Kena Ketok Palu, 7 Keputusan Legal yang Mengubah Sejarah Game

Keputusan ini menghadirkan konsekuensi menarik!

Industri game merupakan sebuah industri yang sangat cepat mengalami perubahan. Dulu, industri game hanyalah industri yang tidak banyak dipandang orang, jangankan menggunakan kekuatan aktor atau aktris ternama, dunia game zaman dulu hanya diperuntukkan untuk anak-anak semata.

Tapi sekarang, ketika perkembangan teknologi jauh lebih modern, industri game berubah menjadi industri yang sangat menjanjikan. Bahkan persaingan tak hanya pada perusahaan yang sudah mapan, melainkan pada perusahaan pengembang game indie juga.

Tentunya tak mudah untuk mengubah industri game ke arah seperti sekarang. Dibutuhkan banyak keputusan untuk mengubah banyak hal di dunia game. Duniaku.net kali ini sangat tertarik untuk membahas mengenai keputusan legal yang mengubah sejarah game.

Keputusan legal tersebut dipercaya membuat sistem di dalam game terus bergerak dan terus diperbaharui sehingga kita mengenal dunia game seperti saat ini. Mungkin tanpa basa-basi yang terlalu banyak, langsung saja kita bahas mengenai tujuh keputusan legal yang mengubah sejarah game!

Kena Ketok Palu, 7 Keputusan Legal yang Mengubah Sejarah Game

Salah satu masalah yang cukup rumit pernah terjadi di tahun 2002. Kala itu baik Sony maupun Microsoft harus berurusan dengan yang namanya Hak Paten. Ya, dua perusahaan raksasa itu diklaim telah mencuri hak paten mengenai controller dari perusahaan bernama Immersion.

Kasus ini pertama kali diajukan pada tahun 1998 dan setelah adanya pengajuan itu, Microsoft pada akhirnya berdamai dengan membeli beberapa persen saham di Immersion. Sedangkan Sony masih berusaha untuk melawan di pengadilan.

Selama proses, Sony diklaim kehilangan sekitar 90 juta US Dolar. Terkait hal ini penjualan dualshock kala itu harus ditangguhkan terlebih dahulu. Tapi pada akhirnya, Sony menyerah dan mau berdamai dengan Immersion.

Sony harus mengeluarkan uang sebesar 97,2 juta US Dolar untuk mengurusi soal hak paten itu. Dualsshock 3 pada akhirnya meluncur tanpa masalah karena kasus ini telah usai.

Kena Ketok Palu, 7 Keputusan Legal yang Mengubah Sejarah Game

Dulu, kalian yang pernah main Ridge Racer pasti merasakan bahwa ketika loading sedang berlangsung, kalian bisa menghadapi berbagai macam musuh sambil menunggu game bisa dimainkan kembali.

Tapi ide tersebut pada akhirnya tidak pernah dirasakan atau diaplikasikan oleh game lainnya. Ada alasan mengapa kita tidak bisa bermain tetris, snake, atau game apapun di dalam layar loading. Alasannya adalah karena Namco mengajukan hak paten atas loading screen tersebut di tahun 1995!

Artinya, memainkan game apapun di dalam loading screen adalah hak paten milik Namco. Memasukkan game beresolusi rendah pun kalian harus membayar hak paten! Tapi ternyata, hak paten ini berakhir di tahun 2015 sehingga kita bisa lebih leluasa dalam mengutak atik loading screen.

Ada apalagi ya keputusan legal yang mengubah sejarah game? Langsung kita ke halaman selanjutnya!

Kena Ketok Palu, 7 Keputusan Legal yang Mengubah Sejarah Game

Dulu, semua video game diklasifikasikan untuk anak-anak. Tak ada rating umur dalam industri game zaman dulu. Kalian bebas memainkan game apapun yang kalian suka tanpa mengenal batasannya.

Tapi sekarang, banyak sekali suara-suara yang menentang bahwa game yang banyak memasukkan unsur dewasa setidaknya harus dimainkan oleh orang dewasa. Bila kalian pergi ke toko game, di situ pasti bakal tertulis gamenya untuk usia berapa atau ratingnya apa.

Harus diakui, Mortal Kombat dan Doom yang hadir pada tahun 90-an menjadi titik balik mengenai soal batasan rating ini. Ya, hadirnya Mortal Kombat dan Doom menjadi salah satu keputusan legal yang mengubah sejarah game. Kedua game itu memasukkan berbagai macam aksi kekerasan dan darah yang tak cocok dimainkan anak-anak.

Akhirnya gelombang protes dari orang tua memaksa terbentuklah ESRB atau dewan rating hiburan perangkat lunak. Sekarang, game benar-benar ditentukan sesuai dengan usia si gamer itu sendiri.

Kena Ketok Palu, 7 Keputusan Legal yang Mengubah Sejarah Game

Di tahun 1979, Atari membuat sebuah game bernama Asteroid. Game yang satu itu sukses menjadi salah satu game yang digandrungi banyak orang karena gameplay-nya yang menarik. Berselang beberapa tahun kemudian yakni tahun 1981, sebuah game serupa dengan judul Meteor meluncur.

Hal itu kemudian menjadi petaka karena Atari mengklaim bahwa Meteor telah melanggar hak cipta. Mekanisme dan semua yang dimiliki Meteor diklaim sama seperti Asteroid. Tapi kemudian pengadilan mementahkan tuntutan Atari.

Hakim pengadilan mengatakan bahwa keseragaman boleh saja terjadi karena memang adanya keterbatasan teknologi. Pencipta Meteor, Steve Holniker memenangi kasus itu sekaligus memperjelas bahwa genre sebuah game tidak bisa lagi digugat hak ciptanya.

Sayangnya Meteor justru gagal bersinar, tapi meski begitu warisan yang ditinggalkan Meteor benar-benar berguna di masa setelahnya.

Masih ada tiga lagi nih keputusan legal yang mengubah sejarah game, yuk ke halaman selanjutnya!

Kena Ketok Palu, 7 Keputusan Legal yang Mengubah Sejarah Game

Di tahun 2016, organisasi bernama SAG-AFTRA (Screen Actors Guild ‐ American Federation of Television dan Radio Artists) sempat mengguncang industri game selama satu tahun. Mereka menuntut bahwa banyak ketidak adilan dilakukan kepada para pengisi suara di dalam game.

Mereka tidak diberikan transparansi yang jelas harus melakukan apa ketika sedang dalam adegan di game. Bahkan mereka diharuskan mengeluarkan kata-kata kasar, rasis, dan berbagai hal kotor lainnya. Transparansi ini akhirnya menjadi masalah yang besar setelah SAG-AFTRA melakukan protes.

Barulah pada tahun 2017, perwakilan dari berbagai perusahaan game akhirnya menyetujui satu kesepakatan baru. Mereka harus melakukan transparansi sebelum para aktor tersebut bekerja. Adanya hal ini pandangan mengenai aktor pengisi suara ini akhirnya berubah seperti saat ini.

Kena Ketok Palu, 7 Keputusan Legal yang Mengubah Sejarah Game

Salah satu keputusan legal yang mengubah sejarah game adalah konflik antara Jason West dan Vincent Zampella melawan Activision. Dua perintis kreatif yang bekerja di Infinity Ward yang merupakan pengembang dari berbagai macam Call of Duty diam-diam melakukan kontak dengan EA untuk mendirikan studio baru.

Activision yang marah kemudian menuntut mereka karena telah melanggar kontrak. Kasus ini kemudian harus berakhir di meja hijau yang membuat West serta Zampella membuat studio baru bernama Respawn Entertainment yang akhirnya menjadi partner EA juga. Konsekuensi kasus ini juga berdampak pada kepuasan para penggemar Call of Duty.

Selain itu, Respawn juga membuat gebrakan dengan Titanfall-nya yang cukup sukses di pasaran. Activision kemudian tergerak untuk membuat Call of Duty versi sci-fi yang kemudian kita ketahui malah berakhir tak disukai fans karena terlalu futuristik.

Dulu pernah ada sebuah gagasan gila untuk menggabungkan Sony dengan Nintendo. Hal ini diutarakan oleh pemimpin dari Sony PlayStation, Ken Kutaragi.

Lobi dari Ken ini akhirnya muncul dan konsol hibrida ini akhirnya sukses dibuat. Tapi kemudian proyek ini tidak dilanjutkan karena mereka bingung membagi pendapatan ritel untuk console yang satu ini. Console ini bisa memutar kartride dan CD dalam satu platform sehingga hal ini jadi masalah.

Ken Kutaragi akhirnya meninggalkan Nintendo dan juga proyek ini. Ia akhirnya terus fokus dengan PlayStation hingga menjadi sebuah console yang begitu disegani. Sejarah yang satu ini cukup menarik kenyataannya.


Sepertinya itulah tujuh keputusan legal yang mengubah sejarah game. Tujuh keputusan tersebut memang unik tapi memiliki konsekuensi yang begitu luar biasa tentunya. Bagi kalian, diantara tujuh keputusan legal tersebut mana yang paling keren?

Diedit oleh Doni Jaelani

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU