Tak Hanya MOBA, Kini Street Fighter Pro League Menghadirkan Sistem Ban dan Team Match!

Aturannya mirip aturan MOBA!

Season ketiga dari Capcom Pro Tour diakhiri dengan kemenengan Red Bull|Gachikun pada Capcom Cup bulan desember lalu. Tak hanya balance update dan karakter baru, Capcom juga akan menghadirkan Street Fighter Pro League. Sebuah liga Street Fighter Professional di Amerika Utara yang memiliki format 3v3 team match.

Akan ada enam tim yang terdiri atas tiga pemain yang akan bertanding untuk memperebutkan gelar juara. Kapten dari tiap tim akan dipilih dari pemain dengan ranking teratas dari papan peringkat Capcom Pro Tour Amerika Utara. Pemain kedua akan diisi oleh pemain yang berhasil lolos dari kualifikasi online, sementara pemain ketiga akan ditentukan berdasar voting dari para penggemar.

Format tim untuk pertandingan fighting game sudah tidak asing lagi, dengan adanya event besar seperti Tekken Mastercup dan Street Fighter 3 Cooperation Cup. Namun terdapat satu aturan tambahan yang membuat Street Fighter Pro league berbeda dengan event fighting game pada umumnya.

Hampir sama dengan pertandingan Moba pada umumnya, Street Fighter Pro League menghadirkan sistem character ban, dimana tiap tim dapat mem-ban satu karakter sebelum pertandingan. Pemain dalam satu tim juga harus menggunakan karakter yang berbeda dengan rekan satu tim mereka.

Yoshinori Ono, produser dari Street Fighter V mengatakan bahwa adanya format baru ini akan menciptakan strategi baru dan drama dalam kompetisi.

Tak Hanya MOBA, Kini Street Fighter Pro League Menghadirkan Sistem Ban dan Team Match!

Format baru ini juga mendapat berbagai respon baik positif maupun negatif dari berbagai pemain professional. Mayoritas mengatakan bahwa team match merupakan format yang menarik karena memiliki unsur strategis yang lebih mendalam, namun sistem character ban menurut mereka kurang cocok diimplementasikan pada fighting game.

Pemain professional akan mendedikasikan waktu yang lama untuk menguasai segala aspek dari tiap karakter. Dengan adanya sistem ini maka pemain “spesialis” tidak dapat bertanding dengan performa terbaik mereka.

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU