Kebiasaan yang Dilakukan Gamer Warnet Zaman Dulu

Selain itu para orang tua masa kini juga lebih melek teknologi dibandingkan orang tua zaman dulu. Saat ini orang tua lebih memprioritaskan untuk memasang wifi di rumah, sedangkan zaman dulu tidak begitu Bila sekalinya ada mungkin itu hanyalah untuk golongan menengah ke atas saja. Berangkat dari situ, saya kepikiran untuk membuat artikel mengenai gamer warnet zaman dulu. Maklum, dulu saya pernah merasakan menjadi seorang gamer warnet.

Kebiasaan yang Dilakukan Gamer Warnet Zaman Dulu

Kebiasaan yang Dilakukan Gamer Warnet Zaman Dulu

Warnet mungkin menjadi sebuah tempat yang sering dikunjungi oleh anak muda zaman dulu. Warnet seakan menjadi pelabuhan kedua bagi para gamer selain rental PlayStation.

[duniaku_baca_juga]

Bagi Kids jaman now, warnet bukan lagi tempat favorit dan hal ini dibuktikan dari semakin sedikitnya usaha-usaha warnet di pinggiran ibu kota. Mungkin kids jaman now lebih tertarik main ke cafe, mall, atau tempat nongkrong lainnya.

Wajar saja hal demikian terjadi karena saat ini anak-anak lebih mendapatkan fasilitas untuk bermain game. Koneksi internet yang mudah dipasang dengan berbagai macam bandwith dan PC yang mudah didapatkan membuat anak-anak enggan untuk pergi ke warnet untuk bermain game.

[read_more id="307120"]

Selain itu para orang tua masa kini juga lebih melek teknologi dibandingkan orang tua zaman dulu. Saat ini orang tua lebih memprioritaskan untuk memasang wifi di rumah, sedangkan zaman dulu tidak begitu. Jangankan wifi, internet saja sulit.

Bila sekalinya ada mungkin itu hanyalah untuk golongan menengah ke atas saja. Berangkat dari situ, saya kepikiran untuk membuat artikel mengenai gamer warnet zaman dulu. Maklum, dulu saya pernah merasakan menjadi seorang gamer warnet.

Orang tua yang tidak memungkinkan untuk memasang wifi di rumah pada akhirnya memaksa saya untuk pergi ke warnet supaya hasrat bermain game saya terpenuhi, hahaha.

Artikel ini juga diharapkan bisa membuat anak-anak zaman sekarang mengetahui kehidupan para gamer warnet zaman dulu. Langsung saja, Duniaku.net akan membahas kebiasaan gamer warnet yang dilakukan zaman dulu.

[page_break no="1" title="Kehidupan Seperti Zombi"]

Kebiasaan yang Dilakukan Gamer Warnet Zaman Dulu

Tahu tidak bahwa zaman dulu kehidupan anak-anak warnet seperti zombi? Maksudnya bukan menakut-nakuti orang sambil berlari dan kemudian membunuhnya lho ya. Zombi di sini adalah mereka seperti tidak memiliki kehidupan yang lain.

Para gamer enthusiast di warnet bisa dibilang memiliki kehidupan yang begitu-begitu saja. Saya paham betul dengan hal ini karena saya sendiri pernah merasakannya. Umumnya, para gamer enthusiast di warnet akan bermain game dari pagi hingga menjelang pagi. Kemudian mereka akan tidur sebentar di warnet itu dan akan menyalakan PC lagi ketika mereka sudah bangun. Makan pun akan mereka lakukan sambil bermain game.

Kehidupan yang seperti ini akan dilakukan berulang-ulang kali oleh si gamer enthusiast ini. Makanya tidak heran bila sang gamer yang mendedikasikan diri untuk gaming ini memiliki character yang tergolong sangat kuat.

Bahkan mungkin saja mereka merupakan idola di dalam game tersebut. Namun tentu saja hal tersebut cenderung mengarah kepada hal yang negatif karena kesehatan mereka akan menurun dan jadi anti sosial.

Tapi meski begitu, tentu ada juga yang malah menjadi orang berhasil di dunia game loh.

[page_break no="2" title="Nontonin orang main"]

Kebiasaan yang Dilakukan Gamer Warnet Zaman Dulu

Gamer warnet zaman dulu tentu saja sering nontonin orang yang sedang bermain game. Apalagi bila ada pemilik karakter yang sangat kuat di dalam game yang sedang hits di warnet tersebut.

Setelah puas menonton, kemudian mereka akan bertanya-tanya kepada si pemilik karakter itu. Saya pribadi luar biasa risih bila hal ini terjadi, tapi kembali lagi bahwa hal tersebut yang membuat bermain game di warnet itu lebih hidup, hahaha.

Karena kritik dan saran itu pulalah pada akhirnya kita bisa mendapatkan banyak teman di warnet dan akhirnya mungkin sukses bersama. Contohnya adalah banyak sekali atlet e-Sport ternama yang hadir diawali bertemu di warnet.

[page_break no="3" title="Nunggak Billing"]

Kebiasaan yang Dilakukan Gamer Warnet Zaman Dulu

Mungkin yang paling tidak enak dari bermain game di warnet adalah urusan billing, hahaha. Billing yang murah dengan layanan prima akan menjadi pilihan terbaik untuk dikunjungi oleh gamer zaman dulu.

Para gamer warnet zaman dulu akan merasakan dan melakukan yang namanya menunggak billing. Maklum saja karena gamer zaman dulu itu menjadikan warnet tempat mereka bermain sebagai rumah kedua.

Para operator atau penjaganya pun akan mengenal diri si langganan tersebut secara personal, entah meminta nomor handphone atau mengetahui rumah si langganannya untuk mencegah sesuatu yang tidak enak terjadi.

Makanya sering sekali warnet zaman dulu itu merugi karena banyaknya orang yang menunggak billing. Sepupu saya contohnya pernah menunggak billing hingga 1 juta rupiah! padahal zaman dulu bila ingin bermain warnet 5 jam atau happy hour, kita cukup mengeluarkan uang 10 ribu rupiah.

Masalah ini semakin pelik bila si yang menunggak itu kabur dan tidak diketahui keberadaannya.


Kebiasaan apalagi ya yang dilakukan gamer warnet zaman dulu? Page 2 adalah Jawabannya, hahaha.

[page_break no="4" title="Mengakuisisi salah satu komputer"]

Kebiasaan yang Dilakukan Gamer Warnet Zaman Dulu

Mungkin hal ini bisa terjadi hingga sekarang, tapi biasanya zaman dulu lebih ekstrem karena para gamer enthusiast apalagi yang sudah berlangganan seakan-akan menjadikan salah satu komputer di sebuah warnet seperti miliknya.

Bila keegoisannya sangat tinggi, orang tersebut tak akan membiarkan kita menggunakan komputernya, meski komputer tersebut sedang tidak dipakai! Tentu saja hal seperti ini membuat kita rugi karena kita tidak bisa bermain game.

Tapi bagi para gamer warnet zaman dulu, hal itu merupakan hal yang sangat biasa. Kita pun bisa mengakuisisi si komputer tersebut dengan satu cara yaitu kita menjadi orang yang populer di warnet tersebut.

Bila sudah populer dan memiliki char yang kuat, otomatis kita bisa mengakuisis komputer tersebut! Gila gak tuh.

[page_break no="5" title="Teriak-Teriak"]

Kebiasaan yang Dilakukan Gamer Warnet Zaman Dulu

Rame? Sudah pasti karena ini adalah warnet dan warnet merupakan tempat umum. Tapi jika para usernya teriak-teriak itu mungkin tidak biasa. Di warnet zaman sekarang, notabene user-nya pendiam dan cenderung fokus.

Berbeda dengan user zaman dulu yang hobinya buat gaduh dan teriak-teriak. Rekan saya Ferry di artikel ini pernah membahas bahwa bila menang para user warnet akan teriak bahasa-bahasa halus, tapi bila kalah jelas sumpah serapah dan kebun binatang yang diucapkan.

Biasanya orang yang berani teriak-teriak di warnet zaman dulu adalah player yang bermainnya berkelompok bersama teman-temannya. Bila sudah begitu, rasa kesal sudah pasti akan timbul, hahaha.

[page_break no="6" title="Bolak-balik nanya sama operatornya"]

Kebiasaan yang Dilakukan Gamer Warnet Zaman Dulu

Bagi gamer warnet zaman dulu, bolak-balik nanya kepada si operator merupakan sebuah hal yang wajib! maklum saja, kita memang butuh nanya kepada si operator mengenai komputer yang sebentar lagi akan habis billing.

Namun yang paling parah adalah si gamer ini tidak sabaran dan akhirnya nanya-nanya terus sambil memboking komputer yang akan digunakan. Kebanyakan gamer-gamer yang seperti ini biasanya masih di bawah umur.

Tapi tak jarang juga gamer yang sudah berusia cukup dewasa melakukan hal seperti ini, biasanya bila telah kesal si operator akan menjawabnya dengan jawaban yang ketus dan sekenanya saja.


Nah, mungkin itulah beberapa hal yang dilakukan oleh gamer warnet zaman dulu. Mungkin kelakukan gamer warnet zaman dulu akan menjadi kenangan tersendiri bagi yang pernah merasakannya.

Mengingat saat ini usaha warnet tidak lagi seramai dan seantusias seperti zaman dulu. Di era kemajuan teknologi saat ini, warnet tak ubahnya sebuah barang jadul yang hanya bisa diceritakan, meski kenyataannya saat ini masih banyak warnet-warnet yang tegak berdiri di pinggiran ibu kota untuk menantang zaman.

Diedit oleh Fachrul Razi

Artikel terkait

Latest