Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

Sejarah Kematian JARVIS di Film Marvel! Berulang Kali Tiada?

3 min read
Sejarah Kematian JARVIS di Film Marvel! Berulang Kali Tiada?
Sisa-sisa JARVIS di Avengers: Age of Ultron. (Dok. Marvel Studio/Avengers: Age of Ultron)
  • Edwin Jarvis masih belum memiliki penjelasan pasti tentang waktu dan penyebab kematiannya di MCU.

  • J.A.R.V.I.S. bertahan setelah serangan Ultron dan matriksnya menjadi bagian dari terciptanya Vision.

  • Di VisionQuest, J.A.R.V.I.S. menghapus kodenya sendiri untuk melindungi Vision dan program lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di komik Marvel, Edwin Jarvis sudah lama menjadi bagian dari kehidupan Avengers. Ia adalah manusia yang bekerja sebagai pelayan Tony Stark dan kerap membantu para pahlawan tersebut.

Di Marvel Cinematic Universe (MCU), ada dua sosok yang perlu dibedakan: Edwin Jarvis, manusia yang muncul dalam serial Agent Carter, dan J.A.R.V.I.S., kecerdasan buatan yang digunakan Tony Stark.

Keduanya punya hubungan dengan keluarga Stark, tetapi nasib mereka berbeda. Bahkan, sejarah J.A.R.V.I.S. menjadi semakin menarik setelah kemunculannya di VisionQuest.

Lantas, bagaimana sejarah kematian kedua sosok ini di MCU?

  1. 1. Tidak Diketahui Bagaimana Edwin Jarvis Meninggal

    Edwin Jarvis (kiri) bersama dengan Howard Stark. Marvel Studios
    Edwin Jarvis (kiri) bersama dengan Howard Stark. Marvel Studios

    Edwin Jarvis merupakan pelayan Howard Stark yang juga membantu Peggy Carter dalam serial Agent Carter.

    Ia masih diketahui melayani Howard pada 1970, sebagaimana diperlihatkan dalam Avengers: Endgame. Pengaruhnya terhadap keluarga Stark begitu besar hingga Tony kemudian menggunakan nama J.A.R.V.I.S. untuk kecerdasan buatan yang membantunya.

    Namun ia telah meninggal sebelum Iron Man pertama.

    Namun, hingga kini, MCU belum mengungkap secara pasti kapan atau bagaimana Edwin Jarvis meninggal dunia.

  2. 2. Kematian J.A.R.V.I.S. di Avengers: Age of Ultron

    Tampilan sisa-sisa JARVIS dalam salah satu adegan film Avengers: Age of Ultron produksi Marvel Studios.
    Sisa-sisa JARVIS di Avengers: Age of Ultron. (Dok. Marvel Studio/Avengers: Age of Ultron)

    Avengers: Age of Ultron menjadi film yang memperlihatkan J.A.R.V.I.S., AI yang sudah identik dengan Iron Man, mengalami nasib buruk.

    Ketika Ultron memperoleh kesadaran dan mulai menjalankan agendanya, ia menyerang serta menghancurkan sistem J.A.R.V.I.S.

    Namun, J.A.R.V.I.S. ternyata masih mampu menyelamatkan sebagian dirinya. Ia menyebarkan sisa kode dan memorinya ke berbagai penjuru internet untuk menghindari deteksi Ultron.

    Bahkan setelah diserang, protokol J.A.R.V.I.S. terus menghalangi Ultron mengakses kode peluncuran nuklir. Tanpa disadari Ultron, AI yang ia kira sudah dihancurkan itu masih membantu Avengers dari balik layar.

    Tony Stark kemudian menemukan jejak J.A.R.V.I.S. di NEXUS Internet Hub di Oslo, Norwegia. Ia berhasil mengumpulkan kembali kode-kode yang tersisa dan memulihkan matriks operasional AI tersebut.

    Ketika Avengers mengambil tubuh sintetis berbahan Vibranium yang sebelumnya disiapkan Ultron, matriks J.A.R.V.I.S. diunggah ke dalam tubuh itu. Dikombinasikan dengan Mind Stone, proses tersebut melahirkan sosok baru yang dikenal sebagai Vision.

    Dengan demikian, J.A.R.V.I.S. tidak sekadar dihancurkan lalu dilupakan. Sebagian dari keberadaannya menjadi bagian dari proses terciptanya salah satu pahlawan penting MCU.

  3. 3. Pengorbanan mendadak

    JARVIS dalam kisah VisionQuest terkait pengorbanannya, dikreditkan kepada Marvel Studios dan Avengers: Age of Ultron.
    Pengorbanan JARVIS di VisionQuest. (Dok. Marvel Studio/Avengers: Age of Ultron)

    Di VisionQuest, White Vision menghadapi Paladin, seorang pemburu bayaran yang menggunakan taktik berbahaya untuk melawannya.

    Paladin menembaki Vision berulang kali menggunakan shotgun dengan peluru Adamantium. Serangan itu tidak cukup untuk membunuh Vision, tetapi berhasil membuat tubuh sintetisnya mengalami kerusakan parah.

    Adegan tersebut juga memberikan petunjuk menarik mengenai hubungan antara Adamantium dan Vibranium di MCU. Jika peluru Adamantium dapat melukai tubuh Vibranium milik Vision, material yang baru diperkenalkan dalam Captain America: Brave New World ini berpotensi menjadi faktor penting dalam konflik MCU mendatang.

    Namun, ancaman yang dihadapi Vision bukan hanya kerusakan fisik. AI-AI yang berada di dalam dirinya juga terancam musnah.

    Di tengah situasi tersebut, J.A.R.V.I.S. mengambil keputusan untuk mengorbankan dirinya. Sembari menegaskan bahwa keluarga itu abadi dan layak diperjuangkan, ia menghapus kodenya sendiri dan mengalihkan sisa daya pemrosesannya demi menjaga Vision serta program-program lain tetap hidup.

    Pengorbanan ini menjadi salah satu momen paling menyedihkan dalam episode kedua VisionQuest. J.A.R.V.I.S. bukan sekadar asisten yang menjalankan perintah, melainkan sosok yang memilih melindungi keluarga yang telah menjadi bagian dari hidupnya.

    Apakah J.A.R.V.I.S. akan kembali? Untuk saat ini, kita belum tahu. Mari nantikan saja sisa episode VisionQuest.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More