Spider-Man dan Gwen Stacy di The Amazing Spider-Man. (Dok. Sony Pictures/The Amazing Spider-Man)
Nah, yang ini mungkin paling menyakitkan.
Spider-Man versi Andrew Garfield terasa berada di posisi pertama karena kita meninggalkannya di titik yang sangat gelap.
The Amazing Spider-Man 2 berakhir dengan kematian Gwen Stacy.
Memang, ending film tersebut memberikan sedikit harapan bahwa Peter mungkin kembali menjadi Spider-Man.
Namun ketika Andrew muncul di No Way Home, kita mendapat gambaran bahwa ia ternyata melewati masa yang sangat kelam.
Ia mengaku pernah berada di masa gelap dimana dia berhenti menahan pukulannya.
"Tapi... pada satu titik, aku... aku berhenti menahan pukulanku. Aku diliputi amarah. Aku merasa getir."
Itu kalimat kecil, tetapi menunjukkan betapa besar perubahan emosional yang terjadi pada Peter setelah kehilangan Gwen. Terutama karena ia mengatakannya ke Peter versi Tom Holland, supaya dia tidak tersesat seperti dirinya dulu.
Untungnya, No Way Home juga memberinya salah satu momen pemulihan paling indah.
Ketika MJ jatuh, Andrew berhasil menyelamatkannya. Ia akhirnya melakukan apa yang dulu gagal ia lakukan kepada Gwen.
Dan ekspresinya menunjukkan bahwa momen tersebut bukan sekadar menyelamatkan MJ. Peter akhirnya berhasil menyelamatkan seseorang dari tragedi yang selama ini menghantuinya.
Jadi memang ada tanda bahwa Peter versi Andrew mulai pulih secara emosional.
Namun masalahnya... kita tidak tahu apakah hidupnya benar-benar sudah membaik.
Tidak ada petunjuk jelas soal apakah ia kembali memiliki pasangan, menemukan komunitas, atau mendapatkan kehidupan pribadi yang lebih bahagia.
Berbeda dengan Tobey yang terlihat sudah berdamai dengan hidupnya dan Tom yang kini mulai membangun kembali hubungan sosialnya, Andrew meninggalkan No Way Home dengan masa depan yang masih sangat tidak jelas.
Dan itulah yang membuatnya terasa paling menyedihkan.
Itu juga yang bikin fans ingin melihat The Amazing Spider-Man 3, supaya Peter versi Andrew Garfield minimal bisa dapat penutup yang lebih baik.