konspirasi Intelijen, Ternyata Ini yang Membuat Outlast 2 Makin Serem

Kedua jurnalis tersebut mengetahui bagaimana kondisi lokasi peliputan mereka yang bercuaca gurun, dan susah dijangkau dari jalur darat, karena itulah mereka menggunakan helikopter. Malangnya, helikopter mereka kecelakaan, dan terjatuh. Blake selamat, dan dia terbangun tanpa menemukan Lin. Sampai akhirnya dia sampai di tengah desa dengan penduduknya yang percaya bahwa kiamat sudah dekat. Kini tujuan utamanya adalah menemukan Lin dan kabur dalam keadaan hidup dari kejaran para penduduk yang tidak menerima kehadirannya tersebut.

Selain Konspirasi Intelijen, Ternyata Ini yang Membuat Outlast 2 Makin Serem

Selama Pax East 2016, salah stau desainer game ini Philippe Morin mengatakan jika pihaknya bakal membuat satu buku komik yang bertujuan menjembatani antara game pertama dan Outlast 2 ini. Bisa jadi karena meskipun dunianya sama, namun ide aslinya berbeda. Red Barrels Games menggunakan kisah nyata tragedi Jonestown massacre sebagai inspirasi untuk Outlast 2 ini. Tragedi People’s Temple Jonestown sendiri dianggap sebagai kasus bunuh diri masal terbesar. Dimulai dari sekte People’s Temple yang didirikan Jim Jones di Indianapolis, Indiana, Amerika Serikat, pada pertengahan 1950-an. Namun karena masalah rasisme dan pandangan komunis sosialis yang diajarkan dalam sekte ini, akhirnya seluruh anggota sekte memutuskan hijrah ke Jonestown, Guyana.

Selain Konspirasi Intelijen, Ternyata Ini yang Membuat Outlast 2 Makin Serem

[read_more id="249564"]

Di markas barunya ini, Jim Jones yang mengangkat dirinya sebagai sang juru selamat, menerapkan peraturan ketat bagi para anggotanya. Siapa yang melanggar peraturan, dihukum dalam sebuah lubang penyiksaan. Namun karena pengikutnya banyak yang menentang ajarannya, akhirnya menyulut terjadinya serangkaian pembunuhan terhadap para pembangkang, salah satunya seorang senator dari California. Karena merasa takut akan pembalasan dari pemerintah Amerika, pada tahun 1978 Jones mengajak anggota sekte untuk melakukan pengorbanan terakhir untuk mencapai surga, yaitu dengan menenggak racun sianida. Sebanyak 909 orang tewas dalam peristiwa bunuh diri masal ini.

Ide ceritanya sendiri udah serem, bukan!? Tidak heran jika banyak yang percaya jika game horor ini menyatut tema agama, serta pesan yang disisipkan dalam trailer pertamanya juga mengambil beberapa kutipan darir kitab suci.

Sumber: Red Barrels Games

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU